Capote (2005) : A Cold Blooded Writer Is Getting Closer to The Killer

Sutradara : Bennett Miller

Penulis : Dan Futterman

Pemain : Philip Seymour Hoffman, Catherine Keener, Clifton Collins Jr.

“Hoffman’s performances with his gesture, the way he talks as a gay book author could be a good enough reason to watch this movie.”

About

In Cold Bold menjadi salah satu buku yang melambungkan nama penulis Amerika, Truman Capote. Buku ini diangkat menjadi film dengan judul yang sama pada tahun 1967. Ternyata, dalam menulis buku ini Capote mempunyai cerita tersendiri dengan narasumber. Cerita Capote dengan Perry Smith diangkat dalam dua film feature sekaligus berjudul Capote dan Infamous. Film berjudul Capote inilah yang mengantarkan Philip Seymour Hoffman menjadi Best Actor dalam Oscar dan nominasi kedua bagi Catherine Keener yang memerankan sahabat Capote yang juga merupakan penulis sepanjang masa, Nelle Harper Lee.

Sebuah keluarga di Kansas dibantai dengan sadis oleh dua orang criminal, Perry Smith dan Richard Hickock. Ketika keduanya berhasil ditangkap, seorang penulis, Truman Capote berminat untuk menuliskan kisahnya dalam bukunya. Untuk mendapatkan informasi yang ia butuhkan, ia melakukan research dengan mendekati kedua pembunuh ini, terutama Perry Smith, yang menurutnya memiliki sifat lain yang perlu ia ketahui. Capote semakin mendalami material bukunya, tanpa sedikit menghiraukan bahwa kedua pembunuh ini mempunyai harapan yang tinggi akan buku Capote. Capote terjebak dalam situasi rumit ketika ia harus menyelesaikan ending buku dengan mau tidak mau menggali informasi dari Perry Smith atas kejadian malam itu sementara Perry Smith mulai curiga bahwa Capote hanyalah memanfaatkannya tanpa ada niat untuk menolongnya keluar dari penjara.

It’s like really waiting for a book to be made, gay Hoffman and charismatic Keener make it easier to be watched.

Secara alur cerita, film yang menceritakan salah satu fase penting dalam hidup Capote ini bisa dikatakan lamban. Dengan durasi hampir dua jam, penonton akan benar-benar seperti dibuat menunggu sebuah buku untuk dibuat. Ceritanya sendiri akan menimbulkan perasaan simpati kepada Perry Smith yang notabene sebagai tersangka pembunuh ketimbang terhadap tokoh Capote sendiri.  Pada point ini, interpretasi sekilas pada jalan cerita adalah Capote is the real evil here dengan titik dramatis yang hanya terjadi pada endingnya saja.

Namun apakah yang menarik dari film ini ? Tentu saja penampilan leading actornya Philip Seymour Hoffman yang berhasil memerankan seorang penulis buku gay dengan segala gesturenya baik saat ia memegang Koran, memegang gelas sampai dengan cara ia berbaring di kereta. Belum lagi cara bicaranya yang Hoffman manipulasi, titik sensitifitas Capote yang berhasil Hoffman tunjukkan dan sisi kepintaran untuk menjadi ‘bengis’ kepada lawan mainnya. Bisa dikatakan, Hoffman harus total memanipulasi dirinya untuk memerankan karakter Capote dan salah satu karakter Capote dalam film ini adalah memanipulasi dirinya sendiri, so it’s double manipulations for Hoffman. Chemistry sebagai sahabat lama Harper Lee pun ia perankan apik dengan aktris Catherine Keener. Keener sendiri berhasil memerankan Harper Lee yang karismatik sekaligus pintar dengan kualitas acting yang terlihat sangat natural dan effortless sedangkan penampilan Collins Jr sebagai Perry Smith berhasil menarik simpati penonton.

So, what makes this slow movie is so special is Hoffman as completely different human being ‘Truman Capote’.

Trivia

In Cold Blood menjadikan Truman Capote sebagai salah satu pengarang buku paling terkenal di Amerika namun dia tidak pernah bisa menyelesaikan buku yang lainnya.

Quote

Capote : There wasn’t anything I could done to save them.

Harper Lee : Maybe not, the fact is you didn’t want to.

4 comments

  1. penampilan PSH disini luar biasa banget…gesture, suara…semuanya…

    tapi yang sampe sekarang masih mengganjal di hati ane, apa sih specialnya Cathrine Keener disini sampe bisa dinominasiin Oscar??
    …ane udah nonton ni film 2x dan ga nemu ‘sesuatu’ dari Keener, bahkan ga ada juga adegan dia yang bisa dibilang emosional atau ‘layak klip oscar’ lah…

    1. kharisma-nya dia dapet banget… she’s pretty charismatic, charisma is something you can’t create, walaupun nggak tahu karakter Harper Lee di dunia nyata, tapi bisa dibilang dia sangat Harper Lee.
      besides, she got the nomination just for the supporting role.

      Hoffman is goddamn good here.

      1. haha-ya mungkin Keener mirip Harper Lee, entahlah..yg pasti ane masih belum WOW…haha,
        seenggaknya adegan singkat Anne Hathaway nelpon Heath Ledger di Brokeback Mountain lebih ‘wow’ buat ane taun itu..^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s