Requiem for A Dream (2000) : Four Interrelated Junkies are Craving for More and More

Sutradara : Darren Aronofsky

Penulis : Hubert Selby Jr. Darren Aronofsky

Pemain :  Ellen Burstyn, Jennifer Connelly, Jared Leto, and Marlon Wayans

“All things in this movie are pretty dramatic.”

About

Sepuluh tahun sebelum Darren Aranofsky mengarahkan Natalie Portman menjadi penari balet dalam Black Swan, sutradara ini mengarahkan empat pecandu narkoba yang saling terhubung dalam film Requiem for A Dream. Buku yang diadaptasi dari buku Hubert Selby Junior ini digadang sebagai salah satu film paling berbahaya, salah satu buktinya adalah  rating awal yang diterima film ini adalah rating NC-17.

Film ini berkisahtentang seorang ibu diperankan Ellen Burstyn, anak laki-lakinya diperankan Jared Leto, pacar sang anak diperankan Jennifer Connelly  dan sahabat sang anak diperankan oleh Marlon Wayans yang mengalami kecanduan obat-obatan. Tiga karakter, yaitu Harry, Marion, dan Tyrone masih bergelut dengan masalah narkoba yang bisa dikatakan ‘lazim’ untuk film bertema yang sama. Ketiganya harus menghadapi bisnis narkoba yang sedang bergejolak, disamping mereka juga harus menghadapi tingkat candu mereka yang semakin tinggi.

Satu karakter yang akan menarik perhatian justru datang dari sang ibu, Sarah Goldfarb. Hidupnya yang sangat kesepian dan tanpa tujuan lagi seketika berubah ketika dia menerima telepon yang mengatakan bahwa ia akan menjadi salah satu kontestan dalam sebuah acara tv. Satu permasalahannnya adalah penampilan sang Sarah Goldfarb tidak lagi semenarik dulu, kini ia hanyalah ibu tua gendut dengan uban yang menutupi semua kulit kepalanya. Untuk menurunkan berat badannya, ia mengonsumsi pil-pil yang semakin hari semakin tinggi dosisnya sampai suatu hari ia tidak dapat membedakan mana impian, halusinasi dan kehidupan nyatanya.

Satu persamaan dari keempat junkie ini selain keempatnya mengonsumsi obat-obatan adalah keempatnya masih memiliki sebuah impian untuk hidup mereka. Berhasilkah mereka menggapainya ?

Everything is different, it’s like fresh thing for the eyes with very brutal, intense, haunting way.

I have to say I was getting addicted with Sarah Goldfarb story. Bagaimana tidak ?  Ceritanya seketika akan membuka mata bahwa kecanduan tidak hanya berasal dari ‘narkoba’ yang lazim dikenal. Sebuah obsesi yang berlebihan dengan disertai jalan pintas ingin menggapainya adalah salah satu narkoba yang paling berbahaya. Ditopang dengan penampilan dari Ellen Burstyn yang sangat heartbreaking tentang seseorang yang pathetic karena tidak lagi memiliki tujuan hidup. Ditambah dengan transformasi, Ellen Burstyn yang paling dapat dilihat di sepanjang film berupa berat badannya dan warna rambutnya membuat cerita Ibu Sarah Goldfarb ini sangat membuat kecanduan, sebuah cerita yang benar-benar segar dari film bertema serupa.

Ketiga trio Jared Leto, Jennifer Connelly dan Marlon Wayans memberikan penampilan yang lebih dari cukup untuk meyakinkan penonton bahwa mereka adalah real junkies.

Namun apakah yang dominan dalam film ini ?

Satu, teknik pengambilan gambar, beberapa film diambil dengan cara tidak biasa membuat sebuah scene menjadi lebih intens dan dramatic. Selain itu, penempatan kamera ini ternyata benar-benar lebih mampu menangkap psikologis karakter didalamnya dengan lebih dalam. Dua, potongan tiap scene begitu cepat, begitu dinamis. Bahkan terdapat satu montage yang disisipkan hampir beberapa kali, yaitu montage step by step ketika karakter mengonsumsi obat-obatan. Montage ini sangat eye-catching dan entah mengapa sama sekali tidak mengganggu proses menonton. Ketiga, scoring. Hmm, walau kadang membuat pantat lepas dari kursi, namun scoringnya begitu efektif dan dramatic. Everything is combined and we’ll see Aranofsky style as solid one.

Trivia

Ellen Burstyn mendapatkan nominasi Oscar untuk peran Sarah Goldfarb, walaupun harus angkat tangan kepada Julia “Erin Brockovich” Roberts. Burstyn mengatakan bahwa kerjanya di film ini adalah salah satu akting terbaiknya.

Quote

Sarah Goldfarb : Remember? It’s a reason to get up in the morning. It’s a reason to lose weight, to fit in the red dress. It’s a reason to smile. It makes tomorrow all right. What have I got Harry, hm? Why should I even make the bed, or wash the dishes? I do them, but why should I? I’m alone. (Quote is taken from one of best moment in movie).

10 comments

  1. ga diragukan lagi,,,salah 1 favorit saya dari dekade 2000an..
    Ellen Burstyn..wow..briliant! harusnya dia menang oscar…tapi ya..kayanya ni film pas rilis agak2 kurang diapresiasi deh…faktor NC-17 juga

    dan…score-nya…haunting abis..salah 1 score favorit ane selain score The Social Network and Godfather ^^

    1. sumpeh deh scoringnya itu….
      semua pemain pada all out, even Marlon Wayan disini….

      tapi emang cerita Sara Goldfarb paling menonjol dibanding yang lain, satu2nya cerita paling beda, ngenes plus kadang kocak.

      1. iya tuh..kayanya dia soulmate-nya Aronofsky tuh si Clint Mansell…score-nya Black Swann kan juga keren punya tuh…

        yup,cerita Sara emang paling beda ,
        cerita Wayans tuh aga lemah menurut ane,harusnya kalo hubungan dia and ibunya juga diceritain kayanya akan lebih menarik,imho

      2. yup, kan cuma flshback masa kecilnya doang..coba klo setidaknya ditunjukin hubungannya skarang ma emaknya, seenggaknya kita (penonton) juga ngrasa connect and peduli ma si wayan..hehe

        oia, salah 1 adegan favorit ane tuh pas di ending dua ibu2 temennya Sara njenguk Sara and liat keadaannya brubah total, trus dua ibu2 itu nangis pelukan (dgn backsound score-nya Mansell)…dramatiz abis dah ^^

      3. semoga taun depan NOAH (bukan band…^^) ga mengecewakan deh,
        soalnya itu bakal beda bgt kan sama Requiem, Wrestler ato Black Swan yg ceritanya lebih personal..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s