Biography : Stephen King, The King of Horror/Thriller Novels Which Is Adapted Into Movies

“An inspirational of horror/thriller/suspense movies which is always brave to make an ordinary stories to be an extraordinary ones.”

Siapa yang tidak mengenal seorang Stephen King ? Raja novel horror dan thriller yang karyanya telah diangkat ke layar lebar, serial tv ataupun film pendek. Penulis buku yang telah berusia sekitar 65 tahun dikenal dengan penulis yang sangat produktif. Terbukti dengan lebih dari 50 novel buku yang telah diterbitkan dan lebih dari 350 buku telah terjual. Apa yang menarik dari Stephen King ? Dengan produktivitasnya yang tinggi, ia mampu menjaga setiap karya yang ia ciptakan sehingga banyak orang ingin mengadaptasinya ke bentuk visual.

Beberapa karakter fenomenal, klasik dan diingat sepanjang masa telah ia ciptakan. Siapa yang tidak mengenal gadis berkemampuan telekinesis yang membakar hidup-hidup teman-temannya di sebuah prom night ? Atau siapa yang tidak mengenal karakter Jack Nicholson yang berubah menjadi penulis gila karena tinggal di sebuah hotel berhantu di musim dingin ? Atau siapakah awal yang mengantarkan Kathy Bates sebagai penyabet Oscar untuk pertama kali untuk sebuah peran di sebuah film horror/thriller ? Dan siapakah yang tidak melongo melihat sebuah ending yang tidak disangka-sangka seperti dalam film The Mist ?

Tidak disangka, penulis yang lahir pada 21 September 1947 di Maine ini telah malah melintang di empat decade, bahkan lebih.

Dan inilah beberapa film dalam empat decade terakhir yang diilhami dari novel sang jenius, Stephen King:

CARRIE (1976)

Carrie adalah film pertama yang diadaptasi ke layar lebar diambil dri novel pertama Stephen King. Carrie sendiri mempunyai cerita yang sangat unik, seorang gadis bernama Carrie selalu dibully oleh teman-temannya di sekolah. Penderitaannya tidak sampai situ, ibunya yang merupakan seorang penganut agama yang sedikit ‘freak’ kadang malah membuat keadaan Carrie semakin memburuk. Di tengah bully dari teman dan ibunya, Carrie mendapatkan dirinya memiliki kekuatan yang tidak dimiliki oleh anak-anak lain. Sebuah kekuatan dimana ia bisa menggerakkan benda jika ia mau berkonsentrasi atau yang lebih dikenal dengan telekinesis. Sepertinya Carrie mendapatkan kesempatan yang ‘tepat’ untuk menggunakan kekuatannya ini ketika sekolahnya menyelenggarakan sebuah prom night, di sinilah sepertinya bukan waktu yang tepat untuk teman-temannya membully Carrie, you pick up the wrong girl.

Carrie disutradari oleh Brian DePalma, dimainkan oleh Sissy Spacek dan Piper Laurie. Untuk peran sebagai ibu dan anak ini, keduannya sama-sama mendapatkan nominasi Oscar untuk leading role dan supporting leading role. Film masih mempunyai penggemar cukup banyak ini berhasil menciptakan sebuah scene yang memorable sekaligus klasik. Sebuah scene berdarah dari sebuah pesta prom yang benar-benar menyeramkan. Film yang turut dibintangi oleh John Travolta ini benar-benar layak ditonton karena memberikan sebuah cerita yang berani, suasana yang benar-benar thrilling terutama di 20 menit terakhir, menghanyutkan nan heartbreaking dipadu dengan dua aktris yang benar-benar menopang film ini. Inilah horror tentang prom night anak SMA yang tidak hanya bunuh sana, bunuh sini, jerit sana, histeris sini namun benar-benar ada kualitas cerita yang ingin disampaikan.

The best moment : Ketika Carrie terkena tumpahan darah babi segar di malam prom yang membuat segalanya menjadi fatal. Spacek’s eyes is the winning thing.

THE SHINING (1980)

The Shinning bercerita tentang seorang penulis, diperankan Jack Nicholson, yang menjaga sebuah hotel berhantu di musim dingin beserta istri dan  anak laki-lakinya. Film ini banyak digadang sebagai film terseram sepanjang masa bersanding dengan The Exorcist, Rosemary’s Baby dan sebagainya. Kenyatannya memang film ini benar-benar membuat bulu kuduk berdiri. Walaupun Stephen King sendiri kurang menyukai adaptasi ini karena banyaknya cerita yang tidak sesuai novel, film ini masih menyuguhkan beberapa perubahan cerita yang justru membuat film ini tidak kalah brillian dengan cerita di novel sumbernya.

Film dengan durasi cukup panjang ini, yaitu lebih dari 2 jam, memang terkesan overlong ditambah dengan beberapa scene yang sebenarnya tidak diperlukan. Pantas saja, beberapa waktu lalu, film ini dianggap sebagai film yang membakar paling banyak kalori sebagai tontonan film horror.

Film yang menyuguhkan sisi psikologis seorang penulis yang sepertinya mengalami writer block dan kegilaan karena tempat sepi dan tidak ada interaksi dengan orang lain ini, benar-benar membuat karakter Jack sebagai karakter gila yang membuat penonton benar-benar merasa anti simpati. Tentu saja perubahan psikologis ini didukung dengan kualitas akting Jack Nicholson yang lebih dari mumpuni. Ditambah dengan Shelley Duvall yang benar-benar histeris dan membuat penonton kasihan.

Ending film ini merupakan salah satu bagian yang diubah dari novel sumbernya, namun ending ini berhasil memorable dan salah satu ending paling jenius dari sebuah film horror.

The best moment : Ketika Danny bersepeda mengelilingi ruangan-ruangan hotel dan ia menjumpai hantu dua anak kecil kembar + tentu saja endingnya.

MISERY (1990)

Sebuah cerita yang sebenarnya namun berhasil diibaratkan sebagai sebuah dinamit yang siap meledak oleh Stephen King. Misery bercerita tentang seorang penulis, Paul, diperankan oleh James Caan, yang mengalami sebuah kecelakaan. ‘Beruntung’nya ia ketika seorang fans berat akan karyanya datang sebagai ‘malaikat’ untuk menolongnya. Bukan cerita romance yang di dapat, melainkan sebuah cerita thriller suspense yang membuat decak kagum penonton. Film ini nyaris tanpa cipratan darah atau gore yang berlebihan, bahkan beberapa scene-nya pun diubah dari novel awal agar film tidak terlalu intens dan menakutkan untuk sebagian penonton.

Bisa dikatakan film ini berhutang banyak oleh dua actor leading rolenya. Kathy Bates, memerankan Annie Wilkes, seorang mantan perawat yang sangat ‘perawat’ di awal scene film. Namun berubah dengan perlahan-lahan menjadi wanita temperamen, manipulative, dan bermasa lalu kelam. Untuk perannya ini, Kathy Bates mendapatkan piala Oscar sebagai wanita pertama yang menyabet piala Oscars untuk peran dalam sebuah film thriller. Bagaimana dengan James Caan, perannya hanya berbaring di tempat tidur dan menulis, namun raut frustasi nan putus asa jelas terpancar dari karakter ini. Karakter Paul ini benar-benar memberikan gambaran “Oh that a REAL pain is supposed to be”.

If you wanna know a crazy woman with a real character touch, WATCH THIS !

Misery masuk dalam daftar film adaptasi favorit dari sang penulis bahkan Stephen King menulis sebuah karakter dalam sebuah cerita dengan Kathy Bates sebagai inspirasinya.

Best moment : Ketika Annie memainkan palunya dan berkata “Oh God, I love you.”

THE MIST (2007)

Salah satu film horror/thriller yang paling terunderrated. Ceritanya memang terlihat familiar, namun bagaimana seorang Stephen King ingin menggali dari sebuah cerita familiar ini harus diancungi jempol. Siapakah yang belum pernah melihat film dengan cerita sekelompok orang harus berjuang hidup melawan makhluk-makhluk aneh yang menyerang mereka ? Pasti semuannya pernah melihat, entah makhluk itu adalah laba-laba, ular atau sebangsanya. Namun, film ini tidak hanya sebatas itu, kabut yang menjadi judulnya merupakan sebuah komponen yang berharga mendukung plot dalam film ini. Film ini berkisah tentang beberapa orang (sebenarnya banyak) terjebak dalam sebuah supermarket ketika tiba-tiba kota mereka dirundung dengan kabut aneh. Disinilah sisi bagaimana orang-orang harus menghadapi sebuah situasi benar-benar tertangkap kamera. Bagaimana seorang ayah ingin menyelamatkan anaknya untuk bertemu ibunya ? Bagaimanakah seorang penganut agama ekstrem dapat tiba-tiba mempengaruhi orang-orang di sekitarnya ? Semuanya dieksplor dengan baik dalam film.

Film yang disutradari Frank Darabont ini menyajikan sebuah ending yang paling nyesek. Entah apakah ending ini sama dengan novelnya, namun inilah salah satu ending yang paling berani.

Salah satu sisi negative dari film ini adalah efek CGI yang tidak terlalu sempurna namun sekali lagi itu bukanlah poinnya, dan sekali lagi Stephen King benar-benar mengangkat cerita yang biasa menjadi luar biasa.

Best moment : Ending film ketika semua orang berada di mobil dan memutuskan untuk mengambil keputusan yang WAH.

NEXT PROJECTS

–          Remake Carrie, dibintangi oleh Chloe Grace Moretz, Julianne Moore dan disutradarai Kimberly Peirce. I hope it’s gonna be good. At least, it has to be good.

–          Cell, dibintangi oleh John Cussack

–          Badut legendaris (tahun ini muncul di The Cabin In The Woods) kembali lagi dalam It.

So, Stephen King, we are waiting for another decade !!!!

6 comments

  1. wah dapet aja nih infonya gan, suka horor ya gan
    kalau ane sm film horor bykan meremnya.. sayang tiketnya gan
    tp best seller pada, ini film2 dan buku2nya stephen king

    1. whehehe, duluuuuu banget kalo genrenya nggak slasher/horror/thriller nggak mau nonton,
      sekarang mah segala genre dibabat, wlo masih harus dipaksa kalo buat nonton genre crime ato sports…

    1. HAHA iya itu juga, tapi kalau berbicara Stephen King pasti langsung identik sama horror atau thriller dengan ide-ide gilanya, kyaaaaaaaaaaaaaaaa, whehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s