The ABCs of Death (2012) : An Encyclopedia of Death in Alphabetically Order

The following feature film was created by 26 directors from around the world. Each director was given a letter of the alphabet and asked to choose a word. They then created a short tale of death that related to their word. They had complete artistic freedom regarding the content of their segment.

Itulah kalimat yang tertera di awal film antologi yang dinantikan dari pecinta genre yang dekat-dekat dengan “death” seperti slasher, horror, thriller dan sebagainya. Inilah review per segmennya, tentu saja sesuai urutan abjad.

“Every segment has its audience. Personally, most of ‘em are pretty bad, but it is still a hell’s heaven for the bloody fan.”

A – Apocalypse

Segmen pembuka ini mungkin seharusnya menjadi lucu ketimbang menyeramkan dengan akting dari pemain yang sangat seadanya dan gory yang masih terlalu kasar. Namun, dengan sedikit kejutan cerita di akhir, segmen ini tidak terlalu buruk.

B – Bigfoot

Seperti halnya dengan legenda yang sering kita dengar, lagi dan lagi, segmen ini terlalu bertele-tele dan tidak menawarkan sesuatu yang baru.

C – Cycle

Pernah melihat film Triangle ? Mungkin inilah versi pendeknya. Tetap membingungkan. Jelas, mereka kekurangan waktu untuk menjelaskan apa yang terjadi.

D – Dogfight

Okelah sinematografinya, sebuah cerita dramatis, walau sedikit membosankan.

E – Exterminate

Cerita Peter Parker yang sedang sial dengan sound yang berlebihan. Akting si laba-laba jauh lebih baik daripada si “Peter Parker”.

F – Fart

Kentut. Lesbian. Cerita yang pengen jadi lucu tapi maksa. It’s like an ass exactly in front of your face.

G – Gravity

Ngambil cerita yang “sok pengen keren” tapi nggak jelas.

H – Hydro – Electric Diffusion

Hmm, paling nggak punya style.

I – Ingrown

Seseorang bermonolog sebelum kematiannya. Tidak lebih.

J – Jidaigeki

Seorang samurai yang sedang berkonsentrasi untuk memenggal kepala seseorang ini cukup lucu.

K – Klutz

Animasi yang bercerita tentang cewek yang berusaha menyiram ‘itu’nya sendiri ini memang kurang sadis, namun menjijikan.

L – Libido

Pastinya adalah segmen yang paling ditunggu. Timo Tjahjanto masih berkutat dengan sekte atau cult atau apalah yang suka menonton kompetisi masturbasi. Dengan karakter dari pemainnya yang kaya, juga gore, ditambah chainsaw, hasilnya adalah segmen yang sakiiit !

M – Miscarriage

Biasanya kurang suka dengan Ti West, namun kali ini Ti West berhasil menyajikan segmen cerita paling pendek, dengan konsep paling sederhana, paling realistis, dan menjadi segmen terfavorit dari semua segmen di film ini.

N – Nuptials

Segmen paling cute tentang seorang cowok yang berusaha melamar cewek lewat seekor burung. Hasilnya lucu dan menggemaskan.

O – Orgasm

Segmen paling artistik. That’s the beauty of orgasm.

P – Pressure

Dengan durasi yang cukup panjang, namun tidak efektif.

Q – Quack

Ooh, sebuah segmen meta, menambah warna dari film ini, paling tidak.

R – Removed

Ambisius tapi blur.

S – Speed

Is this the part of Lady Gaga’s or Katy Perry’s music video ? This bitch ! That bitch ! You cunt ! Hmm, excuse me my language !

T – Toilet

Animasi sadis yang efektif. What a Happy Family it is.

U – Unearthed

Permainan kamera yang menarik. Misterius.

V – Vagitus

Sci-fi department is here. Setelah dor-dor-dor, Oh ! That’s it ?

W – WTF !

Watdefak nggak jelasnya.

X – XXL

Another of my favorite. Thrilling. Seorang wanita kurus yang terlalu terobsesi untuk menjadi kurus layaknya model-model harus berhadapan dengan pressure di sekitarnya ini diakhiri dengan bloody scene yang tidak murahan dan bikin merinding. Satu lagi, segmen yang sexy !

Y – Young Buck

Slow, membosankan.

Z –  Zetsumetsu

It is supposed to be last entertaining finalle but it is just gross ! Disgusting ! It is not better than a porn.

4 comments

  1. Kok banyak banget ya yang ngomongin ini film? gue belom nonton sih, tapi kalo liat review singkat lo kok kayaknya banyakan yang harus diskip daripada ditonton ya, ahahaha~

    1. Kalo jujur si, cuma 6 kali dari 26 segmen yang layak ditonton…
      Tapi mungkin beda selera, beda lagi segmen yang disuka…
      Kalo yang horror-thriller maniac mah kayaknya nih film kayak surganya mereka

      1. Gue suka banget sama horor-thriller, tapi kalo udah nyerempet-nyerempet ke yang sexually-disgusting sih juga ogah:-/

        anyway, gue bakalan nyari ni film dan nyoba nonton..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s