Beasts of The Southern Wild (2012) : A Mighty Heart in Survival and Imaginative Story

Director : Benh Zeitlin

Writer : Benh Zeitlin (screenplay), Lucy Alibar (screenplay and stage)

Cast :  Quvenzhané WallisDwight Henry, Gina Montana

About

Jujur film ini sempat out of radar, jika tidak karena award season mungkin film ini akan tetap out of radar. Beberapa pihak yang memprediksi Quvenzhane Wallis untuk meraih Oscar menjadi kenyataan walaupun akhirnya dia tidak memenangkannya karena Oscar tahun ini jatuh kepada Jennifer Lawrence untuk kategori Performance by an Actress in a Leading Role. Terus apanya yang istimewa ? Emmanuele Riva juga kalah, Naomi Watts juga kalah, Jessica Chastain juga kalah. Tidak lain tidak bukan karena Wallis hanyalah gadis kecil berusia 9 tahun (bahkan saat casting, gadis kecil ini baru berusia 5 tahun) yang berhasil menembus rekor sebagai nominee termuda untuk kategori ini. Film ini merupakan debut pertama baik untuk Wallis, Henry dan Benh Zeitlin yang berhasil meraih empat nominasi Oscars, yaitu, Best Achievement in Directing, Best Motion Picture dan Best Adapted Screenplay.

Film ini berkisah tentang sebuah sekumpulan orang yang terus bertahan dan enggan untuk pindah dari sebuah kawasan yang rawan tenggelam karena pencairan es, yang disebut The Bathtub. Pencairan es ini tidak hanya akan membuat volume air naik permukaannya, namun juga membebaskan hewan purba bernama auroch, sejenis banteng atau sapi liar dengan ukurannya yang sangat besar. Hiduplah di daerah tersebut seorang gadis cilik bernama Hushpuppy (Wallis) dan ayahnya, Wink (Dwight Henry) yang sangat temperamen dan keras terhadap sang anak perempuan. Masalah belum selesai bagi keduannya,ternyata kesehatan sang ayah terus menurun yang memaksa Hushpuppy harus mau tidak mau belajar untuk memberanikan diri untuk bisa bertahan hidup sendiri, “mungkin” tanpa ayahnya, dan tanpa ibunya yang telah meninggalkannya sedari kecil.

“Beautifully done, beautiful narrative and natural performance of fearless six year old Wallis.”

Film ini sedikit banyak akan mengingatkan kita dengan salah satu iklan komersial susu yang melibatkan anak-anak kecil lucu dan cerita tentang “Life is an Adventure”. Kurang lebih seperti itulah, hanya saja Wallis bercerita dengan sangat natural dengan kata-kata indah namun tidak mencoba untuk terlalu puitis tanpa kehilangan keindahannya. Penampilan Wallis sangat natural tanpa terasa dibuat-buat dan harus kita akui keberaniannya untuk berakting dengan hal-hal yang  “sedikit ekstrim”. Ia harus berani berhadapan dengan ikan lele, udang atau kepiting atau bahkan harus terjun untuk berenang. Saat ia berakting dengan aktor lain, ia kebanyakan tidak bicara namun menunjukkan ekpresi polos dan kadang berteriak untuk mengekspresikan “kemarahannya” pada lingkungan yang hancur dan terkadang kepada ayahnya. Peran sang ayah sakit-sakitan namun berusaha menyiapkan putrinya untuk menjadi kuat pun ditampilkan oleh debutan Dwight Henry. Sebuah chemistry yang aneh bahwa terdapat “distance” diantara mereka namun penampilan keduannya sangatlah “enganging”. Duo ini akan membuat kita menunggu kolaborasi keduannya di film Twelve Years a Slave yang akan dirilis di tahun ini.

Cerita yang kuat diperlihatkan dengan sinematografi yang sangat memikat yang memadukan dua hal yang sangat berlawanan, sebuah keindahan di tengah kehancuran. Keindahan itu tidak hanya tentang alam, namun juga memperlihatkan bagaimana human spirit harus dealing dengan situasi sulit yang diberikan. Cerita ayah dan anak yang membuat kita belajar tentang semangat dan keberanian hidup, juga tentang harapan ini membuat kita terperangah, “It maybe happens” karena dikaitkan dengan issue “pencairan es di kutub selatan” sudah ada dari beberapa tahun yang lalu.

Trivia

Ibu sang aktris cilik, Wallis, terpaksa harus sedikit berbohong saat audisi tentang umur sang anak karena sang sutradara hanya mengaudisi anak berumur enam sampai 9 tahun, sedangkan Wallis baru berusia lima tahun.

Quote

When daddy kill me I won’t be forgotten. I’m recording my story for the scientists in the future. In a million years, when kids go to school, they gonna know: Once there was a Hushpuppy, and she lived with her daddy in The Bathtub.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s