The Omen (2006) : A Devil Incarnate in Manifestation of Diplomat’s Son

Director : John Moore

Writer : David Seltzer

Cast :  Liev SchreiberJulia StilesSeamus Davey-Fitzpatrick, Mia Farrow

Let Me In, The Ring, Fright Night, The Amityville Horror, Shutter, House of Wax, The Uninvited, dan masih banyak lagi film yang merupakan film hasil remake horror/thriller, baik remake dari film jadul atau film luar negeri yang sukses, seperti film-film Asia atau bahkan daratan Eropa. Beberapa mungkin dapat menunjukkan kesuksesan hasil dari remake, namun sebagian lagi mendapatkan hasil yang tidak memuaskan. Kebanyakan film Asia yang diremake menjadi versi Holywood kebanyakan tidak dapat mengadaptasi suasana mencekam khas Asia yang membuat film itu hits di negara asalnya, lihat saja Shutter, atau The Eye, atau The Invited, untuk The Ring lebih lumayanlah. Bagaimanapun, sebuah hasil remake mau tidak mau akan dibandingkan dengan versi originalnya, for better, or worse. Beberapa remake juga tergolong berani membuat ulang film yang terlampau powerful, legendaris, ataupun sudah terlanjur di cap klasik seperti Pshyco, atau The Omen, dan sebentar lagi akan dirilis Evil Dead, juga Carrie. Berhasilkah ? Pshyco jelas gagal. Evil Dead masih ada kemungkinan, mengingat nama besar Sam Raimi masih attach di projek ini (hmm, you know Sam Raimi is a little bit overrated) sedangkan Carrie banyak yang meragukannya mengingat Brian De Palma, Sissy Spacek dan Laurie Piper, juga tanggal rilis yang diundur bukan merupakan sinyal positif bagi sebuah film. Terus bagaimana dengan The Omen, film yang sangat terkenal dengan anak kecil setan ini ? Ini dia reviewnya dan review ini kita anggap ini film bukan merupakan hasil remake biar lebih ‘fair’. Here it is !!

About

Dirilis pada tanggal 6 Juni 2006, yap it’s 666 yang notabene digadang-gadang sebagai angka setan. The Omen merupakan hasil remake film dengan judul yang sama. The Omen bercerita tentang diplomat Amerika, Robert Thorn (Liev Schreiber), yang harus memanipulasi kelahiran anaknya kepada istrinya, Kath (Julia Stiles). Seorang priest mengatakan bahwa anak kandung mereka telah meninggal dan menyuruh Robert untuk mengadopsi seorang anak misterius tanpa sepengetahuan Kath. Beberapa tahun kemudian, mereka berhasil menjadi keluarga yang bahagia, sang anak yang diberi nama Damien juga telah tumbuh besar namun menunjukkan gelagat yang aneh dan tidak seperti anak kebanyakan. Pendiam, misterius dan mistis.Beberapa kejadian sial dan mengerikan yang melibatkan kematian juga terjadi ketika Damien di sekitarnya. Robert harus bertindak cepat mengungkap siapakah Damien sebenarnya sebelum kejadian mengerikan itu terus menerus menimpa dan mengancam kehidupan orang-orang di sekitarnya, termasuk istrinya sendiri, dan bahkan dirinya sendiri. Berhasilkah ia  dan apakah benar Damien adalah anak setan ?

“Honestly, I haven’t  seen the original yet, but this is what I feel, I hate kind of horror or thriller where I know the villain is gonna win (spoiler, haha). Maybe if I watch it 35 years ago, it’s gonna be another impression of mine.”

The Omen sebenarnya mempunyai potensi yang menyegarkan di sisi film dengan genre yang sama. Namun arah cerita film ini sepertinya mulai tertebak mau kemana dan akan bagaimana endingnya. Sebenarnya, tidak menjadi masalah hal tersebut, jika selama durasi, film mampu menyuguhkan sesuatu yang mampu melekat di pikiran. Setiap scene-nya hanya berlalu begitu saja tanpa ada sesuatu yang membuat film ini bakal diingat.

Pace-nya pun terkesan tidak terlalu rapi dan sangat terlihat tidak terlalu berkelanjutan walaupun didukung dengan sinematografi yang seumprit-umprit bagus dan sok keren. Liev Schreiber menunjukkan sisi emosionalnya walaupun masih tergolong mediocre, sebaliknya Julia Stiles sangat mengecewakan. Entah apa karena ia terlalu muda saat itu atau apa, tapi aktingnya yang menunjukkan seorang ibu yang sedang depresi karena anaknya sendiri benar-benar sangat tidak meyakinkan. Aktor cilik, Seamus Davey-Fitzpatrick, yang memerankan Damien kurang bisa menacing dan menimbulkan situasi horor bagi orang-orang di sekitarnya, walaupun secara physically dia cocoklah sebagai anak misterius dengan tatapan matanya. Di sisi lain, Mia Farrow yang memerankan nanny disini menjadi salah satu tokoh yang menarik, mengingat ia juga pernah bermain dalam Rosemary’s Baby.

Beberapa scene yang violence lebih banyak tertebak dan kurang berkesan (sorry, Final Destination effect), dan beberapa scene sisanya, termasuk scene Robert dan Damien di gereja, sangat tanggung, kurang dramatis, dan mencoba keren dan mengelabuhi penonton, walaupun berakhir gagal. No matter, it’s a remake or not, it’s just forgetable.

Trivia

Julia Stiles melakukan adegan jatuh dari lantai atasnya sendiri. I like Julia Stiles, but her scream is ridiculous instead of creepy or tragic.

Quote

Robert : Listen to yourself. Do you have any idea what you’re saying ? You’re asking me to stab a child. A little boy. Can’t you see how insane that is ?

9 comments

  1. hm…ane blom liat yg ini (pernah beli dvd nya di glodok tapi malah sound-nya kagak pas, ga bisa ditonton dah)
    tapi uda liat versi aslinya, klo ane bca review kau sih..kayanya ga jauh beda kok sama yg lama,,
    ga ada serem2nya, adegan matinya juga “wagu mbanget” juga kok yg versi asli,,
    and twistnya tuh..bikin ngakak !!!

    1. hahaha, gue sih sebenernya suka kalo dari segi ceritanya, cuman kayaknya yang versi remake ini kurang “klop” aja, dan sedikit kurang di cast-nya….whehehe

      1. haha–gw blom nonton- ga bisa komen juga,,
        tapi menurut gw yg aslinya juga emang ga serem…dan kematian2nya emang wagu..haha
        so so final destination,,paling yg bner2 cukup creepy cuma adegan diserang anjing doang ^^

  2. Wah ini film jaman gue SMP keluarnya. Gue masih inget aura-aura lebay anak labil SMP menjelang tanggal keramat 6-6-6, hehehe. Film yang versi lamanya gue sempet nonton dikit, abisnya kata Emak gue serem banget, gue takut terus matiin DVD-nya. Sekarang gue jadi penasaran pengen nonton versi lamanya nih, hmmm.

    1. hahaha klo gue masih inget jaman2 issue kiamat yang tanggal serba 999 di SD dulu,

      gue malah belum nonton film orinya, kayaknya atmosfernya bakal beda sih, secara emang film jadul lebih mendukung suasanya, coba aja filmnya Suzanna di remake, pasti dah beda suasana, even kalo mendiang Suzanna sendiri masih terlibat…

  3. Hahaha, udah lama banget ga nonton Omen lagi.. kalo ga salah inget gue nonton film ini udah tiga kali.. emang ga begitu serem sih, tapi ga tau kenapa gue tetep aja kesel dan rasanya pengen nonjok itu anak pemeran Omen, hahahaa! dapet banget muka nyereminnya.. kalo versi yang asli cuma pernah nonton sekali dan itu pun gue inget ketakutan setengah mati.. cuma lupa takutnya karena apa.. hahaha, ya namanya juga masih kecil, jadi cemen dikit wajarlah😛 #membeladiri

    1. jadi pengen nonton versi originalnya…

      kalo masalah pengen nonjok anak kecil di film mah bukan cuman ini ajah, si Esther di Orphan ato si Kevin di We Need Talk About Kevin, itu pengen banget gue injek2 mukanya, hahahaha….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s