The Purge (2013) : All You Can Kill, One Night A Year, All Crimes Are Legal

Director : James DeMonaco

Writer : James DeMonaco

Cast : Ethan HawkeLena Headey, Rhys Wakefield

About

The Purge, sebuah science-fiction thriller horror yang mempunyai premis yang sangat menarik. Mungkin berkat premise itulah film ini sempat merajai box office America dengan perolehan sekitar 37 dollar, mengalahkan The Internship yang juga rilis pada minggu yang sama. Menggandeng Ethan Hawke yang sebelumnya sukses mengantarkan film horor Sinister dan Lena Headey yang sedang hot-hotnya main di serial fenomenal Game of Thrones.

America, di tahun 2022 dikisahkan merupakan negara yang makmur dengan tingkat pengangguran yang sangat kecil, tingkat kriminalitas juga sangat rendah. Itu semua berkat satu malam yang mengerikan dimana pemerintah memberikan waktu untuk warganya selama satu kali 24 jam untuk berbuat kriminal (termasuk membunuh) dan semuannya itu dilegalkan.

Kurang menarik apa lagi premisnya ? James Sandin (Ethan Hawke), seorang salesman kayaraya yang menjual sistem security untuk menangani malam “maut” tersebut melengkapi rumahnya sendiri untuk melindungi semua angggota istri (Lena Hadey) dan kedua anaknya. Semuannya baik-baik saja sampai anak terakhir mereka sengaja membuka sistem pertahanan rumah untuk menyelamatkan seorang stranger yang meminta tolong. Nasib sial, sekumpulan pemuda ternyata sedang mengejar stranger itu dan akan melakukan apa saja jika keluarga Sandin tidak segera menyerahkan stranger itu. Bisakah mereka bertahan dalam malam maut tersebut ?

“All you can kill, this hunger games interesting premise ends as average home invasion thriller.”

Siapa yang tidak akan tertarik dengan premise yang sangat intriguing tersebut (yah walaupun seperti The Hunger Games tapi dengan durasi dan skala yang lebih besar). Ditambah dengan aktor kawakan dan terkenal sekelas Ethan Hawke. Ditambah (lagi) dengan trailer yang cukup menarik. Pada awalnya, premise seperti ini adalah ibarat sebuah angin segar terhadap film home invasion kebanyakan. Namun sepertinya, film ini berakhir sebagai film thriller biasa karena penyutradaraan yang terlalu bertele-tele.

Diawali dengan footage dari hari Purge sebelum-sebelumnya, film ini sempat mengundang penonton untuk berpikir, kenapa sih harus ada annual Purge, apa tujuannya, apakah efektif, apakah efek ke depannya. Tentu saja, jarang home invasion thriller yang membuat kita berpikir demikian.

Namun, James DeMonaco sepertinya menahan senjata terlalu lama, cerita ini hampir sangat membosankan ketika mulai berjalan di tengah dan leih berkonsentrasi kepada adegan pencarian “stranger” di dalam rumah, daripada intimidasi yang dilakukan oleh para berandal di luar. Hasilnya, ketika mencapai bagian seperempat terakhir, film ini terlalu singkat untuk melakukan adegan dengan para berandal yang sebenarnya harusnya menjadi adegan “main course” di film ini.

Karakter-karakter dari keluarga Sandin juga merupakan karakter generic yang membuat penampilan aktornya kurang dapat greget. Seperti karakter ayah yang tidak menyetujui anaknya berpacaran, ibu penyayang anak-anaknya, anak perempuan yang sedang mulai berpacaran dan mulai memberontak, dan anak cowok yang tidak henti-hentinya melakukan tindakan bodoh. Mereka semua terperangkap pada karakter yang mempunyai karakter terlalu umum. Bahkan termasuk antagaonis utama yang dicreditkan sebagai “Polite Stranger” memberikan karakter yang tidak menacing dan berusaha menacing tapi jatuhnya malah juga sudah banyak film yang “been there done that”. Kenapa dia harus melepaskan topengnya terlalu cepat, padahal topeng itu jika tidak dilepas malah akan menjadi satu daya tarik misterius (ingatkah kita dibuat penasaran dengan para antagonis yang tidak pernah melepas topengnya di film The Strangers).

Dan sepertinya film ini salah memilih senjata, senjata pistol membuat setiap adegan hanya berakhir seperti dengan “short cut” dan dalam membunuh kurang dapat “enaknya”. Hanya dar-dir-dor. Plus dengan predikat R rated untuk film ini, film ini masih terlalu takut untuk membunuh karakter protagonist. And I hate when a movie is protecting children TOO MUCH, I mean they shouldhave the same chance to be killed.”

Trivia

The Purge diawali dengan footage, di film Ethan Hawke bergenre “hampir” sama, Sinister, awal filmnya pun diawali dengan footage.

Quote

Penyiar : Incoming reports show this year’s Purge has been the most succesful to date, with the most murders committed.

9 comments

  1. udah nonton aja nih bung tyson, gw nunggu kualitas lumayan bgus deh.. sinister cukup mngecewakan sbenernya >.<, lets see for THE PURGE🙂

    nice review gan! ^^

    1. nggak sabar soalnya, Run..hahaha
      kalau Sinister masih sedikit ada seremnya (walaupun serem2 dari hal klise) walaupun twistnya bangke….

      kalo yang ini agak mengecewakan, cuma main gelap2an dan nggak sebanding sama R ratednya, kurang gore, kurang bloody…………

      1. ah iya masuk akal :p sayang ya film ini di luar ekspektasi, saya kira bakalan bloody invasion yg luar biasa, ternyata average jajaja
        oiya, bro, saya izin taruh link blog ini di blog saya ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s