Cockneys Vs. Zombies (2012) : Zombie-Infested London In Comedy and Gore Package

Director : Matthias Hoene

Writer : Matthias Hoene, James Moran

Cast : Harry Treadaway, Michelle Ryan, Georgia King, Jack Doolan

About

Cockneys Vs. Zombie, sebuah film bergenre comedy-zombie yang bercerita tentang sekumpulan anak muda yang akan melakukan perampokan sebuah bank untuk menyelamatkan sebuah panti jombo namun aksi mereka juga dibarengi dengan sebuah serangan zombie yang tiba-tiba menyerang London. Tidak hanya harus menyelamatkan diri mereka sendiri, mereka juga harus menyelamatkan kakek dan para manula lainnya yang terjebak di bangunan panti jombo.

Okay melihat film ini mau tidak mau, kita akan membandingkan dengan film yang hampir serupa yaitu Shaun of The Dead. MENGAPA ???

–          Genre zombie, komedi, bersetting di Inggris

–          Zombie yang digunakan adalah zombie yang lambat jalannya.

–          Sama-sama menyelamatkan orang tua sang tokoh utama.

“There are a lot potentials and wittiness (?) here, but it is overwhelmed but exaggerating unnecessary too ambitious violents, and too many characters which have no strong character, and sometimes they act too awkward, not full commitment.”

Film ini diawali dengan sangat tidak meyakinkan dengan adegan sebuah makam yang ditemukan oleh beberapa kontraktor yang ternyata di dalamnya terdapat mayat-mayat hidup yang menggigit (misteri mengapa ada mayat yang tahu-tahu bisa menggigit ini tidak terjelaskan sampai akhir film), di awal film kurang mengundang karena masih menggunakan tired jokes seperti “Hey, ada sesuatu di belakangmu ?” dan direspon dengan “Ah, ada-ada aja.”. My response is “PLEASEE !!”

Berbeda dengan Shaun of The Dead yang memiliki warming-up proses yang memang sedikit lama, namun benar-benar efektif dan terkoneksi dengan jalannya cerita, Cockneys Vs. Zombie mempunyai proses warming-up yang sedikit tidak menarik dan terlalu lama.

Beberapa adegan merupakan adegan yang smart dan inventive, seperti seorang jompo yang harus berlari “pelan” disusul dengan para zombie yang mengejarnya juga pelan juga, THAT IS THE BEST SCENE OF THE WHOLE MOVIE. Banyak jokes yang dilontarkan (sometimes terasa pacing-nya yang kurang pas, atau pembawaan para aktornya yang kurang komikal, jokes-jokes ini terkadang sering menjadi overjokes) namun mungkin terkadang jokesnya terlalu british sehingga banyak yang miss atau begimana.

Film ini pada paruh pertama terbagi dua, yaitu anak-anak pemuda yang melawan zombie, dimana salah satunya adalah karakter Katy yang digambarkan sebagai brunette kick ass yang mengingatkan pada karakter Wichita di Zombieland, dan para orang tua jompo yang juga menge-block tempat mereka agar zombie tidak masuk (dimana di bagian orang jompo ini lebih menarik). Pembagian dua settingan di waktu bersamaan, dan banyak karakter membuat beberapa karakter yang seharusnya menjadi karakter utama jadi terbayang-bayang dan tidak memiliki karakter yang kuat.

Melihat dengan “tiba-tiba” jago dalam mengenakan senjata dan menembak zombie tepat sasaran, terkadang scene-nya terlalu berlebihan dan ambisius yang malah jadi kurang bisa dinikmati. Ditambah dengan sedikit banyak para pemainnya malah terlihat bengong, ketika salah satu karakter sedang berkutat dengan zombie, terlihat seperti kurang total dan kurang komitmen.

Untuk berbagai gore, yang pasti dicari para penggemar zombie, yah, film ini bisa dijadikan satu tontonan yang dengan banyak darah dan gory.

Trivia

Film dipremierekan pada London Frightfest Film Festival 2012

Quote

Old man : Those things are vampires! We need crucifixes, garlic, silver, holy water, and Christopher Lee !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s