Magic Magic (2013) : Insomniac Isolated Island Brings Waking Nightmare

Director : Sebastián Silva

Writer : Sebastián Silva

Cast : Juno TempleEmily BrowningMichael Cera

About

Sedang heboh dengan perolehan domestik yang diperoleh oleh James Wan lewat The Conjuring-nya ? Ditambah lagi dengan perilisan sekuel untuk horor sebelumnya yaitu, Insidious Chapter 2. Ternyata tidak hanya James Wan saja yang merilis dua film pada tahun yang sama dengan jangka waktu yang berdekatan. Sebastian Silva, seorang sutradara asal Chili juga melakukan hal yang sama, walaupun kedua filmnya bisa dikatakan OUT OF RADAR dan hanya mendapatkan predikat limited release. Film tersebut yaitu Crystal Fairy, dan juga yang akan gue review adalah film drama thriller psikologi dengan judul Magic Magic yang dibintangi aktor-aktor muda seperti Juno Temple, Emily Browning dan juga Michael Cera (yang juga menjadi pemain di Crystal Fairy, dan disini ia juga menjadi executive producer)

Here it is the synopsis, Magic Magic menceritakan seorang remaha bernama Alicia (Juno Temple) yang ikut rombongan sepupunya, Sarah (Emily Browning) untuk berlibur di suatu pulau. Mempunyai masa kelam di masa lalu, Alicia terus melakukan banyak hal-hal yang aneh dan kesulitan tidur selama berhari-hari. Ketika insomnia itu terus berlangsung, ia tidak lagi membedakan mana yang real, dan mana yang hanya halusinasi, sementara para kawannya, termasuk Brick (Michael Cera) dan Sarah kurang bisa memahami apa yang sedang dialami oleh Alicia.

“Blurry darkness, perfect cast, particularly Juno Temple and Michael Cera, but this movie is more depressing than it looks.”

Sebenarnya dari awal film ini sudah bisa menciptakan nuansa creepy lewat situasi yang memang dibuat gelap dengan karakter yang telah jelas dari awal. Ditambah lagi dengan bahasa spanyol yang terkadang digunakan (walaupun kadang mengganggu) membuat film ini begitu weird dan sangat strange. Prestasi dicapai oleh Juno Temple dan juga Michael Cera yang terbukti perfectly cast, dengan Temple yang sepertinya mulai “berani” untuk berakting semenjak Killer Joe sebagai seorang yang sakit mental, fragile, dananti social, sedangkan Cera benar-benar efektif bisa menjengkelkan penonton sebagai remaja penggoda yang, yup, benar-benar menjengkelkan.

Yang menjadi masalah adalah hampir dari lima belas menit pertama sampai lima menit terakhir, film ini hanya bercerita tentang gadis yang mengalami insomnia yang menyebabkan banyak spot yang tidak mengalami perkembangan cerita. HONESTLY, IT’S BORING. Ketidaknyamanan memang ada dalam film ini, terutama ketika banyak visual yang menggambarkan begitu rusaknya mental si Alicia, dan terlalu banyak berkonsentrasi pada sudut pandang dirinya, yang juga terkadang membuat penonton ikutan frustasi dibuatnya. Film ini namun menyertakan beberapa scene yang gripping dan intense yang cukup membuat tegang ditambah musik, teknik kamera, dan pencahayaan yang mendukung.

Film  yang sebenarnya cukup variatif untuk genre thriller ini ditutup dengan ending yang tidak biasa dan sebenarnya hmmm cukup supranatural, dengan banyak ambiguitas didalamnya namun kurang memicu curiosity dari para penonton (not trigger to think). Kebodohan-kebodohan Alicia yang diulang-ulang ditambah dengan toleransi yang diulang-ulang oleh teman-temannya membua kita menjadi KURANG peduli dengan nasib si tokoh utama.

Trivia

Michael Cera dan Sebastian Silva syuting untuk film Crystal Fairy selama menunggu film ini untuk didanai.

Quote

Alicia : I promise I am going to do it ( annnnnd jump)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s