Compliance (2012) : When A Stranger Calls, Goes To The Next Level “Hummiliation”

Director : Craig Zobel

Writer : Craig Zobel

Cast : Pat Healy, Dreama Walker, Ann Dowd

About

Okey dokey, it’s not so easy to review every single movie you have just watched, when you have things like A LOT ! But I’m trying to be a good blogger, okay, good blogger.

Sebenarnya sudah lama ingin menonton film ini, namun baru kesampaian beberapa hari yang lalu, film ini sempat nongol di kompetisi Oscars ketika Ann Dowd (salah satu pemainnya) melakukan semacam marketing untuk mendapatkan nominasi (kalau nggak salah ya, I’m trying to recall).

Cerita yang mendasari Compliance sebenarnya sangat simple dan berdasarkan kasus nyata yang terjadi di benua Amerika sana. Sandra (Ann Dowd) adalah seorang manager di sebuah fast food yang baru saja kena musibah, freezer di restorannya tidak di tutup dan membuat kerugian. Ketidaktersediaan inventory di hari weekend yang ramai membuat masalah tersendiri, diperparah ddengan sebuah telepon yang mengaku dari kepolisian yang mengatakan bahwa Becky (Dreama Walker) telah mencuri uang dari customer. Polisi tersebut kemudian, melalui via telepon, meminta bantuan Sandra untuk menginterogasi Becky yang merupakan awal mimpi buruk.

“HOLY FUCK KIND OF MOVIE !! HIGHLY RECOMMENDED. The power of words, though the characters’ intelligence is being questioned for the whole parts of the movie, but it is still well played. A movie which made me said fuck like a lot and presented the most annoying characters in a movie I have ever seen.”

Pernah merasa bahwa kalian ingin menonjok karakter dalam film ? Mungkin salah satunya akan kalian dapatkan lewat film ini. Sensasi yang diberikan film ini memang luar biasa, sebuah sensasi yang “tidak mengenakkan” dan cenderung memuakkan, namun hal inilah justru yang membuat film ini dinyatakan berhasil.

Diperkuat dengan tiga trio utama, Ann Dowd yang berhasil memerankan seorang manager restoran, Dreame Walker yang bersifat innocent namun memberikan sedikit sifat “wild”, dan juga sang penelepon yang mengaku polisi, yang walau sepanjang film hanya terdengar suaranya namun bisa mengeluarkan karakter. Serta berbagai peran pembantu, yang sebenarnya terkesan sederhana dan tidak berpengaruh di plot namun sebenarnya sangat well chosen. Film ini menghadirkan beberapa karakter yang efektif untuk menjengkelkan penonton, tidak hanya dari sisi antagonis, namun juga pemain yang lainnya. Selain itu, penampilan natural dari para pemainnya, termasuk interaksi mereka yang cepat satu sama lain, membuat film ini begitu moving.

Film ini menghadirkan sebuah analisa hubungan antar pekerja, beserta konfliknya, dengan sangat subtle yang membuat penonton akan lebih melakukan analisa “apa yang akan dilakukan sebuah karakter” ketimbang mengeluarkan konflik yang vulgar. Film ini memang akan membuat kita terkadang berpikir dan kembali menanyakan tingkat kecerdasan dari semua pihak yang terlibat, dimana sang penelepon justru bertindak sebagai Master Mind dan yang lainnya bertindak layaknya keledai, yep sometimes no make sense.

Apa yang menarik lagi ? Walaupun banyak mengambil action yang sensitif (ex : nudity), film ini tidak ingin vulgar terang- terangan terutama dalam “final act”-nya yang merupakan puncak hummiliation dan embarassment. Filmmaker mampu merepresentasikan sesuatu lewat benda-benda sederhana (seperti busa di wastafel dan lain sebagainya) untuk menyampaikan maksud scene terterntu sekaligus membuat kesan ironi dalam saat yang bersamaan.

Jika ini sebuah thriller, film ini akan mengingatkan anda pada Phone Booth hanya saja sepertinya arti “ketakutan” didefinisikan kembali walaupun tanpa menggunakan gore, darah, murder atau sebagainya. Untuk sebuah film yang mempunyai premis sederhana, bersetting pada beberapa tempat dan waktu, serta karakter yang sederhana namun mampu digali, bisa dikatakan film ini melebihi apa yang bisa dicapai.

Trivia

Saat dipremierkan di Sundance 2012, beberapa penonton melakukan aksi walkout, if you have seen this movie, you’ll understand.

Quote

Marti     : Van was a lucky man.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s