I Heart Huckabees (2004) : Existential Comedy About Coincidence Dismantling and Universe

Director : David O. Russell

Writer : David O. Russell, Jeff Baena

Cast : Jason SchwartzmanJude LawNaomi Watts, Isabelle Huppert, Mark Wahlberg, Dustin Hoffman

About

Yah, berbicara tentang David O Russel, pastinya tidak akan lepas dengan komedi moving yang diwakili penampilan top notch dari para aktor aktrisnya. Paling tidak untuk dua karya terakhir Russel, hampir jajaran aktornya mendapatkan nominasi Oscar, begitu pula dengan perannya sebagai screenwriter maupun sutradara. Sementara menunggu karaya Russel yang lain, yang dipenuhin banyak bintang, yang belum tayang namun sudah menjadi prediksi Oscar, American Hustle di bulan Desember nanti, film inilah yang menjadi karya Russel sebelum drama boxing, The Fighter.

I Heart Huckabees, dari judulnya saja sudah imut, lucu, ditambah dengan banyaknya jajaran aktor mulai dari yang tua sampai muda, tidak heran jika I Heart Huckabees menjadi salah satu film yang mempunyai “magnet” ditonton. Jika Silver Linings Playbook bermain dengan “signs”, terapi, superstitious, I Heart Huckabees mempunyai jalan cerita yang tidak kalah unik.

I Heart Huckabees diawali dengan Albert (Jason Schwartzman) yang bekerja di sebuah koalisi yang mendukung public open space. Posisinya sebagai seorang leader di koalisi tersebut mulai tergeser dengan kharisma Brad (Jude Law), yang merupakan perwakilan executive dari Huckabees yang notabene akan menggusur banyak open space menjadi sebuah gedung. Di selang kebingungannya, Albert menyewa dua detektif aneh, Bernard (Dustin Hoffman) dan juga Vivian (Isabelle Huppert) untuk menyelidiki kejadian “coincidence” dalam hidupnya. Dalam salah satu sesinya, ia bertemu dengan firefighter yang menentang penggunaan bahan bakar minyak, Tommy (Mark Wahlberg). Sementara investigasi berjalan, semua karakter di film ini mulai mempertanyakan “siapakah diri mereka” di tengah susunan universe ini ? WHAT THE HELL, RIGHT ? I KNOW IT’S COMPLEX.

“I heart fuck-abees. Why am I watching this ? (That’s the biggest question, when I was watching it.)”

Jika dilihat dari jalan ceritanya, film ini layak mendapatkan predikat original. Namun yang menjadi pertanyaan adalah sbjek yang terlalu absurd dan juga membingungkan membuat penonton bertanya, “Apakah film ini akan benar-benar memberikan payoff di akhir film, di film yang mempunyai durasi lebih dari dua jam ini ?”

Terlintas mungkin screenplay ini sedikit mirip-mirip dengan screenplay gaya Charlie Kaufman yang sering dikombinasikan dengan elemen super strange, namun unik dan memberikan kejutan di akhir. Namun tidak, I Heart Huckabees lebih mirip observasi atau percobaan tentang karakter-karakter di dalamnya, yang sangat susah untuk diikuti (dari jalan cerita). Cerita melibatkan banyak karakter dan juga melibatkan banyak pendekatan, dan kata-kata absurd membuat komedi ini sangat asing. Film ini membangun cerita melalui karakter-karakter ekstrem para pemainnya, seperti pecinta lingkungan, seorang brand ambassador (atau semacamnya) yang mempertanyakan kecantikannya, seorang pemadam kebakaran yang anti penggunaan bahan bakar, plus para detektif aneh. Salah satu karakter yang paling real adalah karakter Jude Law sebagai seorang executive manipulatif yang mempunyai dua sisi, untuk korporasinya, dan juga untuk koalisinya. Hanya itu. Yang lain, karakter ini bertindak dan berpikir diatas “pemikiran” nalar manusia.

Beruntunglah pacing dalam film ini cukup cepat sehingga film ini masih dinikmati (namun kurang bisa untuk diikuti.) Film yang benar-benar ditopang cast-nya ini cukup membantu ketika mereka bisa menopang karakter karakter tidak lazim dengan atraktif, terutama penampilan Isabelle Hupert yang menarik perhatian.

Film yang memperdebatkan antara “dunia ini saling terhubung” versus “dunia ini merupakan susunan random” nyatanya kurang terjawab di akhir film. Mungkin film ini akan sangat cocok dengan mereka yang memahami tentang filosofi atau pembelajaran karakter, namun I Heart Huckabees is too weird, too strange, unexplainable, and I don’t know what it means, not for me, just not for me.

Walaupun begitu, film ini paling tidak memberikan satu indikasi bahwa Russel adalah sutradara yang mumpuni, dengan tema yang sama sekali tidak familiar, dan bisa dikatakan sangat aneh, sangat susah untuk disampaikan, film ini mampu berjalan selama 2 jam, tanpa terlalu menyiksa penonton. Yah, sekali lagi, thanks to its cast.

Trivia

Film debut untuk aktor Jonah Hill, dia mendapatkan sedikit peran kecil disini (I thought it’s cameo).

Quote

(first line) Albert Markovski         : Mother-fucking, cocksucker, mother-fucking, shit-fucker, what am I doing? (sounds promising, right ?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s