The Changeling (1980) : Haunted Mansion’s Presence of A Spectre and Mystery Behind The Wall

Director : Peter Medak

Writer : William Gray, Russell Hunter

Cast : George C. ScottTrish Van DevereMelvyn Douglas

About

Apa yang  terbesit di pikiran ketika mendengar kata horor, rumah berhantu, kotak musik, pindahan, hantu anak kecil, sumur, loteng, piano, yep mungkin itu semua wajar berada di sebuah film horor. Salah satunya The Changeling. The Changeling adalah film horor asal Kanada ayang bercerita tentang seorang komposer sekaligus dosen, John Russel (George C Scott) yang berusaha move on dari kematian istri dan anaknya yang tiba-tiba dan tragis. Ketika pindah ke Seattle dan menyewa sebuah rumah kuno dan langks, John Russel merasakan ada sesuatu yang ganjil di dalam dan ingin berkomunikasi dengannya. Dengan bantuan temannya, yaitu Claire (Trish Van Devere), John mengungkap rahasia tentang kematian seorang anak yang berhubungan dengan senator philanthropist setempat, Joe Charmichael (Melvyn Douglas).

“Fear-free, gore-free, jump scare-free, but is it supposed to be horror, right ?”

Film The Changeling menghadirkan scene awal dengan solid dengan bagaimana karakter John Russel masih terikat secara emosi dengan anak dan istrinya. Scene-scene awal ini memang agak lambat plotnya dan juga penonton dibawa ke lingkungan baru, misteri baru, sehingga penonton merasa ingin tahu, namun sangat clueless. Yang menarik dari karakter John Russel ini adalah karakter ini mempunyai sisi inteligen “diatas rata-rata” untuk menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan kasus pembunuhan, senator, dan polisi. That’s good thing. Di lain pihak, karakter John Russel ini menjadi karakter yang bisa dikatakan “karakter paling stay cool yang mendapatkan leading role di sebuah film horor”, ketika ia berinteraksi dengan arwah / spirit, tidak ada ekspresi yang berlebihan, mungkin lagi-lagi kaitannya dengan tingkat inteligensi-nya sebagai seorang dosen. Buruknya, sifat “stay cool” ini kadang tidak membawa penonton untuk merasa ikut takut juga. Sebaliknya, lawan mainnya, Claire, lebih menunjukkan ekspresi ketakutannya terhadap berbagai interaksi.

Film haunted house yang melibatkan sebuah rumah besar bergaya Victorian ini sebenarnya mempunyai beberapa moment eksplorasi rumah yang chilling disertai dengan scoring yang mumpuni namun tidak remarkable. Jika disebut sebagai cerita haunted house, film ini merupakan salah satu film horor yang paling solutif dan tidak memberikan penonton solusi jalan buntu. Namun dengan seiring berjalannya cerita, film ini banyak melakukan banyak investigasi (yang sebenarnya cukup baik di film horor). Jika dibandingkan dengan film horor The Ring yang mencoba mengungkap misteri sebuah video tape sampai mendatangi sebuah pulau, sisi investigasi The Changeling hanyalah sebatas source arsip dan berlalu terlalu real, tanpa meninggalkan sisi “seram” untuk sebuah film horor.

Plot hole juga terdapat pada komponen utama dalam film horor, yaitu hantu. Ketika hantu ingin berkomunikasi dengan manusia, meminta bantuannya, dan dia mempunyai cukup energi untuk menutup pintu, memainkan piano, mengambil bola, bahkan menjalankan sebuah kursi roda, ketika dia tidk mengambil kertas dan menulis apa yang ia inginkan. Point-nya adalah komponen hantu di film ini mengalami kebingungan untuk menjalani interaksinya dengan manusia, dan terlalu banyak menimbulkan pertanyaan dari sang karakter, “What do you want from me ?”. Hantu pun tidak disertai dengan beberapa image efektif, hanyalah sekilas bayangan masa lalu , sehingga tidak ada image-image yang disturbing, namun juga dengan begitu naturalnya si hantu, hantu ini tidak efektif.

The Changeling hanyalah horor biasa yang mengandalkan scoring, kegelapan, tone tempat gelap, dan juga misteri. Sisi misteri inilah yang mungkin masih bisa membuat film ini tetap ditonton dalam durasinya yang hampir dua jam.

Trivia (with-s)

I don’t know it’s trivia or not, but when I watched this movie, I watched another movie in my mind, yep it’s The Conjuring.

Terdapat beberapa elemen yang mengingatkan film ini dengan hit horror tahun ini, yaitu The Conjuring, apa saja itu ? Ini dia.

–          Karakter utamanya mengalami sesi pindahan ke rumah baru (biasalah dalam film genre ini, Amytiville Horror ?)

–          Film ini melibatkan kotak musik, dan juga ending dari kedua film, diakhiri dengan scene kotak musik yang sedang bermain (yep, some horror involves music box)

–          Hantu anak kecil mempunyai peran di kedua film (ini lagi, banyak kali mungkin)

–          Jika di The Conjuring mempunyai scene kursi goyang + Annabele yang mecekam, film ini mempunyai scene kursi roda yang berjalan sendiri.

–          Melibatkan paranormal, medium atau apapun.

–          The Conjuring menghadirkan basement rahasia, The Changeling menghadirkan loteng dengan pintu masuknya yang rahasia.

–          Hantunya suka banting pintu.

–          Melibatkan piano (eh itu Insidious Chapter 2 deng)

–          Jika The Conjuring aksi setannya mulai jam 3.03 (iya kan ?), The Chalenging mulai jam 6 pagi, dengan melibatkan proses interaksi lewat suara.

–          Melibatkan alat recording

Yah, sepertinya itu semua segala formula untuk film horror, JUST FOR FUN !

Quote

John Russell : You goddamn son of a bitch. What is it you want?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s