Captain Phillips (2013) : Dangerous Days at Sea of Hijacking by Somali Pirates and Look Closer on Both Sides

Director : Paul Greengrass

Writer : Billy Ray, Richard Phillips

Cast : Tom HanksBarkhad Abdi, Catherine Keener

About

We have seen Hanks on an island. We have seen Hanks in space. How about terminal ? We have seen it. Jika di tahun lalu, kita melihat Denzel Washington menyelamatkan sebuah pesawat terbang, salah satu film (yang agak mirip) di tahun 2013 yang menjadi contender Oscars juga berhubungan dengan alat transportasi. Yep ! Kapal laut yang dipimpin oleh Captain Phillips.

Captain Richard Phillips sendiri merupakan sosok real yang hidupnya seketika berubah dengan moment krusial saat kapal kargonya dibajak oleh para pirates Somalian pada bulan April 2009. Aksinya sangat mengundang decak kagum, walaupun juga menimbulkan beberapa kontroversi di dalamnya. Empat tahun setelah kejadian tersebut, biopic Captain Phillips pun difilmkan dan tidak tanggung-tanggung, Paul Greengrass (sebelumnya menangangi film seperti Bourne, dan lain-lain) yang memang terkenal sangat jago dalam mengurusi film-film berbau real-life.

Captain Richard Phillips (Tom Hanks) adalah seorang kapten yang sedang mengajari para crew-nya untuk lebih bisa disiplin dengan sisi security untuk menanggapi perairan yang memang belakangan tidak aman. Di hari ia berlayar pada sebuah kapal kargo, ia mendapatkan banyak firasat buruk tentang pembajakan yang sering dilakukan oleh para “nelayan’ Somalian. Benar saja, dua buah kapal mendekati kapalnya dengan kecepatan yang tidak biasa, namun pada saat itu masih dapat ia atasi. Di hari berikutnya, sebuah kapal yang sama dipimpin oleh leader nekat (Barkhad Abdi) kembali mendekati kapalnya, yep tentu saja, mereka berhasil.

Film ini menjadi contenders Oscars terutama untuk sutradara dan juga kualitas acting Tom Hanks (yep, he got two shots this year, maybe his role as Walt Disney will make it too.)

Building up the tension pretty well, shaky camera makes it real, and kind of ironic when tragedy happens in a LIFEboat.

Hanks is convincing and his last punch to the ending, uhm, yeah that’s top notch performance.

Treating Somalian pirates as real characters instead of bad guys “bad guys” makes us care with both side, not only Hanks’.

Film diawali dengan persiapan Captain Phillips dan juga background family darinya, dengan Andrea (Chaterine Keener), yang bisa dikatakan “totally wasted” dan lebih terlihat seperti penampilan cameo (namun mendapatkan credit). Not a really good opening scene.

Penggunaan handheld camera memang sangat terlihat dari pengambilan gambar yang terlihat shaky. Pengambilan gambar seperti ini memang terlihat sangat mengganggu untuk beberapa orang, dan iya, memang sedikit agak menjadi distraksi pada scene-scene awal terutama ketika intensitas adrenalin pada film belum terpompa. Namun seiring berjalannya durasi, dengan intensitas tension yang dibangun perlahan namun pasti, shaky camera ini lebih menggambarkan keadaan real dari peristiwa pembajakan kapal. Jika anda berpikir the main show berada di dalam kapal kargo (seperti yang ditunjukkan pada trailer), hmmm, main show justru terjadi pada saat scene di life-boat yang lebih menunjukkan interaksi intens antara Captain Phillips dan juga para perompak.

Sisi yang menarik dari film ini adalah film ini berhasil menggambarkan dua buah keadaan baik dari sisi Tom Hanks selaku protagonist dan juga dari sisi para perompak yang terdiri dari 4 Somalia bersenjata sebagai antagonistnya. Hanks tentu saja meyakinkan seperti biasa, dengan ketenangan, tanggung jawab dan keterampilannya sebagai kapten ia benar-benar tampil meyakinkan. Penampilannya ini benar-benar ia tampilkan secara berkala sehingga dinamikanya terasa, sebelum ending ia melakukan “last punch” yang benar-benar membuktikan kualitas akting dan dijamin akan menyentuh hati siapapun yang melihatnya.

Aktor antagonist diperlakukan sebagai real character yang mempunyai motive, background hidup yang membuatnya bertambah real, dan penonton juga dibuat peduli dengan karakter antagonist ini. Mereka tidak hanya berperilaku sebagai bad guys yang berkewajiban melakukan perbuatan jahat dalam sebuah film, namun mengapa mereka melakukan perbuatan jahat juga lebih dieksplor. Terkesan elemen terpaksa, putus asa dan juga men-sugesti positif untuk keadaan terdesak yang sedang mereka alami. Aktor antagonist ini benar-benar dapat ditunjukkan oleh leader mereka Barkhad Abdi, menciptakan sebuah karakter yang kompleks di tengah keterbatasannya dalam “menjelaskan karakternya” ke penonton. Disinilah, sebenarnya antagonist sebaiknya dibangun, penonton juga diberikan kesempatan untuk menggali lagi sisi antagonist sebuah film, mengapa mereka melakukan tindakan dan tidak hanya sekedar bang-bang-bang atau tokoh antagonist yang menyeramkan atau eksploitatif namun memiliki karakter kosong.

Proses negosiasi di dalam kargo terbukti lebih efektif dibandingkan dengan moment yang berada di lifeboat. Ketika di dalam kargo, setiap perkataan yang dilontarkan lewat HT merupakan kalimat-kalimat implisit yang menentukan strategi perlawanan terhadap para perompak ini, membuat film ini menjadi film yang tactical dan terlihat pintar. Sementara ketika di dalam lifeboat, terdapat beberapa moment stuck yang membuat regu penyelamat tidak ubahnya seperti penonton dan idiot, dan harus membiarkan Tom Hanks untuk melakukan aksinya sendiri. Namun hal ini dibayar mahal oleh film yang benar-benar memompa adrenalin (I can’t breath) di 20 menit terakhirnya. Dua puluh menit terakhir adalah scene perjuangan yang menggambarkan tidak hanya kemenangan, namun juga sebuah ironi terhadap sebuah realita.  Film ini juga lebih berkonsentrasi pada kronologis peristiwa pembajakan sehingga unsur “family” dari Captain Phillips memang kurang tereksplorasi walaupun tersentuh juga pada bagian akhirnya, namun itu bukanlah hal buruk, film ini memang benar-benar fokus kejadian sehingga tidak terlalu banyak distraksi.

Saking intens-nya, film ini membuat kita lupa bahwa sebenarnya film ini merupakan film biopic yang menceritakan tidak hanya Tom Hanks sebagai tokoh heroic Captain Phillips namun juga cerita dari sisi para perompaknya. Film ini selayaknya menjadi film dokumenter namun lebih menghibur dengan para aktor dan sutradara mumpuni di dalamnya.

Trivia

Disyuting di laut Mediterania.

Quote

Officer : Chances are they’re just fishermen.

Captain Phillips : They’re not here to fish.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s