Girl Most Likely (2013) : Is This Bridesmaids’ Spin-Off “Someone Who’s Hitting Bottom” and Her Troubled Mother ?

Director : Shari Springer BermanRobert Pulcini

Writer : Michelle Morgan

Cast : Kristen WiigAnnette BeningMatt Dillon, Darren Criss

About

I gotta say, I am kind of tired watching movies which tries to replicate Bridesmaids success. Yah dengan tidak adanya kabar bahwa Bridesmaids akan dibuat sekuel (berharap tidak akan pernah dibuat), beberapa film sepertinya masih terbayang-bayang untuk mengikuti kesuksesannya. Yah, walaupun tidak fair juga mengatakan demikian, yep let’s say Bachelorette, uhm, let’s say Friends with Kids (ehem, yang ini agak enggak si, walaupun bisa dikatakan reuninya Bridesmaids). Karir para pemain, bahkan sutradaranya berubah, lihat saja Paul Feig yang sepertinya semakin produktif atau McCharty dan Rose Byrne.

Tanpa kecuali, pemain SNL yang satu ini, dinominasikan untuk screenplaynya, Kristen Wiig langsung berubah menjadi leading lady yang memimpin beberapa film ke depan. Loveship Hateship ? Bermain sebagai “peran penting” di Despicable Me 2 (di Despicable Me 1 ia hanya mendapat peran kecil), Walter Mitty dan juga Anchorman 2. Yes ! Salah satunya film yang satu ini, film ini bahkan sempat diberi judul Imogene (nama karakter Kristen Wiig) sebelum berubah menjadi Girl Most Likely.

Karena berhubung akhir-akhir ini sedang hobi “compare” film, hayuklah kita compare film ini dengan Bridesmaids dari segi cerita.

–          Imogene (Kristen Wiig) adalah penulis play yang sukses dengan kehidupan, yah begitu juga dengan karakter Annie di Bridesmaids, seorang pembuat kue yang cukup sukses juga.

–          Sampai Imogene terhanyut pada kehidupan kelas elit dan tidak lagi menulis play, sampai akhirnya ia ditinggalkan pacarnya. Begitu juga dengan Annie, yang terkena dampak krisis 2008 kemudian ditinggalkan pacarnya.

–          Mendekati waktu yang bersamaan, ia juga dipecat dari sebuah kantor majalah, Annie juga dipecat dari toko perhiasan.

–          Sampai akhirnya Imogene memutuskan untuk bunuh diri namun tidak berhasil, dan …….

–          Ia harus tinggal bersama Ibunya, Zelda (Annette Bening) yang super eksentrik. Annie juga tinggal bersama Ibunya.

–          Jika Annie memiliki roommate yang creepy, di rumah Ibunya ini, Imogene juga bisa dikatakan punya roommate yaitu Lee (Darren Chris).

–          Dari sinilah Imogene berusaha untuk mengembalikan kejayaan hidupnya.

Okay persamaan cerita belum dihitung dari ; adegan tertabrak mobil kemudian berurusan dengan polisi, teman-teman Imogene yang mengingatkan pada sosok Helen di Bridesmaids, ayah Imogene yang meninggalkannya saat kecil, uhm okay I am done.

“Losing its enthusiasm after Darren Chris performs on stage, (which is so lame, not cool at all), wasted the main character, Zelda, as eccentric mother, and I don’t know what’s left.”

Okay, Kristen Wiig is a game here. Masih bisa bersinar dengan karakternya yang memang tidak jauh dengan karakter Annie, paling tidak itulah yang mempu membawa film ini sampai akhir walaupun sepertinya terjadi misfire sepanjang film ini berjalan. Beruntungnya, Kristen Wiig mampu mengubah atau menjaga sebuah karakter untuk tetap mengundang care, atau tetap disukai penonton disamping sifatnya yang benar-benar menjengkelkan. She hates everybody.

Dengan tidak adanya kejutan, dengan adanya cerita yang cukup familiar, sebenarnya lebih mengharapkan film ini lebih banyak menampilkan hubungan antara Ibu dan anak yang sebenarnya cukup menarik dan mengalir untuk disimak. Apalagi Annette Bening sebagai aktor kawakan sepertinya cukup bisa mengimbangi sisi “komedik” dari Kristen Wiig ketika mereka berinteraksi berbagi layar. Hadirnya Matt Dillon juga memberikan angin segar sepanjang sepertiga film ini berjalan. Karakter-karakter ekstrem ini benar-benar terbuang di sepertiga terakhir, yang membuat film ini langsung kehilangan magnet.

Namun, terdapat substory yang sebenarnya cukup membuat “mati rasa” yaitu hubungan Kristen Wiig dengan Darren Chris, keduannya memiliki cukup easy chemistry, namun ketika film berkonsentrasi pada hubungan mereka berdua, serta kehidupan “kota” Imogene yang melibatkan teman, ayahnya “yang masih hidup”, semuannya berjalan flat datar dan generic. There’s no spark here. WHERE’S THE SPIRIT ??? Yah bisa dikatakan, jika Bridesmaids hanya berkutat pada masalah ituuuu saja, namun Bridesmaids menjadi fokus. Berbeda dengan film ini, yang sebenarnya cukup mempunyai banyak plot untuk dirangkum namun tidak dapat dieksekusi secara meyakinkan. Bahkan untuk sebuah scene (revealing Matt Dillon karakter), yang seharusnya bisa nendang, bisa dieksekusi lebih komedik atau menegangkan, sepertinya scene ini hanya menjadi scene setengah-setengah.

Di bagian screenwriting, skenario tidak terlalu buruk, terutama dari segi para pemainnya memainkan dialog, beberapa masih terdapat line-line yang smart, yang masih bisa dijadikan quote, atau line-line ini masih bisa memberikan efek “twisting” yang sebenarnya cukup enak untuk disimak.

Hasilnya Imogene hanya menunggu saat ending, dimana endingnya juga benar-benar seperti mendapatkan shortcut untuk menuju sebuah happy ending.

Quote

Zelda : Sometimes you need to see the snake in the bush to know it’s really there.

2 comments

  1. woooo…ini yg judul aslinya Imogene itu ya?
    so, Darren jadi s8 guy di film ini……interseting ! ahaha, bakal keinget Blaine terus pasti kalo gw nonton ni pilem

    penasaran Wiig vs Bening

    1. Yeah, it’s Imogene in the first place
      Darren kills this movie with HIS LAME dance…..ahahahahaha

      Not quite a fight, between Bening and Wiig, since Bening is totally underdeveloped

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s