The To Do List (2013) : “Flick The Bean” Comedy, Straight A Student Tries to Lose Virginity

Director : Maggie Carey

Writer : Maggie Carey

Cast : Aubrey PlazaJohnny SimmonsBill Hader, Scott Porter, Connie Britton, Clark Gregg

About

Raunchy comedy, let’s say Superbad, The 40 Years Old Virgin, yeah a lot of that. Jika kebanyakan melihat sebuah comedy berlabelkan dengan rating R, kemudian berhubungan lagi dengan “melepaskan keperawanan”, yah mungkin kita sering melihat tokoh sebagai leading role-nya adalah laki-laki, atau lebih “male-sentris”, namun The To Do List, yang disutradarai oleh seorang wanita, ingin menggambarkan “how to lose virginity” dari perspektif seorang perempuan.

Dan leading role untuk film ini adalah Aubrey Plaza, memang kurang familiar, dan juga mungkin kurang A list, namun kita sempat melihatnya mendapatkan peran kecil di Scott Pilgrim arahan Edgar Wright, atau hit indie tahun kemarin, Safety Not Guaranteed.

The To Do List mungkin bisa digambarkan sebagai The Bucket List namun semuanya berisi tentang sex, yeah, blow job, hand job, dry hump (okay I am not gonna give you sex encyclopedia). Di setting pada tahun 1993, Brandy (Aubrey Plaza), straight A student, yang sebentar lagi akan menginjak bangku perkuliahan merasa dirinya kurang berpengalaman dalam hal sex, oleh tekanan temannya, dan juga kakaknya, akhirnya membuatnya membuat serentetan daftar “kegiatan sex” yang akan ia lakukan sebelum ia masuk kuliah dimana “final project” dari list ini adalah Rusty Water (Scott Porter) yang menjadi pujaan para gadis. Sementara itu, ada pemuda baik-baik, Cameron (Johnny Simmons) yang merupakan teman baik Brandy yang juga menyukai dirinya.

“I am surprised, she really did the list, though it’s imbalance, sometimes, but yeah, it’s still a good comedy.”

Sebenarnya tokoh Brandy mengingatkan kita dengan Ellen Page di Juno, atau mungkin yang lebih mirip Emma Stone di Easy A, sama seperti mereka berdua, Aubrey Plaza mampu menjelma menjadi leading lady yang konyol dan mampu membawa suasana sepanjang film. Namun, dari segi script yang hanya berkutat bagaimana tokoh Brandy ini melakukan daftarnya, membuat karakter Brandy terkesan lebih stagnant di sepanjang film. Yeah, kurang ada dinamika.

Jika kebanyakan komedi, lebih bermain aman, yeah even American Pie, yang lebih mengandalkan jokes dari segi nudity atau semacamnya, sebenarnya sebuah kejutan ketika storyline dari The To Do List melakukan “list-nya” satu persatu, tanpa basa-basi, dan membuat terkejut karena, yeah, “she’s a woman”.  Sisi yang tidak mengumbar nudity (hampir tidak ada nudity yang berlebihan) diganti dengan moment-moment “jaw-dropping” yang terkadang ektrem dan mempunyai level yang lebih menjijikan namun moment ini masih tetap fun.

Jebakan karakter yang cenderung mengarah “slutty” menuju akhir film ini, sepertinya masih bisa diubah oleh Aubrey Plaza, sehingga tokoh Brandy lebih menonjol “lucunya” daripada sisi slutty dan mean spirited-nya, sehingga karakter mempunyai likeability yang tidak menjengkelkan penonton.

Berhubungan dengan komedi serupa, sepertinya sudah menjadi formula, bahwa komedi seperti ini selalu diimbangi dari sisi pemeran orang tua yang tidak “konvensional” namun malah cenderung cool dan keren. Yah lihat saja, karakter orang tua Juno, they are cool. Orang tua Olive Pendherghast, totally cool, yeah seperti itulah mungkin yang ingin ditunjukkan oleh sang penulis naskah Maggie Carey. Tokoh orang tua ditunjukkan dengan memperlihatkan perbedaan dari Ibu Brandy (Connie Britton) yang sangat suportif, dan ayah Brandy (Clark Gregg) yang sangat kolot tentang sex namun menunjukkan perhatiannya dengan sangat lucu.

Selain Connie Britton, dan Clark Gregg, para pemain pendukung seperti Bill Hader, Andy Samberg, Christopher Mintz Plasse, Johnny Simmons yang sudah tidak usah diragukan lagi akting komikal mereka di film-film komedi seperti ini.

Sisi negatifnya adalah film ini terasa seperti fragment-fragment sketsa setiap list yang ada di dalam cerita, membuat film ini terasa kurang menyatu dan berkesinambungan, entah kenapa merasa demikian, mungkin karena film ini lebih berkonsentrasi pada “do the list” ketimbang “the list effect to the character”, membuat film, seperti yang dikatakan diawal, pada poin-poin tertentu berjalan di tempat,  walaupun di sepanjang film disertai dengan banyak sharp jokes yang lebih banyak “hit” daripada “miss”.

Berbicara tentang virginity dan sex sendiri, mungkin banyak film yang menganggap “the moment” sebagai third act sebagai sesuatu yang krusial, sebagai sesuatu yang paling ditunggu-tunggu, dan sering pula akhirnya sang karakter terjebak pada keputusan klise tentang melepaskan keperawanan. Namun tidak di The To Do List, yang menjadi salah satu kejutan di ending film ini, “the moment” pada film ini berlangsung begitu saja, tanpa ada yang spesial, dan menariknya tercipta sebuah perspektif baru tentang sex dari sang tokoh utama (yah, terlepas dari perspektif “sex is only sex” itu benar ataupun salah.

Trivia

Baik Aubrey Plaza dan Johnny Simmons menjadi pemeran pendukung pada film Scott Pilgrim Versus The World.

Quote

Brandy : ….. I learn to pearl necklace him. Huh. Actually it sounds elegant.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s