Frances Ha (2013) : Exploring Life of Mid Twenties Dancer in Black and White New York

Director : Noah Baumbach

Writer : Noah Baumbach

Cast : Greta Gerwig, Mickey SumnerAdam Driver, Michael Zegen

About

Greta Gerwig, mulai mengamati aktris yang satu ini setelah ia mendapatkan peran kecil di komedi mainstream, No Strings Attached bersama Natalie Portman dan Ashton Kutcher, walaupun sebelumnya ia juga telah bermain film namun dengan skala rekognisi yang masih terbatas. Setelah muncul di No Strings Attached, ia juga mendapatkan peran yang jauh lebih besar seperi di Damsels in Distress dan juga Lola Versus. Walaupun, setelah menonton kedua film tersebut, film tersebut cenderung mengecewakan.

Barulah di tahun 2013, Greta Gerwig bergabung kembali bersama director sekaligus screenwriter Greenberg, yaitu Noah Baumbach. Tidak hanya sebagai pemain di title role, Greta Gerwig disini juga berperan sebagai screenwriter.

Frances Ha sendiri merupakan film yang bersetting di dunia modern, dunia saat ini, namun memilih untuk menayangkannya dengan warna hitam putih (yeah, di tahun ini Josh Whedon juga membuat film hitam putih dengan Mush Ado About Nothing). Entah, sedang hits atau apa, sejak kehadiran The Artist yang menghadirkan sisi “magical” film hitam putih di teather 2 tahun yang lalu dan juga mendominasi award season, film hitam putih ini mempunyai daya tarik sendiri.

Frances Ha, seorang penari amatir yang hidup di kota New York. Hidupnya semula biasa saja, dan cenderung normal. Mempunyai pekerjaan, mempunyai pacar, mempunyai sahabat yang selalu menghiburnya, juga mempunyai apartment. Ketika sang pacar memintanya untuk “move in” di apartemennya, Frances (Greta Gerwig) terpaksa menolak karena ia lebih nyaman tinggal bersama sahabat dekatnya, Sophie (Mickey Sumner). Namun, dalam saat yang hampir bersamaan, Sophie malah memutuskan untuk pindah dan meninggalkan Frances. Tidak bisa membayar uang sewa, Frances pun akhirnya terpaksa pindah ke dalam apartment kedua teman laki-lakinya, Benji (Michael Zegen) dan Lev Shapiro (Adam Driver). Masalah tidak hanya berhenti di situ saja, Frances diberhentikan dari pekerjaannya sebagai dancer untuk sementara membuatnya juga harus pindah dari apartmen Benji dan Lev. Disinilah Frances harus berjuang menata dirinya yang kehilangan arah, sekaligus, dalam waktu yang bersamaan, harus melihat kehidupan teman-teman dekatnya semakin membaik, sementara kehidupannya sendiri berjalan ke arah berkebalikan.

“Exploring the city, exploring 20-something.”

Terakhir menonton film hitam putih adalah To Kill Mockingbird, dan harus dikatakan, walaupun film ini mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi, namun film yang dibuat tahun 60an ini tetap saja terdapat bagian-bagian yang membosankan. Yeah, I know, in this kind of modern world and technology, colorful motion picture is more colorful. Namun, film hitam putih sepertinya banyak diangkat kembali, dan sepertinya faktor inilah yang membuat film Frances Ha terasa lebih spesial dibandingkan dengan film “hitting bottom in 20 something” lainnya.

Music

Music di film ini sangat menyenangkan, mudah didengarkan dan membuat ini terasa light, walaupun kondisi “hitam putih” yang membuat kecenderungan sebuah film untuk “semakin berat” untuk ditonton. Yeah, walaupun film hitam putih identik dengan film “jadul”, klasik, ataupun sebagainya, amun pemilihan musik terkesan modern, yang membuat film ini semakin ingin menunjukkan kehidupan modern kota New York di frame hitam putih.

City

Berbicara tentang setting tempat, Frances Ha banyak melakukan adegan-adegan yang tidak hanya berlalu sepintas, namun juga berani mengajak penonton untuk mengeksplorasi kota-kota yang menjadi setting. Slah satu adegan yang paling menarik, dan juga menjadi scene terbaik di film ini adalah, ketika Greta Gerwig menari sambil berlari sepanjang jalanan kota New York, that’s so marvelous.

Greta Gerwig

I like Gerwig, mungkin perannya yang satu ini akan mengingatkan pada perannya di Lola Versus, yang sama-sama wanita yang sedang kehilangan “segalanya”, namun disini Gerwig tidak tampil se-depresif Lola, dan tidak se-menyebalkan Lola. Gerwig tetap tampil menyenangkan tanpa banyak menunjukkan ekspresi “total depresi” ke penonton, yang membuat penonton juga merasakan simpati pada karakter Frances. Ditambah, dengan chemistry antar pemain dengan Frances yang terkadang saking mengalirnya, membuat penonton melupakan sisi hitam putih dari film ini. Persahabatannya dengan Sophie juga terasa ada interaksi matang dan akrab akan keduanya. Kemudian, Gerwig, yang juga ditambahkan dengan character personality-nya yang cukup “immature” dan komponen dance, membuat sisi karakter Frances ini terkesan masih energic (namun juga elegan, terlihat dari muka Gerwig yang cantik, namun condong ke cantik klasik) disamping masalah-masalah yang harus dihadapinya.

Berbicara tentang kehidupan 20-something, film ini terasa enganging dengan kehidupan untuk para penonton yang berusia 20 atau lebih (even for me, 23, dan tidak hidup di New York). Frances Ha memberikan cerminan seorang wanita yang tidak cukup serius untuk menjalani hidupnya. Kehilangan teman-temannya secara tidak langsung, dimana para temannya sepertinya “tidak peduli” dengan apapun keadaannya, ditambah ia dipecat dari pekerjaannya, tidak mempunyai tempat tinggal, sampai sisi ketika ia dalam keadaan “labil” dan harus tinggal bersama kedua orang tuanya. I feel that. Di durasi tertentu, karakter Sophie yang digambarkan di sepanjang film sebagai karakter yang cenderung egois, akhirnya juga mendapatkan revelation bahwa sebenarnya setiap orang memiliki masalah, hanya saja kadang kita tak pernah mendapatkan sisi untuk melihatnya. Untuk sebuah film yang tidak menayangkan segala sesuatunya secara ekspilist namun penonton masih bisa merasakannya, that’s a magic, I think.

Frances Ha mampu menangkap sisi realistis (yang mungkin sering ada di film-film indie) lewat scene-scene yang terkesan biasa namun mempunyai dialog yang mengalir dan berarti, tanpa menghilangkan sisi entertainment dalam sebuah film, membuat film ini tidak terkesan sebagai sarana idealis bagi para filmmakernya.

Trivia

Orang tua karakter Frances di film ini merupakan orang tua Greta Gerwig di dunia nyata.

Quote

Frances : We are like lesbian couple that doesn’t have sex anymore.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s