Terms of Endearment (1983) : Mother Daughter Relationship with Eleven Oscars Nominations

Director : James L. Brooks

Writer : James L. Brooks, Larry McMurtry

Cast : Shirley MacLaineDebra WingerJack Nicholson, John Lithgow

About

Film ini memenangkan lima dari sebelas nominasi, termasuk Best Picture, Best Director, sampai Best Writing. Tidak hanya itu saja, film ini juga diperankan beberapa aktor/aktris yang juga mendapatkan empat nominasi di kategori akting dimana Shirley Maclaine memenangkan Oscar pertamanya, dan Jack Nicholson memenangkan Oscar keduannya setelah berperan di One Flew Over the Cuckoo’s Nest.

Tidak salah jika ekspektasi akan film ini lumayan besar selain film ini juga dianggap salah satu film tear-jerker terbaik dengan penampilan solid para pemainnya.

Kehidupan tentang ibu dan anak dibahas dalam film ini dan bisa dikatakan sebagai main course-nya. Aurora (Shirley Maclaine), seorang ibu yang sangat protektif dan sangat “freak control” terhadap anaknya, Emma (Debra Winger). Setelah kematian suaminya, Aurora semakin posesif termasuk ketika Emma telah beranjak dewasa dan siap menikahi laki-laki pilihannya, Flap (Jeff Daniels). Karena sifatnya, tentu saja Aurora tidak setuju bahkan tidak menyukai Flap, namun saking mengertinya Emma akan sifat ibunya, hal itu tidak menjadi masalah. Pasangan Ibu dan anak ini kemudian dipisahkan ketika Emma harus mengikuti suaminya yang bekerja di luar kota Texas. Sementara Emma menjalani kehidupan rumah tangga di Texas yang tidak mulus karena masalah keuangan, mengurusi ketiga anaknya, hingga hadirnya orang ketiga, kehidupan Aurora kini tinggal sendiri dan cenderung kesepian. Hingga ia menjumpai tetangga, yang merupakan mantan austronot, dan penjerat wanita, Garett (Jack Nicholson), seorang laki-laki unik yang membuat Aurora mempunyai minat kembali terhadap laki-laki walaupun usianya sudah menjelang tua.

“It has charms, good acting (especially Maclaine and Nicholson, they have no difficulties to act this kind of character), but I think it’s a little bit overrated, I think.”

Okay berbicara tentang Jack Nicholson di film ini, sepertinya tidak ada yang spesial dengan aktingnya, hanya saja sepertinya karakter Garret yang womanizer, sepertinya mendapatkan aktor yang cocok untuk memainkannya. Tentu saja, Jack Nicholson sepertinya tidak mendapatkan kesulitan untuk memainkan karakter yang bisa dikatakan “menyerupai dirinya”, apalagi ditambah ketika ia memakai tuxedo dan kacamata, yeah it’s him ! Kurang lebih sama dengan Jack Nicholson, Shirley Maclaine, memerankan ibu posesif dengan sifatnya yang sedikit judes (hmmmm, yeah, I watched Bernie and Steel Magnolias first), yeah peran seperti itu sepertinya sudah familiar untuk Shirley Maclaine.

Jika disebut dengan film “ibu dan anak” mungkin film ini kurang tepat, jika diekspektasikan seperti itu maka harapan untuk film ini akan sedikit meleset. Porsi berinteraksi dan juga berbagi layar antara Aurora dan Emma sendiri mendapatkan batasan long distance relationship yang mereka jalani. Hubungan Ibu dan anak hanya mendapatkan perlakuan di awal dan akhr film, sedangkan di sepanjang film, hubungan ini hanya berupa komunikasi lewat telepon. I gotta say, walaupun porsinya sedikit namun hubungan ibu dan anak ini adalah bagian terbaik dari film.

Film ini lebih banyak menunjukkan bagaimana kehidupan rumah tangga Emma dengan Flat sebagai pasangan muda yang cenderung dinamis, penuh dengan konflik, dan juga terkesan membosankan, walaupun diperankan oleh Debra Winger yang memiliki charm tersendiri di layar sedangkan Shirley MacLaine mewakili generasi berumur yang mempunyai hubungan statis di kehidupannya yang cenderung kesepian sampai ia menemui tokoh Garret dan menjalani hubungan “tanpa status”, dan ketika MacLaine plus Nicholson berbagi layar, i know, i know, it’s kind of awkward than romantic, namun sisi positifnya, paling tidak film ini berani dalam mengekplorasi hubungan mereka berdua.

Terdapat juga satu karakter yang juga dinominasikan Oscar namun hanya memiliki porsi yang kecil di film, dia dalah John Lithgow, berperan sebagai Sam Burn, tokoh yang menjadi lawan affair dari Emma, walaupun dia benar-benar mendapatkan karakternya sebagai seorang laki-laki yang awkward sekaligus kurang puas terhadap perkawinannya, namun ketika ia mendapatkan nominasi untuk porsi ini, I am still surprise. Sebenarnya bukan masalah intensitas waktu di layar, he’s good but is he good enough ? Ketika Viola Davis dinominasikan di Doubt untuk karakter yang cenderung sedikit porsinya, I got the reason, tapi untuk tokoh yang satu ini ? Yeah, kita tidak tahu kompetisi Oscar 1983, sekali lagi.

Berbicara tentang awards yang dimiliki film ini, yeah I am totally impressed. Yeah, walaupun memenangkan kategori utama, I gotta say, I don’t find something special here. Dikatakan overrated atau tidak, yah, Oscars 1983, I haven’t born yet, even I don’t know others nominees. Film ini bukan film yang memiliki best moment di sepanjang film, namun sekali lagi, film ini harus berterimakasih pada cast-nya yan membuat film ini terasa solid sampai akhir. Untuk kategori film tear-jerker, film ini gagal, I don’t cry, I feel so-so.

Kuncinya dalam melihat film ini, jangan berekpektasi banyak dari awards yang didapat. Yah mungkin inilah yang sering menjadi masalah bagi generasi yang lahir sedikit belakangan, ketika banyak orang membicarakan film lama, atau klasik, rating tinggi, award banyak, namun setelah kita melihatnya, kita merasa biasa saja, yeah I know, we all got our own taste.

Trivia

Tokoh Emma sebenarnya ditulis untuk aktris Sissy Spacek

Quote

Aurora : Grown women are prepared for life’s little emergencies.

2 comments

  1. khas James L Brooks nih film mah…
    salah 1 dari sekian bnyak pemenang Best Pic oscar yg ga ‘memenangkan’ ujian waktu… ^^

    though, i loved Shirley & Debra disini…chemistry mereka gw bilang sih dapet bgt…& mengingat in real-life mereka ga akur, berarti akting keduanya emang OK🙂
    (I guess till this day, they still in fought, Debra didnt come Shirley’s AFI lifetime achievement..)

    Dan yeah..ga tearjeaker amat sih ni film sebenernya, tapi adegan paling ‘bikin berkaca-kaca’ buat gw ya pas si Emma ngomong ke kedua anaknya di RS…dont know why..bukan adegan yg nyedihin banget sih, but it thouched me

    1. Actually I re-watch it for the second or even third times, and it’s getting better.

      The best scene in this movie is when Debra Winger has no enough money in cash register🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s