Signs (2002) : Crop Circle, Extraterrestrial, and Losing Faith-End of The World-Uncertainty Story

Director : M. Night Shyamalan

Writer : M. Night Shyamalan

Cast : Mel Gibson, Joaquin Phoenix, Rory Culkin, Abigail Breslin

About

Sixth Sense, yep I like it. The Happening. though some people consider it as worst movie but I still like it. Even The Village. Yah M Night Shyamalan memang pernah menjadi sutradara menjanjikan dengan genre yang menyerempet thriller horror,dan tentu saja twistnya (tidak kaget setelah twist di Sixth Sense merupakan salah satu twist yang paling “jaw dropping”), sebelum ia terjebak pad dua film fantasi berbau science fiction The Last Airbender (bahkan tidak menonton sampai selesai, totally ridiculous) dan AfterEarth (jauh lebih enjoyable dari The Last Airbender namun masih dibawah ekspektasi untuk seorang Shyamalan).

Signs merupakan film thriller berbau science fiction juga yang kembali ditulis sendiri oleh Shyamalan. Graham, seorang mantan reverend (pastor, is it ?) yang juga mempunyai ladang jagung, hidupnya mulai terusik ketika crop circle mulai bermunculan di ladang jagungnya. Bersama anggota keluarga lainnya, adiknya Meryll (Joaquin Phoenix), Morgan (Rory Culkin) dan Bo (Abigail Breslin), fenomena ini masih mereka anggap sebagai sebuah prank yang tidak terlalu mereka anggap pusing. Namun, pemberitaan lewat televisi menceritakan bahwa tanda-tanda crop circle ini menandakan sebuah invasi alien atau makhluk ekstraterestrial yang “bisa” menyebabkan terjadinya “akhir dunia”.

“Kind of half assed execution, there’s a lot of emotional potential (which makes it above average), though it’s not strong like it should be.”

Signs mendapatkan sebuah sentuhan klasik dari awal film yang disertai dengan scoring klasik yang terus terang saja, sangat mencekam. Yeah tidak kaget, jika sosok yang bertanggung jawab di belakangnya adalah sekelas James Newton Howard. Orang yang sama di belakang musik The Sixth Sense.

Melihat film ini seperti penonton kehilangan momentum untuk beberapa scene menakutkan dan ditambah sepertinya Shyamalan ingin menambahkan unsur humor sekaligus beberapa sisi dramatic di screenplay-nya. Yeah, walaupun semuannya tidak berhasil. Film ini seperti kebingungan untuk mencari tone-nya di sepanjang film. Terkadang sisi komedi hadir namun sepertinya hadir dalam waktu yang tidak tepat dan seharusnya ditanggapi secara lebih serius. Ketika sisi serius mulai hadir, sisi dramatic juga tidak begitu sukses untuk mengambil alih perasaan penonton. Maybe it’s just me, but sometmes the dialogue is too reverend-ish, too preachy, or something like that. Hasilnya moment dramatic yang seharusnya bisa mengeluarkan emosi penonton terkesan tidak natural dan terlalu memaksakan. Sisi positifnya, scene dimana Joaquin Phoenix memakai alumunium foil di kepalanya, that is totally priceless.

Dua anak kecil (Shyamalan memang gemar memakai anak kecil sebagai tokoh penting dalam ceritanya, Abigail Breslin dan Rory Culkin jua mengibaratkan dua karakter yang sama sekali bertolak belakang. Ketika Rory Culkin mendapatkan kesempatan berbagi layar untuk beberapa moment dramatis dengan Mel Gibson, dan sebenarnya ia cukup dramatis untuk peran ini. Abigail Breslin datang sebagai salah satu distraksi utama dalam film, terkadang ia memberikan sisi kelucuan, it’s like she’s totally too cute for the movie.

Terus apa yang paling menarik dari film ini ?

Film ini memberikan banyak potensi emosional bagi tokoh utamanya Mel Gibson yang merupakan seorang mantan reverend yang kehilangan faith-nya akibat kematian istrinya yang tidak wajar. Issue losing faith ini kemudian digabungkan dengan kondisi perasaan karakter Graham yang merasa insecure karena dunia sedang dirundung issue kiamat. Totally interesting right, for a dramatic thing ? Belum cukup itu saja, film ini kemudian menggabungkan ketiga kedua unsur tadi yaitu losing faith, end of the world dengan sisi uncertainty dan juga teka-teki dari misteri crop circle, yang tentu saja dengan nama besar Shyamalan sebelumnya, uncertainty dan teka-teki ini akan mengundang sekaligus menantang untuk membuka dan menerka twist apakah yang akan disajikan Shyamalan di akhir film. Kembali ke potensi emosional dari materi dramatis yang berat ini, terdapat kurangnya eksekusi Mel Gibson untuk mengeksplorasi karakternya, ditambah sepertinya peran Meryll mengalami underdeveloped bahkan keika Joaquin Phoenix telah berusaha mengga;li karakternya semaksimal mungkin.

Maybe spoilers.

The twist is not a bullseye. Jika ingin menerka apa yang dibalik misteri crop cicle sepertinya twist ini telah mengeluarkan hint-nya bahwa jelas alien adalah dibalik semua ini. Jika ini dianggap sebagai twist, maka twist yang ini bisa diibaratkan sudah terlalu lelah, karena peran televisi di film ini sepertinya merebut semua porsi karakternya untuk lebih melakukan penyelidikan misteri yang sedang berlangsung.

Namun sebenarnya film ini menghadirkan twist lewat judulnya, yeah Signs. Kemungkinan para karakternya, terutama karakter Graham untuk dapat membaca bahwa sebuah tanda akan berlanjut pada suatu peristiwa merupakan twist yang sebenarnya, walaupun yeah, this twist is not golden.

Slah satu faktor yang paling “mengganggu” adalah motif kehadiran alien di film ini. Tidak memberikan sebuah objek cerita yang cukup “threatening” untuk penonton, alien disini sepertinya mengalami kebingungan dan juga merupakan sebuah karakter yang begitu lemah. Tidak terlalu menantang dan juga mengancam bagi keluarga Graham, alien ini semakin diperparah dengan efek CGI yang terlalu memaksakan dan kasar (yeah, it’s 2002, bit come on). Plot yang kehilangan moment di ending cerita pun menjadi salah satu interaksi paling awkward antara alien dengan manusia.

This movie has its moment, kebanyakan moment yang chilling datang dari misteri ladang jagung yang disertai dengan semilir angin di malam hari, that is the best scary moment here, namun potensi mengerikan lainnya sepertinya disia-siakan begitu saja, seperti moment puncak datangnya alien, bahwa alat komunikasi berupa baby walkie talkie pun tidak semencekam daripada seharusnya (yah beda eksekusi ketika James Wan memanfaatkan baby walkie talkie ini dengan sempurna di Insidious).

Trivia

Film debut untuk Abigail Breslin

Quote

Police : What kind of a machine bends a stalk of corn without breaking it?

6 comments

  1. Wah, kalo bagi gw, Signs ini film the best Shyamalan setelah The Sixth Sense, lebih gw favoritin daripada Unbreakable, haha. Tandem Mel dan Joaquin plus Breslin ini justru epik kalo buat gw sih, masa2 indah Shyamalan nih, patut dikenang :’)

    1. Ahahaha,

      Sedih ngeliat Shyamalan sekarang, sbnrnya gue dapet nuansa chillingnya beberapa moment, cuman nuansa dramatisnya g dapet, malah dcombine jokes g pada tempatnya IMO

      1. Ya gpp lah, semoga om Shyamalan come back lagi nanti, padahal film Devil yg ceritanya dia tulis mantep banget tuh, sayang kurang ke ekspos.

      2. Yep, kayaknya dia nggak terlalu jodoh sama science fiction yang terlalu fantasi dan ngandelin visual effect, coba kembali ke genrenya, at least ampe The Happening sampai The Village pun gue suka…..

        Belum lihat Devil, wajib masuk watchlist….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s