Election (1999) : Ethically Morally Tested, Vote Tracy Flick for This Dark Comedy High School Flick

Director : Alexander Payne

Writer : Alexander Payne, Tom Perrotta

Cast : Matthew Broderick, Reese Witherspoon, Chris Klein, Jessica Campbell

About

Election merupakan film karya Alexander Payne yang bercerita tentang pemilihan di sebuah SMA yang mengubah semua pihak yang terlibat di dalamnya.

Okay, ini dia, para kandidatnya.

Candidate 1 : Tracy Flick

ImageWhat are you thinking when you see that face, yeah, this is priceless side of Reese Witherspoon. I don’t freeze it, this movie did it and this is fucking genious. Tracy Flick (Reeese Witherspoon) bisa dikatakan sebagai straight A student yang overachiever, ambisius dan juga perfectionist, and she’s a bitch (now I am judging her). Tidak heran dia mengikuti pemilihan ini, yep that’s something to put in her CV for the college.

Candidate 2 : Paul Metzler

Paul (Chris Klein) adalah Mr. Popular di sekolahnya, sekaligus mantan atlit yang sedang cidera dan sedang berusaha menemukan tujuan hidupnya kembali, salah satunya dengan mengikuti pemilihan di sekolahannya ini.

Candidate 3 : Tammy Metzler

Tammy (Jessica Campbell) tidak lain tidak bukan adalah adik dari Paul yang ingin membalas dendam kepada sahabat baiknya, yang kini menjadi pacar dari Paul.

Semuannya dikumpulkan oleh guru favorit mereka, Mr. M (Matthew Broderick).Guru dengan wajah innocent yang ternyata mempunyai pikiran “nakal” di dalam kepalanya. Disinilah, di pemilihan inilah, semua tokoh diuji. Who’s gonna win and how ?

“It has the (almost) perfect score.”

Election merupakan sebuah alat untuk menguji karakter terhadap situasi dan juga tujuan yang ingin mereka capai, entah bagaimana caranya. Dengan menyajikan multi narasi, yang ditunjukkan dari banyaknya voiceoverpara karakternya, sepertinya film ini menyajikan tontonan yang lebih dinamik dan juga mendalam untuk melihat masing-masing karakter tanpa kehilangan fokus terhadap topik utamanya.

Dark comedy yang diangkat dengan sentuhan komedi yang unik sekaligus tanpa melupakan sisi menghibur. Dark comedy tentang yang benar dan apa yang salah, menurut moral atau juga menurut etik (Honestly, I don’t know the differences) digabungkan dengan konsep “fate”, film ini berhasil menjadi film thoughtful, dan secara pribadi sepertinya “membuka mata”.

Film bersetting di SMA atau high school ini berhasil menyalurkan energi untuk berhingar bingar lewat variasi karakter, mulai dari Tracy Flick merupakan sosok siswa yang paling “mendapatkan ujian” di sepanjang film, ditampilkan dengan nyaris sempurna oleh Reese Witherspoon. Sebuah karakter yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan Elle Woods, seperti di Legally Blonde, tidak kejutan jika dua karakter yang bertolak belakang ini sama-sama dinominasikan di ajang Golden Globe. Tracy Flick merupakan tokoh yang bisa dikatakan paling “dark” dan menciptakan energi (mostly, negatif) di sepanjang film. Walaupun menjadi tokoh antagonist utama dalam film, karakter Tracy Flick ini juga sedikit banyak mengundang simpati dengan karakternya yang cenderung memiliki shallow purpose dalam hidupnya dan merubah prinsip “menghalalkan segala cara”-nya menjadi sesuatu yang ironis. Dua karakter kandidat lainnya, walaupun terlihat mencolok, namun berhasil mengimbangi dominasi Tracy Flick ini. Paul yang naif, Mr. Brightside disandingkan dengan adknya yang seperti bola liar dan berperan sebagai twist dalam jalan cerita.

Dilihat lagi, film ini sebenarnya bagaimana karakter Mr. M versus Tracy Flick sendiri. Jika para kandidat pemilihan mewakili sisi menggebu remaja, Mr. M merupakan sisi “adult” yang memiliki masalah lebih kompleks karena harus berhadapan terhadap efek komplikasi dari karir ke rumah tangganya. Karir mewakili bahwa ia harus bermain secara politik dengan para siswanya, sementara masalah-masalah rumah tangganya merupakan masalah seksualitas yang dipengaruhi oleh karirnya. Disinilah mengapa film bertema “high school” memiliki sebuah visi yang lebih luas dalam melakukan penyampaian pesan berceritanya, sekaligus membuat film ini berada di atas rata-rata dari film-film bertema serupa yang hanya membahas masalah remaja dari kulit luarnya saja.

Ditulis oleh sang sutradara, film ini berhasil memadatkan materi menjadi sesuatu yang menarik untuk disimak dalam setiap scene-nya. Tentu saja, tanpa melupakan sisi komedinya yang dipenuhi dengan dialog-dialog supersharp namun tetap enak untuk ditelinga, tanpa terlihat terlalu dibuat-buat.

Komedi ini dikemas sangat menarik dengan berbagai banyak treatment yang simple namun juga memorable, seperti bagaimana film ini meng-efreeze ekspresi Tracy Flick, itu merupakan hal yang sangat jenius.  Disajikan dengan fast-pace namun masih nikmat untuk diikuti, tidak salah memang jika film ini menjadi salah film high school terbaik.

Trivia

Perbedaan etik dan moral adalah menjadi salah satu topik yang menarik di film ini. Tidak tahu perbedaannya, I googled for you. Enjoy !

Quote

Jim McAllister    :  Tracy Flick. Tracy Flick. I’d seen a lot of ambitious students come and go over the years, but Tracy Flick, she was a special case.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s