Don Jon (2013) : Popporn Complicates Relationship of Gordon Levitt’s Directorial Debut

Director : Joseph Gordon-Levitt

Writer : Joseph Gordon-Levitt

Cast : Joseph Gordon-Levitt, Scarlett Johansson, Julianne Moore

About

Joseph Gordon Levitt, salah satu aktor yang paling bersinar di tahun 2012, setelah follow up dari 500 Days of Summer dan kerjasamanya dengan Nolan di Inception dan juga Dark Knight Rises. Di tahun 2013, Joseph Gordon Levitt tidak terlalu terlihat high profile, namun di tahun inilah dia mengambil langkah directorial debutnya lewat film komedi Don Jon. Sepertinya sukses membesut filmnya sendiri, berita terbaru ia juga akan terlibat pada film Sandman.

Masih ingatkah kita pada karakter Cameron di 10 Things I Hate about You, atau muka suka dibully-nya pada 500 Days of Summer, sepertinya Don Jon merupakan langkah pembuktian bahwa dirinya bisa memerankan karakter yang berbeda (walaupun sebelumnya juga ia mengambil beberapa karakter yang menantang).

Don John (Joseph Gordon Levitt) adalah pria yang sangat teratur, ia hanya peduli pada keluarganya, gerejanya, apartemennya, mobilnya, tubuhnya, wanita di sekitarnya, dan yang paling menarik adalah hobinya menonton film porno. John mulai keranjingan menonton film porno, terutama ketika ia merasakan bahwa porn is better than sex. Kebiasaan inilah yang membuatnya menjadi “cynical” dengan arti relationship yang terlalu banyak omong kosong dan hal-hal romantis. Kemudian ia bertemu dengan perempuan idealnya (yeah you know, beautiful face, nice tits, nice butt), Barbara Sugarman (Scarlett Johannson), wanita seksi yang sangat menjunjung tinggi hubungan seperti di film-film romantis klise yang sering ia tonton. Ketika hubungan semakin dekat (dan dalam), John tetap tidak bisa merubah kebiasaannya menonton film porno, sesuatu yang Barbara sangat benci. Semakin lama, John pun dibuat “berubah” dengan pikiran “ideal” Barbara. Salah satunya ia harus kembali sekolah, yang mempertemukannya dengan Esther (Julianne Moore), wanita “labil” yang mungkin lebih bisa membaca dan mengerti pikiran John.

Projek ini juga sepertinya dibantu oleh teman-teman Levitt untuk membuat cameo (atau sebangsanya), terlihat pula Anne Hathaway, Channing Tatum, dan juga Brie Larson (peran kecil sebagai adik John).

“Steady, blandly confident, but like there’s something missing when Gordon Levitt wants something “thoughful” about relationship and porn.”

Ketika menulis script Don Jon, Levitt menulis karakter Barbara dengan bayangan Johannson di otaknya, beruntung Scarlett Johannson mau membintangi, dan karakter ini sangatlah menarik. Seperti kita ketahui, sudah berapa kali Johannson masuk ke dalam list “sexiest woman” di media, ataupun juga karakter yang menuntutnya untuk menunjukkan keseksiannya, let’s say Match  Point atau pakaian ketatnya sebagai Black Widow. Disinilah sepertinya Scarlett Johannson membuktikan bahwa ada beberapa macam karakter “seksi” yang dapat ia perankan. Barbara Sugarman sendiri berhasil di-cover sebagai seorang perempuan seksi, namun tidak bitchy, dan mempunyai sisi atraktif-nya sendiri. Walaupun seperti memerankan dirinya sendiri, namun Johannson tetap memberikan sisi yang lain terhadap “interpretasi” sisi seksi itu sendiri.

Berbeda dengan karakter John, I don’t why, tetapi sepertinya Gordon Levitt terlalu “showy” dalam menunjukkan karakternya. Dengan aksen bicaranya pada awal film yang “mengganggu” walaupun lambat laun semakin samar di akhir film, dan terutama gesture cara berjalannya yang terlalu, sekali lagi, sepertinya showy. Namun, dibalik itu semua, karakter Levitt ini memiliki confident yang terpancar di sepanjang film, that’s why I call him as blandly confident.

Dilihat dai berbagai karakter yang terlibat, sepertinya Levitt menginginkan banyak karakter yang “breaking the ice”, mulai dari karakter orang tuanya yang foul mouthed walaupun rajin mengunjungi gereja, sampai karakter Brie Larson yang ditampilkan sebagai adik yang ignorance sampai ia hanya mengucapkan sebaris perkataan di sepanjang film, semuannya sepertinya tidak “sekeren” seperti yang seharusnya. Sisi yang lain adalah kejutan dari karakter Esther (dimana karakter ini hampir sama sekali tidak terlihat pada trailer), Esther yang depresi malah berubah menjadi karakter “terkeren” di sepanjang film karena banyak mengatakan “ugly truth” yang akhirnya memiliki peran besar dalam plot.

Berbicara tentang film porno, Levitt tidak segan-segan menambahkan footage klip porno yang bisa dikatakan digunakan sebagai mana mestinya. Membuat klip-klip porno lebih berarti, apalagi jika karakter John membandingkan kehidupan seks-nya dengan ekspektasi yang ia peroleh dari klip porno. Yeah, Levitt memang berhasil membuat klip porno ini mempunyai arti, namun seiring berjalannya durasi, film ini berubah datar dan terdapat “sesuatu yang hilang” untuk mengkonversikan kecanduan yang dialami Levitt ke dalam sesuatu yang lebih “thoughtful”. Yeah, memang tidak mudah untuk membuat sesuatu yang terkesan simple “everybody does that” ke dalam sesuatu yang lain, yang membuat film ini terlihat memorable.

MAYBE SPOILER

Relationship antara Levitt dan Johannson memang menjadi main course dalam film ini, ketika hubungan mereka ada masalah, Levitt lebih mengambil pendekatan yang lebih casual dibandingkan pendekatan yang lebih dramatis. Sisi baiknya, mungkin akan terlihat lebih real, disisi lain seperti tidak adanya “keberatan” yang dialami karakter John ketika bermasalah dengan wanita pujaannya. “Sisi yang hilang” ini mungkin juga terjadi karena adanya loncatan karakter John yang tiba-tiba berkonsentrasi pada karakter Esther.

Intinya, Don Jon adalah sebuah sajian yang sangat percaya diri dan stabil dari awal sampai akhir. Dengan predikat rating “R”, film ini seharusnya lebih bisa menjadi film yang lebih raunchy disamping hanya menampilkan footage-footage porno yang berlalu begitu saja.

But, at least, Joseph Gordon  Levitt is honest person to admit he’s master of watching porno. Though, too much, but he’s character is very convincing.

Trivia

Channing Tatum sempat dipertimbangkan untuk mengambil peran utama, sebelum hanya berakhir sebagai cameo.

Quote

Barbara : Movies and porn ae different, Jon. They give awards for movie.

Jon : And they give award for porn too.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s