Harold and Maude (1971) : What If “Obsessed with Death” Young Man Meets “Live Life to the Fullest” Old Lady ?

Director : Hal Ashby

Writer : Colin Higgins

Cast : Ruth Gordon, Bud Cort, Vivian Pickles

About

What do you think when you hear “romance” ? Beautiful man ? Beautiful girl ? Yeah, no matter how beautiful they are, at least they are in same age range. Namun, tidak dengan Harold and Maude ini. Harold and Maude mengambil segi cerita yang sangat menarik.

Harold (Bud Cort), pemuda kaya raya, pendiam, dan mempunyai obsesi dengan segala upaya bunuh diri. Gantung diri ? Bakarr diri ? Menenggelamkan diri ? Peluru ? Pisau ? Semuannya telah ia peragakan untuk mencari sesuatu tentang diirnya. Yep ! I think he’s in crisis. Obsesi inilah yang membuat ia sering mengunjungi funeral orang asing, namun obsesi inilah juga yang membuat ibunya  (Vivian Pickles) mulai ignorant dengan apa yang dirasakan Harold, dan mulai ingin memberi Harold sedikit tanggung jawab yaitu dengan menjodohkannya dengan para gadis atau juga membujuk dirinya untuk mengikuti kegiatan militer.

Hingga suatu hari Harold bertemu dengan Maude (Ruth Gordon), seorang nenek-nenek single dengan umur 90 tahun (I assume), dengan gaya eksentrik, mencoba sesuatu yang baru setiap hari, ia berusaha menikmati sisa-sisa umurnya dengan cara yang tidak biasa. Disinilah Harold dan Maude mulai menjalani kisah “tidak lazim” yang mungkin akan mengubah kehidupan mereka berdua.

Dengan banyak predikat masuk daftar sebagai film terlucu atau film teromantis, yeah that’s one of motivation to watch this movie, LETS SEE.

“Funny, I like the interesting characters, though sometimes I have to catch it up.”

Apa yang sangat menarik dengan Harold and Maude tentu saja adalah dua rentang karakter utama yang lebih pantas untuk menyandang status nenek – cucu, namun disini bisa dikatakan sebagai partner ( I won’t say couple). Dua karakter yang sangat betolak belakang ini bisa dikatakan sebagai dua karakter yang saling mengimbangi. Maude sebagai karakter yang penuh dengan energi dan menikmati hidup kemudian disandingkan dengan Harold yang lebih pasif dan netral dalam merasakan hidupnya. Thanks to well choosen Bud Cort and Ruth Gordon. Walaupun begitu sepertinya kurang adanya “penetrasi” yang cukup ketika dua karakter ini bertemu sehingga penonton seperti harus melakukan kejar-kejaran dengan dua karakter yang kompleks namun kemudian harus menyatu dalam satu dialog percakapan dan interaksi.

Salah satu kunci untuk menikmati film ini adalah kurangilah ekspektasi bahwa film ini merupakan film romance yang menceritakan kisah cinta nenek dan seorang pemuda. Yuck ? Yeah. Namun, anggaplah film ini sebagai film comedy yang menggunakan celah rentang usia sebagai bentuk mengolah materi komedi. Dan, iya, film ini cukup berhasil untuk melakukan berbagai aksi kocak (terutama karakter Maude) yang diperlihatkan sebagai karakter atraktif dan dapat melakukan “hal yang tidak terduga. Ruth Gordon melakukan tugasnya dengan baik, walaupun bisa dikatakan karakter Maude jauh dari karakter yang real, namun Ruth Gordon tidak melakukannya dengan berlebihan, melalui sisi “eksentrik”-nya ia mulai menghidupkan karakter Maude. Berbeda dengan Harold ketika ia sendiri, a thousand ways to die merupakan bahan lawakan yang membuat Bud Cort tidak jomplang ketika ia harus kehilangan Ruth Gordon di layar, ditambah dengan karakter Ibunya yang konsisten “stay cool” dengan apa yang dilakukan Harold, this movie seems so pretty cool. Film ini memang berkonsentrasi pada sisi comedy-nya, and thank God, di 30 menit terakhir ketika sisi romance mulai disentuh dan dibahas, it’s not quite awkward. It’s warm and, yeah, I gotta say funny.

Film ini merupakan film yang bisa menikmati jalannya film itu sendiri. Terbukti dengan durasi sekitar 90 menit, that was one of the shortest 90 minutes in my life in watching movie. Menyenangkan ? Yeah. Warm ? Absolutely. Some smart lines ? Okay. Black comedy yang juga mengambil konsep “kematian” dalam jalan ceritanya ini sepertinya tidak ingin terlalu mengangkat tema depresif dengan cara yang depresif pula. Karakter Maude dengan cara pandangnya tentang hidup ini terbukti tidak hanya merubah kehidupan Harold namun beberapa dialog masih bisa dirasakan penonton. Yeah, a lot of lesson of life in this movie. Film ini memberikan banyak encouragement walaupun terkadang masih terasa absurd. Absurd but interesting.

Kekurangan film ini, lagi dan lagi, harus kembali ke karakter. Harold and Maude sekali lagi adalah karakter yang sangat kompleks walaupun mereka harus dibayang-bayangi dengan sisi comedy yang membuat karakter mereka terlihat dangkal (dan tidak real). Kurang adanya penjelasan karakter mereka berdua ternyata membuat penonton seperti kehilangan sesuatu terutama ketika mereka berdua berbagi layar. It’s like I wanna know more about Harold, I wanna know more about Maude. Sisi lainnya, scene demi scene (walaupun tetap menarik) sepertinya merupakan repetisi dari scene-scene sebelumnya. Seperti bagaimana Ibu Harold menjodohkan anaknya yang berujung pada kencan satu ke kencan yang lainnya saja. Atau jokes tentang bagaimana Maude menyetir, that is quite funny in  the early, tetapi beberapa scene terus menerus melakukan jokes ini, membuat jokes ini terkesan lelah.

In the end, it’s still a very pleasant movie though gotta admit it, it doesn’t fulfill my expectation bar.

P.S.

Oh yeah, I like the soundtrack a lot. It’s supportive to the story and totally blend it. Yeah, basically, just because I like that kind of movie. Comforting.

Trivia

Akibat peran ini, dan untuk menghindari typecast, Bud Cort menolak peran Billy Bibit di One Flew Over The Cuckoo’s Nest.

Quote

Harold : Do you pray ?

Maude : Pray ? No. I communicate.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s