Lee Daniels’ The Butler (2013) : Is It True “One Quite Voice Can Ignite A Revolution” ?

Director : Lee Daniels

Writer : Danny Strong, Wil Haygood

Cast : Forest Whitaker, Oprah Winfrey, Mariah Carey, Vanessa Redgrave, Robin Williams, John Cusack, and more, and more.

About

Apa yang di benak kita mendengar kata “POLITIK” ? Apa yang ada di benak kita mendengar Presiden ? Kemudian apa yang di benak kita mendengar kata White House (menekankan pada kata “white”), dan apa yang di benak kita mendengar kata “dalam rentang beberapa tahun” ? Yeah, mungkin satu kata BORING. Seperti inilah antuasiasme pertama saat mendengar film ini. Namun, mengingat film ini “mungkin” masuk dalam list Oscars (yeah, terutama karena Weinstein), maka film ini tidak ada salahnya untuk dicoba, apalagi dengan banyak bintang disini, plus Oprah Winfrey yang jarang man film.

Cecil adalah slave kulit hitam yang mempunyai masa kecil kelam. Ibunya (Mariah Carey) dilecehkan oleh tuan tanah (Alex Pettyfier) di hari bersamaan tuan tanah itu kemudian menembak mati ayahnya. Diajari oleh Annabeth (Vanessa Redgrave), Cecil kecil mulai belajar untuk menjadi seorang pelayan. Ketika ia dewasa, ia meninggalkan kebun kapuk yang selama ini ia kenal dan pergi ke “kota” untuk mencari peruntungan. Singkatnya, Cecil dewasa (Forest Withaker) telah bekerja mapan dan mempunyai dua anak laki-laki, bersama Gloria (Oprah Winfrey). Ketika ia mendapatkan kesempatan untuk menjadi pelayan gedung putih / butler, ia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Karir Cecil sebagai butler inilah yang mendasari cerita, yeah, The Butler, mengingat ia sebagai saksi civil ight movement yang menjadi isu berlarut-larut di Amerika dan perlu penanganan banyak presiden mulai dari Presiden Eisenhower (Robin Williams), presiden Kennedy (James Marsden) yang berakhir dengan penembakan tragis, dan presiden-presiden lainnya. Masalahnya, karir Cecil ini diperkeruh dengan anak laki-lakinya yang mulai dalam menegakkan hak orang kulit hitam ini, membuat Cecil dalam keheningannya melayani White House juga harus berjuang menjaga keutuhan rumah tangganya bersama Gloria yang juga terguncang.

“Definitely ambitious, but this movie treats the lead character as audience as well. Seemingly, totally boring and I gotta say when it’s over ? THANK GOD, it’s over.”

Oscar bait, hampir menjadi salah satu film yang membosankan yang hampir ada setiap tahun. Yeah, tahun kemarin Lincoln, dan tahun ini sepertinya The Butler ingin mengulang hal yang sama, walaupun sepertinya awards season akhir-akhir ini tidak terlalu memberikan angin segar. Yeah, no recognition for Golden Globe. Film ini seperti dibungkam termasuk penampilan Oprah Winfrey yang ikut menjadi Oscar contender untuk Best Actress in Supporting Role. Berbicara tentang performance para penampilnya, tentu saja merupakan suatu treatment sendiri ketika kita melihat jajaran artis dari muali yang tua samapai muda berada dalam satu layar. Namun, itu saja sepertinya tidak cukup. The Butler seakan-akan ingin memberikan parade aktor aktris dari awal film sampai akhir. Menarik namun tidak memuaskan, terutama ketika mereka hanya tampil dalam kuantitas yang pendek kemudian menghilang.

Yeah, rentang waktu yang terlalu lama memang menjadi salah satu problem film ini. Film ini seperti memberikan turnover yang terlalu tinggi di Gedung Putih tanpa memberikan Cecil, sebagai karakter utama, untuk mendalami interaksi yan lebih dalam dengan para personil di Gedung Putih. Terutama ketika kita ingin melihat fluktuasi kejiwaan Cecil di tengan civil right movement dengan rentang waktu yang lama serasa terus diblokir ketika karakter Cecil sendiri sangat pasif dan diperlakukan seperti halnya penonton. Yeah, jadi kita menonton penonton. Basically. Akibatnya, terdapat satu hal yang menarik di luar kehidupan Cecil sebagai Butler, yeah, kehidupan anaknya Charlie yang memperjuangkan civil right langsung turun ke jalan menjadi salah satu hidangan yang lebih atraktif, dinamis dan enak untuk dilihat. Sebenarnya sisi Cecil sebagai penonton pasif dalam pergerakan civil right, perang Vietnam dan lain-lain bukanlah hal yang jelek, karena kita sebagai penonton tentu saja mendapatkan perspektif lain dari seorang Butler, namun perspektif ini bisa dikatakan merupakan sudut pandang yang “kurang menarik” dan dikemas ibarat banyak “atribut” yang harus dimasukkan dalam satu kardus.  Forest Withaker (walaupun I don’t think he deserves for an Oscar nomination) namun memberikan sebuah “silent is gold in a very dynamic situation” hanya saja terkadang karakter ini terlalu humble dan membosankan untuk ditonton.

Oprah Winfrey for an Oscar ? She’s good.Dia merokok, dia memakai lipstik, dia memakai wiig, she’s bitching around. Yeah, she’s mother. Penampilan Oprah Winfrey adalah penampilan yang memukau namun tidak powerful, mengingat sepertinya kontribusi “peran ibu rumah tangga” disini tidak terlibat kehidupan di Gedung Putih, namun juga peran Gloria ditinggalkan oleh anak-anaknya, kemudian dia merasa terungkung dan kesepian untuk rumah tangganya. Untuk sebuah peran yang seakan-akan dikebiri, yeah Oprah Winfrey memukau, namun sekali lagi please no Oscar recognition.

Untuk sebuah biopic, film ini terlalu banyak dealing antara kehidupan statis diperbandingkan dengan lingkungan dari Cecil, hasilnya kurang dalam, dan diakhiri dengan soap opera penuh dengan sentimentalitas (???) cerita yang sebenarnya ditujukan agar menyentuh, namun malah terkesan shallow. Plus, sepertinya film ini terlalu mengambil rentang yang sangat panjaaaaaaang ditambah karakter yang sangat banyaaaak sehingga kurang nancap untuk ukuran sebuah biopic.

I don’t hate this movie, this movie seems pretty solid and good, but you know sometimes we need a little bit of FRESH air. Let’s get outta from the “white” building.

Trivia

Film ini terinspirasi dari kisah nyata, karakter Cecil berdasarkan tokoh nyata Eugene Allen yang telah melayani White House selama 34 tahun dan pensiun di tahun 1986, beliau sendiri meninggal pada tahun 2010 lalu.

QUITE AN ACHIEVEMENT, SIR.

Quote

Diambil dari adegan paling menarik sepanjang film,

Gloria : Everything you are and everything you have, is because of that butler.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s