Short Term 12 (2013) : Seemingly, There’s No Ms. Brightside, Just Her Problem of Her Own.

Director : Destin Cretton

Writer : Destin Cretton

Cast : Brie Larson, John Gallagher Jr., Kaitlyn Dever

About

Nate (Rami Malek), seorang pegawai di sebuah tempat yang unik yang merawat anak-anak bermasalah. Dia dipertemukan oleh seorang supervisor telaten, tenang, dan control freak in good way, Grace (Brie Larson). Kehandalan Grace dalam menangani anak-anak bermasalah ini menguji emosi dan batinnya stiap hari setiap saat. Hingga datanglah, seorang anak perempuan Jayden (Kaitlyn Dever) yang sangat mengingatkannya pada dirinya sendiri. Ketika ia harus mengurusi semua urusan tempat yang diberi nama “Short Term 12” ini, keseimbangan dalam dirinya mulai goyang ketika satu demi satu persoalan personal bermunculan, mulai dari kehamilan yang “tidak diinginkannya”, lamaran dari pacarnya (John Gallagher Jr), sampai ayahnya yang akan keluar dari penjara.

Diangkat dari short movie (which I am so curious about) dengan judul yang sama, film ini telah nangkring sana-sini di berbagai festival dan juga menjadi breakthrough performance dari Brie Larson. Have you heard of hear ? 21 Jump Street ? Scott Pilgrim Versus The World ? Don Jon ? Cassidy in The Spectacular Now ? Yeah, this is my first time to see her in leading role.

“Have you ever got an experience when you were watching movie, it was so hard to breath ?”

Sebuah tema yang menyegarkan tentang sebuah home foster yang diawali dengan salah seorang karakter Mason bercerita tentang kisah lucunya kemudian disambut dengan pelarian seorang anak-anak ini membuat kesan “refreshing” benar-benar sangat terasa. Disertakan dengan beberapa aturan yang diselipkan pada kisah lucu tersebut seakan-akan memberikan perkenalan singkat tentang apa sih “Short Term 12” itu.

Hah ! Merupakan satu kesan yang luar biasa ketika menonton film ini. Bagaimana emosi penonton mulai dicampuradukkan namun tidak bisa diungkapkan dan seakan-akan menunggu untuk meledak. Film ini selayaknya membuka layer demi layer dari karakternya (terutama Grace dan Jayden) yang seakan-akan menyembunyikan perasaan mereka lewat ketenangan atau situasi diam mereka. Kita diibaratkan sebagai seorang terapist yang menunggu pasien kita untuk berbicara, namun dengan cara ngomong yang perlahan dan pelan, dan ketika pasien itu mengungkapkan semua, yeah, ekspresi kita adalah “Holyshit”. Tidak akan pernah tercipta sensasi seperti ini tanpa kemampuan film ini bisa membuat “care” penonton untuk setiap karakter yang berada di dalamnya. Film ini tahu benar bagaimana selayaknya menikmati sesuatu dari hal yang terkecil, membawa penonton untuk tertawa pada jokes jokes mereka. Film ini juga tahu benar mengubah bagaimana mengubah sebuah energi negatif tentang depresi, suicide, menjadi atmosfer yang positif dan peaceful, for a little while. Satu scene kita merasa happy, kemudian beberapa menit kemudian seperti dibuat sedih kembali, inilah mungkin yang membuat film ini benar-benar sebuah “rollercoaster”.

Jauh dari kesan ambisius (tidak perlu scoring grande, tidak perlu sinematografi berlebihan) yang “ingin sekali” menunjukkan emosi para karakternya, film ini lebih terlihat seperti coming of age movie dengan tipe-tipe casual dengan dialog yang mengalir dan natural. Ketika melihat film ini, kemudian mendengarkan dialog-dialog yang mereka lontarkan, seketika membuat kita berpikir bahwa film ini mungkin “over smartly written” dengan menunjukkan dialog-dialog super fun dan witty ( I guarantee the character’s have “higher than average IQ”).

Keapikan film ini tidak terlepas dari para pemainnya, terutama aktris Brie Larson. Brie larson yang biasanya bermain sebagai super ex ini tampil dengan meyakinkan menggabungkan sisi calm-ness dan time bomb di dalam dirinya. Brie Larson tampil bak malaikat penuh kontrol ketika ia berada di lingkungan Short Term 12 sebagai supervisor yang meyakinkan dengan perintah-perintah yang tegas dan ia juga mampu memberikan comfort bagi siapa saja yang berbincang dengannya. Tidak hanya memberikan comfort untuk lawan mainnya, penonton yang melihatnya juga seakan-akan ikut terlibat ketika sebuah dialog sedang berlangsung. It’s like we want to hear more and more. Sebuah emosi yang genuine ketika karakter Grace ini seperti “tanpa palsu” memberikan kepedulian dan juga anti ignorant terhadap siapa saja yang bermasalah. Disisi lain, Ketika ia kembali ke kehidupannya sendiri, ia selayaknya “anak-anak bermasalah” yang juga butuh perhatian dan butuh supervisi dari orang-orang di sekitarnya. Grace is only human with her problem on her own. Disinilah sisi “manusia” dari Grace lebih diperlihatkan sebagai seorang manusia ketimbang seperti malaikat.

For the supporting actor, I must say all the broken childs deserves huge applause. Tampil meyakinkan sebagai para anak-anak bermasalah dengan karakter mereka sendiri-sendiri dan menyimpan kesedihannya sendiri-sendiri, Yep it’s for Kaitlyn Dever, Keith Stanfield. Emotion meltdown yang dilakoni dua aktor ini benar-benar menunjukkan sebagaimana parah level “broken” mereka dengan ucapan-ucapan kasar yang merupakan bentuk struggling mereka terhadap keadaan. Karakter dari Mason, pacar Grace diperankan baik oleh John Gallager Jr, walaupun karakter ini sepertinya terlalu baik, terlalu charming, sisi baiknya karakter yang bak malaikat ini adalah layaknya penyeimbang dari karakter Grace yang sudah terlalu banyak tertimpa masalah.

Trivia

Destin Cretton ? Have you heard of him ? No ? Me too. Yeah inilah debut film panjangnya, di projek ke depannya dia akan menangani Jennifer Lawrence di The Glass Castle, yang dari premisnya akan bercerita tentang seorang gadis muda di keluarga dysfunctional-nya, salah satu hal yang dibahas dalam Short Term 12.

Quote

Grace : It’s impossible to worry about anything else when there’s blood coming out of you.

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s