Dallas Buyers Club (2013) : No Reluctance to Commit Performances Attached “Fight The Disease- Club”

Director : Jean-Marc Vallée

Writer : Craig Borten, Melisa Wallack

Cast : Matthew McConaughey, Jennifer Garner, Jared Leto

About

Ron Woodroof (Matther McConaughey), seorang rodeo sekaligus electrician hidupnya seratus delapan puluh derajat ketika ia didiagnosa mempunyai penyakit yang menjangkiti dan mengejutkan dunia di tahun 1980-an. Masih barunya kemunculan dan kurangnya research penyakit ini membuat dokter, salah satunya dokter muda Eve (Jennifer Garner) memperkirakan bahwa usia Ron hanya akan bertahan selama 30 hari. Ketika Ron melakukan research-nya sendiri, ia menemukan bahwa ada obat yang mungkin akan memperpanjang harapan hidupnya, AZT. Namun obat ini tidak diperjualbelikan dan hanya diperuntukkan untuk keperluan research dengan persetujuan FDA, badan yang menangani makanan dan minuman. Ron pun menemukan cara untuk mendapatkan AZT namun ketika ia menghadapi kebuntuan mendapatkan obat tersebut, ia mendapatkan sebuah alamat dokter yang berargumen bahwa AZT memberikan efek negatif, di sisi lain ada serangkaian treatment yang dapat mengurangi gejala AIDS namun masih dalam status unapproved di US. Disinilah, semangat dan jiwa bisnia dari Ron diasah, ketika ia dibantu dengan teman transexualnya, Rayon (Jared Leto) membentuk Dallas Buyer Club, sebuah kelompok rahasia yang memperjualbelikan obat-obatan untuk para penderita AIDS.

Oh yeah, it’s based on true story.

“McConaughey and Leto give terrific performance and commitment, though sometimes the storyline is just about business and business. It lacks of interaction between the individuals and the epidemic itself.”

Sedikit banyak Dallas Buyer Club mengingatkan kita pada Erin Brokovich. Ketika dalam tertekan dan terpojok, sense untuk bertahan hidup bisa keluar dan mencari peluang. Masyarakat sedang resah dengan epidemic baru, masyarakat juga seakan-akan dimanipulasi oleh suatu badan (jika di Erin Brokovich adalah giant corporation, disini adalah FDA sendiri). Seakan-akan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Ron mencium peluang bisnis namun semakin jauh ia ke dalam bisnis tersebut, bisnis itu kini menjadi urusan personal.

Perbedaan yang mendasar tentang Erin Brockovich dan juga Dallas Buyer Club adalah bagaimana setiap leading role ini harus berinteraksi pada “korban” sehingga tercipta suatu relationship yang dalam dan lebih terlihat mengharukan. Julia Roberts melakukan itu dengan sangat sukses, namun di Dallas Buyer Club terdapat sebuah space yang tidak terisi pada film. Yeah, sisi kemanusiaan. Hampir dua pertiga film, kita dipertunjukkan dengan sisi survival dari karakter Ron tentang penyakitnya dan bagaimana ia bertahan untuk hidup. Terkesan selfish dan shallow, kemudian film ini memperbaiki sisi kemanusiaan tersebut dengan mengkonversi Dallas Buyer Club kemudian menjadi sebuah organisasi “charity” yang tidak hanya membela kepentingan Ron. Berita baiknya, thank God it’s not too late.

Ketika film ini berusaha berkonsentrasi pada kelangsungan hidup judulnya “Dallas Buyer Club”, seakan-akan juga terlupa bahwa ada juga interaksi yang intens antara Ron dengan penyakitnya. Tidak hanya Ron, karakter Rayon yang merupakan tokoh transgender (???) juga merupakan salah satu karakter yang mengalami underdeveloped ketika hampir tidak ada ruang “personal” antara penderita dan penyakitnya. Remember Tom Hanks’ opera scene in Philadelphia, somehow, I wanna thing like that.

Beruntung, sangat beruntung, karakter dalam film ini seakan-akan menghidupkan dengan komitmen total yang dilakukan para aktornya. Matthew McConaughey, sebagai salah satu aktor paling versatile untuk mengambil peran-peran menantang akhir-akhir ini, tidak segan-segan untuk kehilangan berat badannya secara signifikan. membuat secara fisik sangat meyakinkan sebagai seorang penderita AIDS yang tinggal tulang dan kulit. Memerankan seseorang yang sama sekali “tidak menyenangkan” namun memiliki caranya tersendiri untuk mengekspresikannya. Yeah, itulah Matthew McConaughey, sebuah karakter yang bisa dikatakan “oportunis” dengan segala konsep “homophobic”-nya yang selalu ia kaitkan dengan penyakitnya. Terdapat sebuah sisi “denial” tersendiri dari karakter ini.

Let’s move on to Jared Leto. Yeah, mungkin penonton tidak akan pernah mengenali bahwa karakter Rayon ini diperankan oleh Jared Leto. Tidak hanya sama seperti temannya, Leto tidak hanya kehilangan berat badannya namun juga harus dipermak habis-habisan dengan make-up, wig, dan tanpa alis. You won’t even think that he’s lead vocalist for band Thirty Seconds to Mars. Leto tidak mendapatkan kesempatan sama besar dengan McConaughey (yeah that is why he’s just supporting actor. Duh !). Sampai pada titik tertentu, Leto mampu meng-embody gesture, cara berbicara seorang transexual (with no boobs) hingga akhirnya ia mendapatkan scene singkat yang benar-benar ia manfaatkan. Bagaimana sebuah scene ketika ia berhadapan di sebuah cermin terdapat sebuah sisi tolak belakang antara “I wanna to be pretty” dengan badannya yang semakin rusak, that is the best scene in the movie. Terlihat sebuah krisis, namun juga juga keinginan untuk mau bertahan hidup, membuat Leto layak akhirnya paling tidak dinominasikan Oscar. Dengan buzz yang sekarang, it won’t be a surprise if he get his golden friend. Karakter Ron dan Rayon ini memiliki interaksi menarik ketika seorang homophobic kemudian “jatuh hati” dengan teman transsexualnya dan memberikan perhatian dengan caranya tersendiri. Jennifer Garner is mediocre, untuk karakter seorang dokter yang juga melakukan “denial” dengan sebuah situasi sepertinya Garner kurang bisa mengeksplor karakter Eve dengan total, but she’s just good.

Lewat komitmen total dari para aktornya, Dallas Buyer Club merupakan sebuah gambaran yang devastating untuk epidemic besar AIDS pada zamannya, namun gambaran ini serasa didistraksi dengan “too tired business approach” yang terlalu banyak makan durasi tanpa banyak menunjukkan seberapa penting “club” ini untuk para penderita AIDS. Namun, semakin ke belakang film ini menunjukkan bagaimana masyarakat “pada zamannya” harus menghadapi sebuah situasi yang sulit dan “tidak bisa dipercaya” dari organisasi penting seperti FDA. Still, it’s a decent movie.

Trivia

Film ini mempertemukan kembali McConaughey dengan Garner setelah The Ghosts of Girfriends Past dimana karakter McConaughey juga melakukan sex dengan banyak wanita. Penyebab ia terjangkit AIDS di film ini.

Quote

Rayon : I don’t wanna die.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s