The Secret Life of Walter Mitty (2013) : Ben Stiller’s Most Ambitious Project as Adventurous Daydreamer, UNBELIEVABLE

Director : Ben Stiller

Writer : Steve Conrad, James Thurber

Cast : Ben Stiller, Kristen Wiig, Adam Scott, Shirley MacLaine¸Sean Penn

About

Comment for the poster : This movie release great teaser trailer, great teaser posters, but this poster is just, hmmmm, truly disappointing, too much ask attention.

Sempat menjadi film yang paling diantisipasi di tahun 2013, namun kemudian seakan-akan berakhir menghilang dikarenakan awal review yang kurang menyenangkan, dan seketika mengeluarkan film ini dari Oscar race membuat ekspektasi untuk film ini turun secara tajam. Walter Mitty (Ben Stiller) adalah seorang karyawan yang telah mengabdi bertahun-tahun di majalah LIFE. Sebuah pekerjaan untuk mengelola negative dari setiap foto telah menyita waktunya, membuat ia menjalani setiap waktu kerjanya dengan banyak melamun (daydreaming). Kebanyakan ia melamun tentang petualangan seru yang hanya ada di pikirannya, terkadang ia juga melamun tentang wanita pujaannya, Cheryl (Kristen Wiig). Suatu ketika, perusahaannya berganti platform menjadi majalah online, dan cover terakhir pun akan segera dirilis. Sebuah foto dari seorang fotografer idealis dan petualang pun didapuk sebagai foto terakhir. Sayang, ketika Sean (Sean Penn) mengirimkan sejumlah negatif, no.25 yang manjadi cover terakhir pun entah menghilang kemana. Tanpa ada banyak pilihan Walter Mitty pun menjalani berbagai petualangan sebelum ia benar-benar dipecat oleh bosnya yang songong, Ted Hendrick (Adam Scott).

“What an almost empty adventure.”

Yeah, The Secret Life of Walter Mitty memang selayaknya bisa menjadi sebuah sajian crowd pleaser dari para penontonnya. Beberapa elemen ini terlihat dari sajian visual yang benar-benar “wow”, berbagai dialog yang “quotable”, sampai petualangan-petualangan keliling dunia yang tidak bisa lagi ditolak keindahannya.

Okay, I said UNBELIEVABLE, because of this. Something goes wrong ? Yeah, mau tidak mau Walter Mitty merupakan sajian yang entertaining, dengan ending yang menyentuh. Namun terdapat satu yang membuat film ini hanyalah sekedar adventure biasa, yeah, karakter Walter Mitty itu sendiri. Walter Mitty digambarkan sebagai karakter yang terlalu flat,  hmm tidak mengeherankan jika peran ini diambil oleh Ben Stiller yang juga bertindak sebagai sutradara. Namun, film yang terlihat ambisius ini kemudian terasa kosong oleh karakter Walter Mitty yang cenderung kurang ambisius, kosong, datar, tidak mempunyai sebuah motif yang cukup untuk melakukan perjalanan. Ia hampir dimakan hiu, loncat dari helikopter, diterjang asap vulkanik demi sebuah negatif ? Really ?  Really ? Really ? REALLY ? UNBELIEVABLE . Sean Penn yang memiliki screentime cukup sebentar terbukti menjadi sebuah karakter yang lebih kaya ketimbang Walter Mitty itu sendiri. Entah karena materi screenplay, atau Ben Stiller yang cenderung terlalu lemah untuk memerankan karakter ini, sebenarnya terdapat banyak hal yang melingkupi seorang Walter Mitty, mulai dari hubungannya dengan ayahnya, dengan ibunya (Shirley Maclaine) dan mungkin yang paling utama tujuan dari film ini adalah self invention dari seorang daydreamer menjadi seorang “do-er”. Entah mengapa, faktor yang harusnya bisa dieksplor ini malah tertutupi dengan keindahan petualangan dan juga kisah cinta yang cenderung mediocre.

Big heart, but a lot of shortcuts for the sentiment thing. It’s not about the negative is all about. Film ini akan membawa penonton berlinang air mata menuju ending, sebuah akhir yang mengejutkan. Namun, ketika ditilik lagi,lagi, lagi, hubungan antara Sean dan Walter Mitty malah kurang terkesplor. There’s something missing between two people. Penyajian moment-moment sentimental namun terasa dangkal tanpa disertai background dari sisi sentimentil itu sendiri.

Film ini pada awalnya menghadirkan scene-scene daydreaming dengan Ben Stiller loncat gedung, adegan menghajar bosnya yang cukup menarik yang benar-benar mematri di pikiran penonton bahwa apapun yang dilakukan Ben Stiller di film ini hanyalah fantasi. Sisi buruknya, terkadang kurang adanya tension/sensasi petualangan yang bisa dirasakan mengingat penonton sudah berpikir, “Meh, dia cuman melamun.” Bahkan di genre fantasi sekalipun, ketika penonton sudah menganggap sesuatu yang terjadi adalah sesuatu yang tidak real, it doesn’t matter anymore, dan adegan ini dilakukan berkali-kali, sebuah tindakan melangkah ke depan, namun kemudian mundur lagi, tidak membawa penonton kemana-mana. Sisi baiknya, ketika film mulai kicking, film ini memberikan ambiguitas kepada penonton, apakah adegan Ben Stiller (mulai ia perjalanan ke Greenland) adalah sebuah petualangan yang nyata (dalam artian tidak melamun), dari sinilah film ini mulai enak untuk dinikmati.

I am not saying it’s a bad movie. Dengan banyaknya adegan artistik, plus scoring yang adventure-ish, ditambah dengan sisi misteri lewat puzzle-puzzle foto, “Dimanakah Sean berada ?, walaupun misteri puzzle ini kurang cerdas namun cukup membawa penonton untuk tetap penasaran.

Yeah,mungkin film ini menghadapi trouble yang dilakukan oleh film You See Me Now. Keduanya keren secara visual, kedunnya menghibur, keduanya penuh teka-teki (di sisi ini You See Me Now lebih unggul). Namun, jika You See Me Now lebih terlihat seperti acara sulap yang tidak ada penjelasan logis di belakangnya, film ini kurang ada karakter yang lebih bisa berpetualang di film tentang petualangan ini. Yeah, mungkin karena nila setitik, rusak susu (hampir) sebelanga.

Ben Stiller is quite impressing as director, but not as actor, and this movie could do a lot, a lot, a lot, better. Movie as entertainment ? Yeah, it’s fucking a hit. Movie as something more, maybe not.

Trivia

Jim Carey sempat dipertimbangkan untuk memerankan Walter Mitty. Hmmm, why not ? I think the character will be so much, uuuuuuhm, attractive.

Quote

Sean : Beautiful things don’t ask attention.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s