“Not Quite The Best Movie List”, Let’s Wrap It Up !

Oke, sebagai dalam rangka ikut-ikutan website/movie blog yang meluncurkan the best movie of 2013, blog amatir ini juga akan meluncurkan listnya. Karena banyak film di tahun 2013 yang belum ditonton (dan mungkin akan masih ditonton), jadi mungkin label untuk list ini tidak lagi “the best” tapi film yang paling berkesan.

Film yang pengen ditonton tapi belum sempat ketonton, this is it….
The Hunt
The Past
Act of Killing
Black Fish
The Broken Circle Breakdown
Blue is The Warmest Color

(and still counting, and counting, and counting, Philomena, Nebraska…)

Okay, blog ini mulai kehilangan self esteemnya, mengingat begitu banyak film yang belum ditonton, dan kebanyakan film ini mendapatkan reaksi atau kritik yang bagus dari kritikus lain. Dari kelima film yang paling ingin ditonton sepertinya The Past memiliki pesonanya sendiri, yeah I am a big fan of A Separation. Kurang suka dokumenter, namun tetap tertarik untuk mencoba Act of Killing, yeah walaupun bukan film Indonesia, tapi film ini tentang sebagian kecil Indonesia. Blue is The Warmest Color juga ingin ditonton, tapi karena sepertinya beberapa adegan terlalu frontal, film ini juga belum tertonton. The Hunt ? The Broken Circle Breakdown ? Huh, I hate myself why I haven’t watched these ones yet.

Okay, FUCK THAT , let’s move on…..

Film yang paling “raunchy and funny” – The Heat – To Do List

The Heat The To Do List

Yah, kedua film ini memang memiliki persamaan, sama-sama R rated. Call me I have bad sense of humour, namun duo Sandra Bullock dan juga Mellisa McCharty memang menarik hati. Spesial mention untuk To Do List, Aubrey Plaza is my new favorite (I can’t wait to see her in Life After Beth). To Do List bisa dikatakan menggabungkan sisi retro (walaupun nggak retro-retro amat, karena settingnya di tahun 90-an) menjadikan kehidupan remaja ini seperti melakukan penyegaran dengan beberapa adegan yang bisa dikatakan sooo raunchy. Yeah, jika Natasha Steele bakal nelan sperma di Fifty Shades of Grey tahun depan, sepertinya Aubrey Plaza sudah melakukannya tahun lalu.

Film yang paling “I watch it again and again” – Stoker

Stoker

Mia Wasikowaska adalah salah satu aktris muda yang paling underrated, ditambah dengan Nichole Kidman, dan sutradara yang lebih dari mumpuni. Stoker adalah sebuah proyek yang ambisius, dialog, cerita, karakter semuannya dibuat dark. Pada awal menonton film ini sepertinya bisa dikatakan sedikit meleset dari kata puas, namun ternyata ketidakpuasan ini terjadi karena beberapa adegan yang belum tercerna sepenuhnya. Setelah melihat film ini berulang dan ulang, akhirnya beberapa adegan pun bisa diartikan tujuannya.

Film yang paling “personal” – About Time

About Time

Mengapa About Time menjadi salah satu film paling personal ? Mungkin bukan dari sisi romantisnya, namun lebih kepada hubungan anak dan ayah, yeah I got issue with my father. ENOUGH SAID (entar jadinya curhat).

Film yang paling “above expectation” – The Hunger Games : Catching Fire

The Hunger Games Catching Fire

Yeah, film ini masuk dalam predikat ini karena tidak lain tidak bukan, I like first installment. Kemudian keluarlah Gary Ross, digantikan dengan sutradara I am Legend, oh nooooooo. Ditambah lagi dengan embel-embel sekuel yang mana mungkin sih bisa melampau originalnya, film ini adalah salah satu film yang paling rendah ekspektasinya saat menjelang rilis. Harapan itu masih ada ketika screenwriter yang direkrut bukanlah screenwriter macam-macam, dan saat dirilis, yeah film ini mengejutkan.

Special mention for The Hobbit : Desolation of Smaug, film dengan durasi panjang namun tetap berhasil menghibur.

Film yang paling “under expectation” – Snowpiercers

Snowpiercer

Salah satu film paling ambisius ini berakhir dengan sangat mengecewakan dengan jalan cerita yang “mau dibawa kemana” serta sepertinya ada masalah dengan pacingnya di bagian akhir film. Bukan film jelek, namun jika dibandingkan dengan harapan-reality, film ini membawa kekecewaan.

Film yang paling “adorable” – The Spectacular Now

The Spectacular Now

Sepertinya line up Shailene Woodley sebagai rising star benar-benar ingin menciptakan sebuah image, lihat saja projek ke depannya yang dipenuhi dengan banyak judul dengan sentuhan “adorable nan magical”, The Fault in Our Star, White Bird in Blizzard, dan film ini yang dirilis tahun ini. The Spectacular Now berhutang banyak pada dua lead-nya yaitu Miles Teller dan juga Shailenne Woodley yang memberikan coming of age movie secara natural, simple, dan lagi-lagi, at some points, personal. Yeah, they’re this year Tom and Summer.

Film paling “one second I laugh, another second I cry” – Short Term 12

Short Term 12

Ternyata tidak perlu adegan tubruk mobil, tembak-tembakan atau ngehancurin gedung untuk membuat sebuah adegan penuh dengan kenaikan emosi, kemudian turun lagi. Short Term 12 adalah tipikal film yang satu detik membuat tertawa, kemudian satu detik lainnya membuat sedih. One of the best screenplay this year, too. I don’t know about screenplay, but the dialogue is fucking smart.

Film yang paling “the quick-est 90 minutes in watching a movie” – Drinking Buddies

Drinking Buddies

Yeah, Joe Swanberg sepertinya langsung menjelma jadi moviemaker jempolan tahun ini. Drinking Buddies mungkin bisa dikatakan Your Sister’s Sister tahun ini. Begitu mengalir, begitu moving, membuat durasi 90 menit menjadi salah salah pengalaman menonton film tercepat. Ditambah dengan storyline -nya yang ala ala “relationship laboratory”, this is one of my favorite.

Dan Olivia Wilde ternyata bisa akting.

Film yang paling “Let’s Dance if You’re Not Dancer” – Frances Ha

Frances Ha

Setelah kekecewaan Greta Gerwig di Damsel in Distress yang benar-benar nggak jelas, kemudian dilanjutkan film yang tidak menyenangkan, Lola Versus. Frances Ha adalah film yang menjadi film balas dendam bahwa seorang Greta Gerwig memang mempunyai kapasitas untuk menjadi leading role dalam sebuah film. Mengapa film ini bikin pengen nari di jalan ? Adegan Greta Gerwig lari di sepanjang kota ditambah dengan musik dari David Bowie – Modern Love adalah priceless.

Film paling “emptertaining” – The Secret Life of Walter Mitty – Now You See Me

The Secret Life of Walter MittyNow You See Me

Emptertaining = Empty but entertaining.  I enjoy both of it.The Secret Life of Walter Mitty memberikan cerita yang menyentuh dengan penggalan-penggalan fantasi dari tokoh utamanya, serta scene-scene petualangan yang benar-benar adventurous sedangkan Now You See Me memberikan hiburan sulap yang menyenangkan, twist yang crowd pleaser, serta pacing yang nyaman. Jika The Secret Life of Walter Mitty “kurang alasan” mengapa harus berpetualang, Now You See Me “kurang penjelasan” dari serangkaian sulap yang terkadang di luar akal sehat.

Film paling “it’s not THAT bad” – Carrie

Carrie

There is a lot of good thing in this movie. Sepertinya predikat “reimagining” terlalu berat karena film ini lebih mirip remake yang mereplika scene demi scene. Mungkin memang unnecessary, namun film ini banyak memberikan sisi lain terhadap adaptasi novel King, salah satunya adalah hubungan Ibu dan anak yang lebih diolah ketimbang originalnya, karakter Margareth White yang juga lebih “terdefinisi” oleh Julianne Moore, serta Chloe Grace Moretz.

Film paling “yeah, it’s bad THAT bad” – Elysium – After Earth – Oblivion

Elysium Oblivion After Earth

Ketiga-tiganya bergenre science fiction, ketiga-tiganya bergenre di masa depan, ketiga-tiganya tentang keadaan bumi yang sudah berubah. Elysium dan Oblivion terlalu membosankan untuk ditonton, sedangkan After Earth ??? A big miscast !

Oh yeah, RIPD
I like the director. Suka Red, The Time Traveller’s Wife, selalu suka. namun entah mengapa R.I.P.D, sebuah film yan berusaha meng-copy Men in Black namun akhirnya berakhir mengerikan. Sebuah film yang “nothing matters for the audience”. Fatal.

Film paling “clueless but I finally like it” – Upstream Color

Upstream Colour

Film melibatkan babi, cacing, anggrek. Menonton film ini seperti mendapatkan sensasi “strange” di sepanjang film, yeah, I said “sepanjang film”. Salah satunya penyebab mengapa film ini menjadi clueless adalah lupa bahwa film ini bergenre science fiction. Too strange to be understood, but finally I understood though I don’t want to overthinking.

Film paling “clueless and I hate it” – Touchy Feely

Touchy Feely
Setelah mengejutkan dengan drama yang ekstra moving dan juga full improvisasi dari Your Sister’s Sister, sang sutradara kembali dengan film ini dengan menggandeng kembali salah satu aktrisnya. Film berkisah tentang seorang terapis yang kehilangan “feel”-nya disertai dengan kakaknya yang tiba-tiba mendapatkan kekuatan penyembuhan. Transfer energi ? I don’t know.

Film paling “romantic and strange and painful” – Her

Her

Her is my new favorite. Film ini begitu manis dengan caranya sendiri. Sebuah cara spesial untuk merenggut perhatian penonton lewat relationship yang diolah diantara seorang penulis dengan sebuah software yang disuarakan oleh Scarlett Johannson. Film ini benar-benar mengambil resiko yang besar, dan berakhir dengan payoff yang membahagiakan. Joaquin Phoenix + Scarlett Johannsson + The Moon Song = FUCKING ROMANTIC.

Film paling “I was fucking waiting for it in 2013, but I still have to wait” – Serena

Serena

Yeah, ketimbang perannya sebagai Rosalyn di American Hustle, sepertinya peran Jennifer Lawrence sebagai Serena Pamberton lebih ditunggu di 2013. Menunggu posternya, menunggu trailernya, menunggu teasernya, menunggu filmnya, dan kita pun masih dibuat menunggu untuk film kolaborasi ketiga antara Lawrence dan juga Bradley Cooper ini. Apakah Jennifer Lawrence akan kembali mendapatkan nominasi Oscar di tahun 2015 ???

Aktor atau aktris yang paling sering ditonton di tahun 2013 – Julia Roberts

Julia Roberts

Yeah, Mrs. Brokovich. Walaupun film yang dilihat tidak sepenuhnya berasal dari tahun 2013, namun di tahun 2013, Julia Roberts adalah aktris yang paling sering ditonton. Let’s say, as Hova in The Ant Bully, as Jules in My Best Friend’s Wedding, as Barb in August : Osage County, as Shelby in Steel Magnolias, as Claire in Duplicity, as Katherine in Monalisa Smile, as Erin in Erin Brockovich, and as Anna in Closer. Her upper lip, I CAN’T GET ENOUGH.

The best movie of the year – Gravity

Okay, no surprise. Gravity memang hampir menjadi film favorit semua orang. I watched the teaser a thousand times, I watched the trailer a thousand times. Gravity memang menjadi proyek dari Alfonso Cuaron yang paling ditunggu, ditambah dengan aktris Sandra Bullock yang menjadi collaborator. Apa  yang membuat film ini hebat ? Yeah, beberapa film mungkin sangat mencolok dari segi visualnya, yes eye popping, namun hanya Gravity yang membuat kita bertanya-tanya, ” Ini bagaimana ya cara membuatnya ?”. Orang yang tidak tahu secara teknis pun bisa dikatakan akan tahu bahwa film ini digarap secara serius. Orang yang tidak mengetahui sinematografi, akan tahu sinematografi. Orang yang tidak tahu scoring, akan tahu hebatnya scoring. Yeah, film ini memang bukan film biasa. Berharap film ini akan menang di ajang tertinggi perfilman, khususnya Best Picture dan Best Director, just because it’s divine.

Gravity 1 Gravity 2 Gravity 3

Okay that’s it, my personal list with its personal label.

P.S.

It will be modified everytime I watch some movies from 2013. Have a good year, 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s