Postcards from The Edge (1990) : Not Really A Twirled Up Comedy, Pair of Wino Mother and Doped Up Daughter

Director : Mike Nichols

Writer : Carrie Fisher

Cast : Meryl StreepShirley MacLaineDennis Quaid

“We’re designed more for public than for private.” – Suzanne Valle

Streep’s Streak Challenge

(REVIEW) Pecandu obat-obatan, dan alkoholik, wow, sepertinya menjadi dua masalah addiction besar yang diangkat menjadi sebuah film semi biography dari Carrie Fisher. Film dibuka dengan sebuah scene bahwa masalah ini menyebabkan sebuah masalah komplikasi yang mempengaruhi segala sisi kehidupan, termasuk dalam kehidupan pekerjaan seorang Suzanne (Meryl Streep) yang sedang mengerjakan sebuah proyek film dan proyek film tersebut harus terhambat karena dirinya bisa dikatakan mengalami OD ringan (bukan overdosis juga sih). Dengan penglihatannya yang sepertinya blurry, Suzanne berusaha menata dirinya kembali ketika ia ia harus menjalani serangkaian rehab. Film ini sepertinya tidak ingin berlama-lama menanggapi proses recovery seorang Suzanne di rehabilitasi, proses recovery lebih diperlihatkan ke dalam kehidupan pekerjaan, sosial (dalam hal ini percintaan) dan juga keluarga dari Suzanne.

Drug and celebrity, yeah, terakhir kita lihat mungkin pada kasus Philip Seymour Hoffman beberapa minggu yang lalu, dan ternyata sepertinya untuk bekas junkies, termasuk Suzanne pun tidak mudah untuk mengembalikan karirnya sebagai seorang aktris selepas insiden ini, untuk menjamin para producer dan saran agents-nya pun ia harus kembali tinggal dengan Ibunya, Doris (Shirley Maclaine) yang juga seorang performer senior yang memiliki hubungan dengan Suzanne yang tidak begitu bagus. Segala bakat dari seorang Suzanne sepertinya ter-overshadow dengan karir Ibunya yang sebenarnya sangat supportif namun terlalu self-center dengan keadaan Suzanne yang sedang “hitting bottom”.

Walaupun berkaitan dengan drugs, sifat alkoholik dari Ibunya, kehidupan selebritis namun film ini tidak terlalu dikemas secara glamour, blink-blink serius namun dikemas dengan begitu ringan dan komedi, didukung dengan screenplay dengan jokes-jokes tajam namun tidak sepenuhnya efektif dapat mengundang tawa instan dari penonton.

Duo Meryl Streep dan Shirley Maclaine pun terbukti menjadi “berkah” untuk film ini. Film ini merupakan catatan sejarah nyata, ya mengapa Meryl Streep tidak hanya seorang aktris yang hebat namun juga aktris yang mampu memberikan performance yang begitu bijaksana. Didalam sebuah film yang ‘light”, seakan-akan ia menempatkan posisinya menjadi “light” pula. Walaupun karakternya memiliki “bad habit” namun Streep mampu menampilkan penampilannya yang memang lebih berkonsentrasi pada recovery-nya untuk menjadi normal ketimbang menanggapi bad habit ini dengan sisi negatif. Hasilnya, lovable. Aktris yang satu begitu masuk ke dalam genre komedi, tanpa melupakan kekuatan performance-nya yang masih begitu dominan di layar. If you wanna see Streep dabbles as weak, overshadowed actress, blurry in sight, make a bad movie, yeah this is it, her fine but sharp performance makes this movie, a lil bit irony. Karakter Streep ini juga tidak terlalu “dragging” penonton dengan masalahnya yang banyak walaupun tidak kompleks, benar-benar membuat Suzanne menjadi karakter yang lucu (effortlessly) dan tidak mencoba untuk menjengkelkan.

Seorang Ibu yang peduli dengan anaknya ? Almost completely shutted out by her daughter ? Yeah, pemilihan aktris Shirley Maclaine mungkin menjadi pilihan casting yang aman mengingat sebelumnya ia juga seorang Ibu plus Oscar di film Terms of Endearment. Bagaimana dua karakter ini menciptakan “tek-tok-an” dialog namun dalam waktu bersamaan seakan-akan menciptakan jarak antara Ibu dan anak ini juga harus diacungi jempol. Shirley Maclaine merupakan lawan sebanding untuk leading actress sekelas Meryl Streep. Berbeda dengan perannya di Terms of Endearment sebagai old, mean lady, disini ia begitu supel dan glamor sebagai seorang performer senior. Thumbs up for Maclaine.

Sebenarnya sisi Ibu dan anak ini menjadi sisi yang paling menarik dari Postcards from The Edge, namun film ini seakan-akan “too long to hold its horses”, hasilnya, ketika telah ditekan oleh durasi, film ini langsung men’simplify” solusi ibu dan anak, terjebak dalam sentimentilitas yang sebenarnya heartwarming namun cenderung terlalu sederhana. Mengingat ini sebuah film semi biopic, kesederhanaan cerita dan problem solving ini membuat seakan-akan film ini kurang memiliki cerita yang worth it jika dilihat melalui ukuran sebuah biopic atau semi-biopic.

Subplot cerita seperti hubungan percintaan Suzanne dan Jack Falkner (Dennis Quaid) juga terkesan kurang penting dan essential, namun untung saja berkat subplot cerita ini banyak-banyak moment-moment komedi yang tertangkap kamera termasuk penampilan singkat namun langsung “on click” antara Meryl Streep dengan Annette Bening, just fuck yeah.

This movie is one of reasons why Streep deserves more than a fucking Mama Mia. Film ini memang bukanlah film musikal, namun terdapat beberapa moment musikal yang kebetulan di perform langsung oleh Meryl Streep dan untuk moment-moment yang seperti ini, it is really better than Indonesian Idol plus another reason why Streep is good because she can sing.

Film ini memang sekedar hiburan yang terkesan dangkal, namun diperkuat oleh cast-nya. Film ini juga sepertinya melakukan “mocking the cliche, but doing the cliche” pada waktu yang bersamaan. Yeah, life is not like movie where it changes in seconds.

A not really twirled up comedy, and a too simplified heart, but good enough to be a decent one.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s