Nymphomaniac Volume I (2014) : Trilogy of Depression, Early Addictive Chapters of Erotic Experiences

Director : Lars von Trier

Writer : Lars von Trier

Cast : Charlotte GainsbourgStellan SkarsgårdStacy MartinShia LaBeoufUma Thurman

“The secret ingredient of sex is love.” – Joe

Nymphomaniac mungkin menjadi salah satu projek yang paling diantisipasi di tahun 2014. Yeah, nama Lars Von Trier yang identik dengan kata berani dalam karyanya, menjadi sebuah alasan mengapa film ini memang layak untuk ditunggu. Nymphomaniac merupakan bagian terakhir dari Trilogy of Depression dari sutradara ini setelah membesut dua film terdahulunya, Antichrist dan Melancholia.

Nymphomaniac diawali dengan tes sensorik lewat bunyi-bunyi hujan, deritan logam, yang bisa dikatakan relatif lama, yeah actually I got sense, “Oh no, it’s gonna be slow plotted”, which I am not really in the mood. Tes sensorik ini kemudian sepertinya dipecahkan oleh lagu soundtrack memekakkan telinga, dan film-pun mulai mengawali ceritanya. Joe (Charlotte Gainsburg) ditemukan dalam keadaan babak belur, tidak berdaya, dan menolak untuk dipanggilkan ambulans ataupun polisi, membuat Seligman (Stellan Skarsgard), laki-laki yang menemukannya, akhirnya menyediakan tempat sementara untuknya. Dalam keadaan memulihkan diri, Seligman yang terlihat begitu peduli dengan orang asing ini mencoba untuk mengorek informasi tentang apa yang dialami Joe, disinilah identitas Joe sebagai Nymphomaniac akhirnya terkuak dalam beberapa chapter.

Menurut Oxford Dictionary, Nymphomania is uncontrollable or excessive sexual desire in woman (Hmm, sounds tempting). Plus, this movie includes explicit sex (Okay, I am SOLD).

Chapter 1 : The Compleat Angler
Chapter yang satu ini merupakan sebuah chapter yang cukup berhasil untuk menangkap perhatian penonton. Jika film ini tentang ketagihan, yeah, chapter ini bisa dikatakan sebagai chapter yang paling addictive di sepanjang film volume I ini. The Compleat Angler menjelaskan juga mengapa salah satu poster film ini bergambar sebuah kail cantik yang bisa dikatakan pula sedikit “unrelated” dengan tema sex. Joe muda (Stacy Martin) mulai menceritakan babak awal dari kehidupannya, sebagai anggota sebuah keluarga yang kurang harmonis, ia begitu mencintai ayahnya, namun tidak dengan ibunya. Rasa keingintahuannya akhirnya mendaratkan ia pada pengalaman sex pertamanya dengan seorang laki-laki pujaan, Jerome (Shia Labeouf). Kemudian, kehidupan sex-nya ini berlanjut pada pengalaman ekstrem ketika ia ditantang oleh teman dekatnya untuk berhubungan sex sebanyak-banyaknya di sebuah kereta, nah, hunting laki-laki inilah yang akhirnya dianalogikan dengan sebuah knowledge dalam memancing yang tentu saja berhubungan dengan kail ikan.

Chapter awal ini berhasil menggeser pemikiran awal bahwa film ini ternyata merupakan film paling watchable dari ketiga part dari Trilogy of Depression. Diceritakan dengan begitu compelling dengan analisis naratif mendalam yang dikatakan oleh Joe, serta mendapatkan berbagai referensi yang menyegarkan, yeah salah satunya filosofi memancing yang dihubungkan dengan sex addict behaviour dari Joe. Film ini juga tidak segan untuk menambahkan insert-an clip atau bahkan grafis, yang terbukti memberikan sisi refreshing dalam segi storytelling, membuat Nymphomaniac merupakan part paling dinamis dalam segi penceritaan dibandingkan film bagian trilogi Lar Von Trier yang lainnya.

Sebagai sebuah chapter awal, The Compleat Angler merupakan chapter paling kuat yang dipertunjukkan dengan penampilan prima para aktornya, termasuk konsistensi karakter yang diprtunjukkan lewat kerjasama Charlotte Gainsburg dan Stacy Martin yang memerankan karakter yang sama. Joe adalah karakter yang lebih banyak diam, sementara di dalam dirinya banyak sisi sex yang meledak-ledak. Untuk karakter yang satu ini, kedua aktris bisa dikatakan bermain secara seimbang.

Chapter 2 : Jerome
Entah karena Shia Labeuf’s factor atau apa, terdapat sisi “kurang menarik” di chapter yang satu ini, Jerome merupakan representasi dari elemen “love” dari kehidupan seorang Joe. Love is boring and THAT’S ABSOLUTELY RIGHT IN THIS MOVIE.

Chapter 3 : Mrs. H
Mrs. H (Uma Thurman) merupakan sebuah chapter yang paling enganging di sepanjang film, thanks to appearance of Uma Thurman. Mrs. H lebih menganalisis bagaimana Joe harus meng-handle kebiasaannya terhadap keranjingan sex, dan di chapter ini mulai diperlihatkan bahwa ada komplikasi di setiap perbuatannya. I like this chapter.

Chapter 4 : Delirium
Apa yang membuat Nymphomaniac tidak sebegitunya membosankan untuk ukuran sebuah film dari Lars Von Trier ? Karena dari sisi visualnya, film ini bisa dikatakan sebagai film yang paling variatif. Delirium merupakan bagian chapter yang diceritakan secara black in white, merepresentasikan sebagai babak terkelam dari kehidupan Joe ketika ia ditinggalkan ayahnya, dan mulai terlihat bahwa sex merupakan bagian pelarian dirinya.

And the last one, Chapter 5 : The Little Organ School
The Little Organ school merupakan chapter tersingkat dari keseluruhan Nymphomaniac Volume I, namun chapter ini malah memberikan sebuah gambaran yang lebih dalam tentang definisi seorang “Nymphomaniac”.

Nymphomaniac volume I merupakan sebuah kejutan dari Lars Von Trier, karena sebuah bagian trilogy yang paling tidak depresif jika dibandingkan dengan Melancholia dan Antichrist. Nymphomaniac masih memiliki sisi “dark tone”-nya namun tidak berarti membuat film untuk bersenang-senang lewat banyaknya referensi yang digunakan dalam screenplay-nya termasuk music, fishing, bahkan kuliner, membuat volume I ini terasa kaya secara dialog. Kekayaan dialog lewat line-line “scientific” ini menguatkan bahwa film ini tidak hanya membuat sex sebagai objek yang terus dieksploitasi secara “eksplisit visual”nya, namun menjadikan film ini sebagai sebuah study of behaviour. Belum dalam memang, namun cukup enganging untuk sebuah tema yang tidak semua orang pernah merasakannya. Sisi kelemahannya, film yang “terpaksa” di-split karena durasinya yang tergolong panjang ini, kurang terasa memancing penonton untuk melihat volume selanjutnya (but I AM STILL SOLD for the next volume).

“How this movie concerns about nymphomaniac behviour instead of its heavy depression is pretty rich.”

To be continued to Nymphomaniac Volume II…

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s