Nymphomaniac Volume II (2014) : Trilogy of Depression, Final Orgasms of Erotic Experiences

Director : Lars von Trier

Writer : Lars von Trier

Cast : Charlotte GainsbourgStellan SkarsgårdStacy MartinMia GothJamie BellShia LaBeouf

“I am not like you. I am a nymphomaniac and I love myself being one.” – Joe

Previous review on ALBO Brain Movie Review : Nymphomaniac Volume I

(REVIEW) Setelah berhasil mengejutkan lewat film yang memiliki “cara” tersendiri untuk menghibur lewat volume I-nya, Nymphomaniac – Joe (Charlotte Gainsburg) memulai kembali perjalanannya sebagai seorang pecandu sex yang sedang mengalami ke-mati rasaan atas organ intimnya, yang membuat ia sangat frustasi bahkan depresi.

Film ini masih melanjutkan diskusi intelektual antara Joe dan Seligman (Stellan Skarsgard), jika pada volume I, diskusi kedua orang ini masih terlalu satu arah, paling tidak di diskusi sesi 2 ini, terungkap bahwa Seligman adalah seorang aseksual, yang merupakan sebuah konsep menarik sekaligus kejutan, sekaligus menjadi gimmick, ketika seorang pecandu seks berdiskusi dengan seorang yang mengalami mati rasa terhadap seks. Sisi ini menjawab setiap pertanyaan yang timbul di volume I mengapa Seligman serasa kurang terangsang dengan cerita Joe.

Jika pada volume I, Stacy Martin lebih banyak mengambil peran di lapangan, volume II merupakan pengalihan tugas antara Stacy Martin ke Charlotte Gainsburg, peralihan ini sedikit mengganggu karena loncatan waktu antara Stacy Martin ke Charlotte Gainsburg tidak terlalu besar atau jauh (tapi untung muka mereka mirip). Pergantian pemain tanpa disertai durasi tenggang waktu peralihan yang seimbang ini seakan-akan menimbulkan pertanyaan, “Apakah pergantian pemain ini benar-benar diperlukan ? Mengapa bukan Stacy Martin saja yang terus melanjutkan role yang diambil Gainsburg ? Sepertinya departemen casting memang ingin mendaulat Gainsburg untuk selalu membintangi Trilogy of Depression ini ATAU memang sequence film selanjutnya memang membutuhkan aktris berkaliber lebih tinggi untuk menjalani setiap scene yang bisa dikatakan semakin demanding.

Jika pada volume I terdiri dari 5 chapter yang meliputi kehidupan awal Joe, maka di volume II hanya terdiri dari 3 chapter, tidak sebuah kejutan ketika cerita sepertinya mengalami perlambatan dari volume I.

Chapter 6 : The Eastern and The Western Church (The Silent Duck)
Chapter 6 merepresentasikan pengorbanan yang dilakukan Joe untuk mendapatkan “sensasinya” kembali. Sebuah harga yang mahal, ketika ia bertemu dengan K (Jamie Bell), seseorang yang lebih muda darinya dan memiliki kebiasaan torturing terhadap para wanita. Yeah, karakter K memang tidak brilian diperankan oleh K, dan karakter ini sedikit banyak mengingatkan karakter Mr. Grey di Fifty Shades of Grey. Chapter ini merupakan sebuah chapter paling disturbing dan frontal dari semua chapter. Scene ini juga salah satu scene paling panjang, dan sedikit terasa bland yang tidak bisa mengimbangi sisi disturbing-nya. Yeah, I call it, bland disturbing. Sisi yang menarik adalah ketika Joe mengorbankan keluarganya, dan terjadi gejolak batin ketika pernikahannya dengan Jerome (Shia LaBeouf) sedang berada di ujung tanduk.

Chapter 7 : Mirror
Mirror, sebuah chapter ketika Joe terpaksa mengikuti sebuah support group, chapter ini bisa dikatakan sebagai perwakilan penolakan masyarakat yang melakukan penolakan terhadap orang-orang seperti Joe. Salah satu chapter paling pendek, namun juga menarik.

Chapter 8 : The Gun
Jika sudah bosan dengan sex, sex, sex, mungkin chapter 8 inilah yang membawa sisi kepribadian dan aspek kehidupan Joe yang lain. Setelah hampir 4 jam, digempur oleh kepribadian Joe yang sex addict dan sedikit sisi cinta dan keluarganya, The Gun memperlihatkan kita pada sisi Joe yang paling normal. Bekerja sebagai seorang debt collector yang menggunakan keahliannya untuk bertemu para laki-laki, Joe sukses menjadi seorang debt collector, yang akhirnya mempertemukannya dengan P (Mia Goth), gadis misterius yang akhirnya ia asuh.

Nymphomaniac Volume II merupakan sebuah penurunan jika dibandingkan volume II, terlihat kurang fresh dalam menyajikan kepribadian Joe sebagai seorang Nymphomaniac akut, walaupun perbincangan antara Seligman dan Joe masih sangat menarik untuk disimak. Sisi referensi sebuah perbincangan mulai menurun kuantitasnya, dan dikompensasikan dengan arah pencarian jati diri yang baru seorang Joe. Jika Volume I dipenuhi dengan banyak adegan-adegan catchy, seperti adegan di kereta dan khususnya adegan Mrs. H, Volume II sepertinya kehilangan adegan-adegan seperti itu, bahkan adegan yang se-disturbing yang dilakukan Jamie Bell pun akhirnya terasa sedikit membosankan dan point-less.

Nymphomaniac Volume II juga sedikit terjadi ketidakkonsistenan karakter (walaupun diperankan dengan seimbang oleh Gainbrough dan Martin), di lapangan karakter Joe ini terlihat begitu shallow, namun ketika berdiskusi, karakter Joe ini begitu kaya, begitu pintar berbicara, begitu intelektual, yeah, entah ketidakkonsistenan karakter ini mungkin disebabkan karakter Joe yang thoughtful dan pendiam, yang akhirnya menemukan partner berbicara. Mungkin akan lebih baiknya, jika Joe mendapatkan sisi personal non-sex yang juga diperlihatkan di layar.

Disinilah Nymphomaniac mengalami sisi tricky pada durasinya yang panjang. Jika tidak dibagi dua sepertinya penonton akan mengalami kelelahan karena berdurasi total empat jam, namun jika terbagi dua volume, volume II ini lebih cocok sebagai chapter-chapter fase pendinginan setelah kegilaan apa saja yang dialami oleh Joe.

Nymphomaniac Volume II diselamatkan dengan sisi “thought provoking” terhadap final act-nya, salah dua yang membuat bertanya adalah sisi takdir dari setiap orang dan bagaimana orang-orang mana saja yang akhirnya berubah menjadi seorang hypocrite.

“In the end, Nymphomaniac is good enough picture of Nymphomaniac and its substance could balance its porn image packaging. Thanks for that, because if I wanna watch porn, I will watch porn.”

 

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s