Anchorman 2 : The Legend Continues (2013), First Class “Great Odin’s Raven” Jokes, Less Newsy Backup Story

Director : Adam McKay

Writer : Will FerrellAdam McKay

Cast : Will FerrellChristina ApplegatePaul RuddSteve CarellDavid KoechnerMeagan GoodJames MarsdenKristen WiigGreg Kinnear

“By the hymen of Olivia Newton-John ! – Ron Burgundy

(REVIEW) Komedi dari kerajaan Judd Apatow memang selalu layak untuk ditunggu, walaupun belakangan komedinya tidak terlalu sukses baik secara komersil ataupun secara kualitasnya, mulai dari The Five Year Engangement dan This is 40. Anchorman 2 : The Legend Continues merupakan sebuah sekuel yang memang layak ditunggu mengingat film pertamanya dikatakan sukses besar dan salah satu indikasi baik untuk sekuel ini, sekuel ini tidak pernah dibuat terburu-buru hanya untuk memenuhi kebutuhan komersial.

Salah satu yang membuat Anchorman pertama cukup berhasil adalah kehadiran Veronica Corningstone (Christina Applegate) yang mampu mengimbangi kekuatan komedi dari teman-teman aktor lainnya yang memang sudah diragukan lagi jiwa lawaknya. Namun, sepertinya salah satu kunci keberhasilan tersebut tidak ingin direpetisi. Yeah, memang harus ada yang dikorbankan ketika cerita harus berkembang. Salah satunya, hubungan Ron Burgundy dan Veronica Corningstone yang terpaksa mulai dibatasi untuk mengekspansi cerita baru. Corningstone dan Burgundy telah menikah dan memiliki seorang anak, keduannya juga masih bekerja sama sebagai penyiar berita hingga akhirnya bakat Corningstone tidak terbendung lagi dan membuatnya dipromosikan. Wew ! Classic problem. Naiknya Corningstone ini membuat Burgundy akhirnya dipecat dan tidak lagi menjadi newsanchor.

First 30 minutes is state of euphoria. Tiga puluh menit pertama dari sekuel ini merupakan bagian terlucu dan membuat penggemar merasa bangga memiliki sebuah komedi dengan sekuel yang menunjukkan indikasi keberhasilan. First class R rated jokes pun ditebar disepanjang 30 menit ini salah satunya lewat pengenalan kembali teman-teman Burgundy. Ketika sebuah statsiun televisi menerapkan sebuah inovasi baru yaitu 24 jam full news, Burgundy direkrut dan mengajak teman-teman lamanya, Champ Kind (David Koechner), Brick Tamland (Steve Carell) dan Brian Fantana (Paul Rudd). Whoops, dan tentu saja Baxter yang bisa dikatakan re-casting paling identik di sepanjang sejarah film (kidding). Pengenalan kembali karakter-karakter kocak ini menjadi sebuah ajang reuni menyenangkan dengan jokes-jokes cerdas, terutama jokes franchise yang dilontarkan Champ Kind tentang “chicken of the cave”, that’s just top notch.

Kredibilitas dan validitas logic yang menjadi salah satu sisi menarik di predesesor-nya pun mulai dihadirkan ketika keempat tokoh pembaca berita ini plus Baxter pun mengalami sebuah kecelakaan epic pengundang tawa, yang akhirnya mengakhiri 30 menit paruh pertama. If, it’s just for 30 minutes, I am gonna give this movie, an easy A.

Kehadiran Harrison Ford di 30 menit pertama merupakan sebuah awal mengapa Anchorman 2 memang layak dilabeli dengan star studded comedy of the year, yeah tentu saja tidak lepas dari nama kerajaan Judd Apatow yang memang telah memiliki reputasi. Jejeran pemain pendukung pun diperkenalkan di newsroom untuk menandingi Burgundy dan kawan-kawan, mulai dari Jack Lime (James Marsden) seorang newsanchor andalan yang menjadi rival utama Burgundy, Linda Jackson (Megan Good) atasan wanita ambisius kulit hitam yang sepertinya ditugaskan untuk menggantikan porsi dari Christina Applegate sebagai love interest Burgundy, Chani Lastname (Kristen Wiig) yang menjadi love interest Brick. Berbicara tentang Brick, transformasi Steve Carell dari sekedar pemain pendukung menjadi leading actor serta keberhasilan reputasi Brick di film sebelumnya sepertinya membuat karakter “bodoh” ini adalah tokoh yang paling dikembangkan, disamping Burgundy itu sendiri. Paruh kedua ini memang sedikit mengalami penurunan lucu dibandngkan awal film. Oh yeah, I almost forgot there’s appearance of Greg Kinnear as Gary, but it’s just “let’s forget it”.

News rejuvenization (rejuvenization, is that a word ?), salah satu sisi yang impressing dari Anchorman 2 adalah bagaimana film ini dengan pintar (walaupun secara asal) mengolah setting waktunya yang retro dan memperlihatkan kepada penonton perkembangan dunia berita dari yang konvensional beralih ke modern, seperti awal mulanya breaking news, sampai acara news yang dibuat kurang strick dan lebih entertaining. Jika Anchorman pendahulunya memang berkonsentrasi dengan dunia kompetisi di ruang berita antara Burgundy dan Corningstone, sekuelnya dipenuhi dengan drama-drama kurang berhubungan (dan sepertinya kurang penting) walaupun masih diselingi dengan jokes-jokes R rated yang selalu ditunggu, walaupun tingkat kelucuannya sudah menunjukkan tingkat kelelahan.

Kehadiran James Marsden, Megan Good, serta Kristen Wiig sudah cukup komikal walaupun tidak tereksplor sepenuhnya karena terbatasnya screentime semakin menambah kelemahan film ini, yeah wasted supporting actors, ditambah dengan Paul Rudd, David Koechner, dan Steve Carell yang mulai dinonaktifkan secara perlahan menambah penonton harus berkonsentrasi dengan drama dari Burgundy. Sebenarnya bukan menjadi masalah ketika cerita ini bisa memback-up ledakan scrambled jokes, namun sepertinya drama non news ini kurang bisa membuat Anchorman bercerita tentang Burgundy sebagai anchorman, bukan hanya sebagai satu individu saja.

Setelah serangkaian catastrophe tidak lucu, Anchorman 2 kembali ke bentuk awalnya. Sebuah adegan perang antar news team, yang merupakan repetisi adegan dari film selanjutnya, merupakan salah satu kejutan di film ini karena melibatkan cameo bintang-bintang Hollywood mulai dari Tina Fey, Amy Poehler, Jim Carey, Sacha Baron Cohen, Marion Cotillard, Kristen Dunst, Will Smith, Liam Neeson, dan ditutup dengan kehadiran final dari Vince Vaugh. It’s just EPIC.

Anchorman 2 : The Legend Continues merupakan sebuah sekuel yang tidak mengkhianati nature dari predecessornya, ditambah dengan jajaran pemain utama dan pendukung berbakat serta lawakan khas Burgundy yang membuat originalnya begitu menyegarkan. Hanya saja pada titik tertentu, jokes ini sudah kelelahan tidak peduli lagi sebagaimana menarik substance didalamnya, dan tanpa adanya sebuah line cerita yang cukup newsy untuk dinikmati. Tetapi secara keseluruhan Anchorman 2 bukanlah sebuah sekuel yang sepenuhnya gagal, sekuel ini lebih tepatnya sebuah selebrasi dengan banyak aneka rasa. Nice try, anchorman !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s