The Bridges of Madison County (1995), Believability of Igniting “Once in Lifetime” Passionate Affair

Director : Clint Eastwood

Writer : Richard LaGraveneseRobert James Waller

Cast : Clint EastwoodMeryl StreepAnnie Corley

This kind of certainty comes but once in a lifetime. – Robert Kincaid

Streep’s Streak Challenge

(REVIEW) Believability merupakan hal yang mahal untuk sebuah cerita yang terkesan klise. Terkadang mengkaitkan suatu hubungan relationship untuk patut diperjuangkan walaupun mengandung sisi “quick love” atau “instant love”. Yeah, sisi inilah yang mungkin pernah dialami oleh film Titanic, tanpa mengingat achievement teknikal yang bisa dikatakan selangit. Tentu saja, dengan durasi yang terbatas, sebuah relationship yang menjadi storyline sebuah film harus memiliki penetrasi yang tidak hanya berlomba dengan waktu, namun juga harus efektif. Film inilah salah satunya.

Film yang diangkat dari bestselling novel dengan judul yang sama ini berkisah tentang sebuah kisah cinta singkat yang berlangsung selamanya. Let’s say it’s “empat hari untuk selamanya”.

Carolyn (Annie Corley) dan Michael (Victor Slezak), dua kakak beradik sedang mengurusi pemakaman Ibu mereka. Tanpa disangka terdapat satu permintaan terakhir ibunya, yaitu dimakamkan secara kremasi dan abunya di taburkan di sebuah jembatan. Permintaan ini seperti datangnya entah dari mana, keduannya pun bertanya-tanya, hingga akhirnya keduanya menemukan tiga buah buku yang Ibunya wariskan, dan menceritakan sebagian kecil rahasia dari hidupnya. Yeah, bagian opening scene ini memang tidak se-appaling bagian-bagian selanjutnya. Uninspiring cast untuk Carolyn dan Michael, tapi tenang saja, porsi mereka sangat sangat kecil, walaupun begitu krusial pada keseluruhan cerita.

Flashback di tahun 1965, Francesca Johnson (Meryl Streep) adalah seorang ibu rumah tangga biasa di kota kecil Madison County, Iowa, menjadi seorang ibu berarti kehidupan pribadi yang ia impikan terhenti dan mulai kehidupan yang baru, yaitu bersama anak dan suaminya. Tapi, hari Francesca hanya diisi oleh satu rutinitas satu, ditutup satu rutinitas yang lain. Oleh karena itu, ketika suami dan anak-anaknya pergi ke luar kota untuk beberapa hari, it’s totally heaven, finally she got her “me-time”. Ia pun bertemu dengan seorang photografer National Geography, Robert Kincaid (Clint Eastwood), seorang lak-laki yang memiliki virtue berlawanan dengannya. Ia seorang petualang, free spirited. Ketika Francesca membantu Robert, terjadi gejolak hasrat terlarang diantara keduannya yang akhirnya berujung pada affair terlarang.

Film ini seakan-akan mampu membalik apa yang biasanya menjadi titik lemah sebuah film, menjadi keuntungan di film ini sendiri, kemudian menyajikan untuk penonton yang memuaskan, dan terkadang insightful. Titik lemah film ini adalah film ini diadaptasi dari sebuah novel yang memiliki material cerita sangat terbatas. Yeah, ketika sebuah buku atau novel memiliki banyak kata untuk menerjemahkan “material terbatas” ini, bisa dikatakan film merupakan media yang lebih terbatas, walaupun secara visual memang lebih unggul. Disinilah peran sutradara, serta screenwriter sepertinya diandalkan, untuk membangun sequence yang efektif, dan mampu menerjemahkan sesuatu yang wordy dengan gaya visual.

Jika hanya mengandalkan satu material terbatas di film ini, yaitu affair, mungkin film ini hanya akan menyajikan sesuatu yang romantis, penuh sentimentalitas, namun tidak memperhitungkan bahwa terdapat “sisi kehidupan” yang kompleks di dalamnya. Yep, film ini mampu mengangkat sebuah tema affair menjad sebuah tema yang patut didiskusikan dan juga menjadi sesuatu yang lebih “reasonable” dan kekuatannya bersumber dari sensitifitas Clint Eastwood sebagai seorang sutradara, sekaligus kekayaan karakter yang mampu ditopang dengan benar oleh para aktornya.

Francesca Johnson merupakan sebuah peran paling vibrant, dan juga memiliki sisi smooth erotic thing yang berhasil dimainkan oleh Meryl Streep. Di awal film, Francesca Johnson dipertunjukkan sebagai seorang Ibu yang tidak puas, kemudian ketika ia bertemu dengan Robert untuk pertama kali, ia mampu menunjukkan sisi “awkward”, sisi nervous, dan sebuah sisi misterius yang harus penonton gali di awal film. Memasuki paruh kedua, Francesca Johnson digambarkan sebagai seorang yang tidak puas akan keadaan dirinya, namun masih tetap mempertahankan keadaan. Di paruh kedua ini, Francesca lebih diperlihatkan sebagai seorang passionate lover, dan di paruh ketiga, barulah, klimax dari gejolak batin Francesca diperlihatkan. She’s so fragile and strong in the same time.

Di sisi lain, Robert Kincaid, yang diperankan oleh sang sutradara sendiri mampu memegang perannya dengan mantap. Robert Kincaid bisa menangkap apa yang digalaukan oleh Franceska sekaligus bisa menjadi seorang leader karismatik untuk kisah cinta di usia yang tidak muda lagi. Kekayaan karakter ini membawa sebuah sisi diskusi yang menyegarkan antara Francesca dan Robert. Sebuah film yang terlihat tidak ingin terburu-buru dengan apa yang menjad tujuan akhirnya, dan lebih menekankan pada proses. Memberikan penonton sebuah alasan kenapa karakter-karakter ini memutuskan untuk melakukan sebuah hubungan perselingkuhan. And, yep, it’s dirty but also so passionate in the same time.

In the end, affair ini ditutup dengan sebuah resolusi yang terkesan biasa, namun memiliki terjemahan yang lebih luas, dan hal tersebut disampaikan untuk penonton, tentang bagaimana sebuah relationship mampu mengingat dua orang dengan caranya sendiri. Memastikan sebuah cerita telah mengembalikan semua karakternya ke tempat semula, namun tetap memastikan penonton bahwa terdapat sesuatu yang telah terjadi dan hal itu sangat berarti. This is what we called an elegant affair.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s