Cheap Thrills (2014) Justified Its “Poop Race” Story with Well-Life Driven Characters and Mysterious Motives

Director : E.L. Katz

Writer : David ChirchirilloTrent Haaga

Cast : Pat HealyEthan EmbrySara PaxtonDavid Koechner

“So what’s the offer ? $50.000 to whoever finish the portion first.” – Colin

What are you gonna do for $50 ?
What are you gonna do for $100 ?
What are you gonna do for $1000 ?
What are you gonna do for $15.000 ? Cut your pinky off maybe ?

Yeah, seperti itulah gambaran singkat dari film Cheap Thrills, yang sepertinya dari premis awalnya terlihat murahan, kemudian dicerminkan dengan poster yang juga tidak meyakinkan. Yup, no expectation for this movie. Untuk orang seperti Craig (Pat Healy), sex seperti sebuah distraksi untuk sebuah kehidupan yang begitu memuakkan. Yep, tits and moaning is first opening scene for this movie. Let’s say, kehidupan yang memuakkan dapat berupa kombo antara hidup di rumah sewa yang telah jatuh tempo, bekerja di sebuah bengkel untuk mengganti oli (yang kemudian beberapa saat kemudian ia dipecat dari pekerjaan low wage ini), dan ia masih memiliki anak yang berusia balita. Tidak bisa menyampaikan kepada istrinya atas kehilangan pekerjaannya, Craig pun menyempatkan diri untuk menenangkan pikirannya dengan mengunjungi sebuah bar yang berujung pada kebetulan bertemu dengan teman lamanya, Vince (Ethan Embry). Sama seperti Craig, Vince juga kehidupannya tidak lebih baik. Cerita punya cerita, Craig dan Vince yang sama-sama sedang membutuhkan uang, bertemu dengan pasangan yang tidak sukar dalam membuang uang, mereka adalah “seems always in good mood- guy” Colin (David Koechner) dan teman wanita misteriusnya, Violet (Sara Paxton). And the games begin ? Mulai dari tantangan menggoda cewek, memukul security, sampai akhirnya Craig dan Vince diajak kerumah mereka untuk merayakan ulang tahun Violet, mereka pun siap-siap mau melakukan apa saja demi iming-iming hadiah uang tunai, and that’s what we called “Cheap Thrills”. The part of it is Colin and Violet are psychopath. Hmm, tempting ?

Berawal dari sebuah premise yang bisa dikatakan begitu “uncommon”, film ini mampu mengeksekusi premise ekstrem ini dengan begitu lembut, dan reasonable. Salah satu faktor pendukungnya adalah lewat 15 menit pertama yang memang ditujukan sebagai landasan atau pondasi pembangun untuk mendompleng aksi-aksi gila di durasi selanjutnya. Lewat 15 menit pertama, disajikan kehidupan awal Craig yang begitu berat, kemudian hal ini yang akan dijadikan sebagai faktor triggering atau drive untuk tindakan-tindakannya selanjutnya. Sama seperti Craig, pertemanan Craig dan Vince juga digambarkan secara implisit sebagai sebuah pertemanan yang penuh dengan kepura-puraan, dan terlintas menggambarkan bahwa “ada” sesuatu yang terjadi di masa lalu. Pertemanan ini juga akan dijadikan materi cerita yang cukup kuat. First 15 minutes is thrill-less, mungkin sedikit membosankan juga, tapi bersabarlah.

Awal film hingga diperkenalkannya karakter Colin dan Violet mungkin membuat kita bertanya bahwa film ini terlalu banyak coincidence, yep, it is, tetapi inilah bagian dari twist nan sederhana yang sempat jawabannya sempat dilontarkan di awal film. Colin khas karakter David Koechner ditambah dengan topi cowboy-nya merupakan karakter dengan tingkat salesmanhip yang cukup menawan, dalam artian, setiap ajakan atau offering yang ditawarkan untuk Craig dan Vince selalu dapat disampaikan dengan santai dan juga meyakinkan, in this case, Koechner did some great jobs. Berbeda dengan Violet yang seperti kebalikan dari sisi open book dari Colin, sisi pendiam-nya membuat karakter ini menjadi central “sisi misterius” yang mungkin membuat karakter Violet ini menjadi karakter yang paling diteropong terutama oleh para penyuka film thriler – mystery yang suka menebak-nebak. Dan dari sinilah tensi film mulai dibangkut, mulai dari tantangan 100 dolar, tantangan 200 dolar, sampai dengan tantangan akhir. Tentu saja, seperti melihat suatu pertunjukkan kuis, let’s say “Who wants to be Millionare”, setiap tantangan membawa resikonya sendiri. High returns, high risks.

(MAYBE SPOILER)

The tone is getting darker, dan tantangan demi tantangan selayaknya sebuah “Project X” yang dikemas dalam balutan party, namun tetap tidak melupakan sisi suspensenya. Penonton akan dibuat merasa bahwa ada sesuatu yang salah dengan pasangan Colin dan Violet, berusaha menyampaikan ini kepada Craig-Vince, namun mereka tetap melakukan tantangan demi tantangan. Beberapa tantangan akan dikemas dengan sangat fun, mulai dari lomba “poop” penuh ketegangan, sampai adegan memakan hidangan yang terbuat dari anjing yang begitu disturbing. Tantangan demi tantangan ini akan benar-benar memuaskan para penikmat film yang suka dengan genre dalam film Saw atau Final Destination dikombinasikan dengan genre comedy dari This is The End atau semacamnya.

This movie seems shallow ? Yes it is, but it’s what makes it so special.

Terlihat dangkal ? Memang. Namun tantangan ini dikemas dengan sabar, dikemas dengan fun, very well made, kemudian me-relasikan sesuatu yang dangkal dan fun dengan karakter-karakter meyakinkan yang membuat kita percaya bahwa karakter ini tidak hanya bersenang-senang kosong namun juga memiliki alasan yang “tepat” untuk melakukan setiap tindakan. Hal inilah yang membuat film yang terkesan “party-mundane” ini dengan seketika menaikkan standar bar-nya. Ditambah dengan sebuah karakter-karakter “antagonist” yang dibolak-balik diantara Craig, Vince, Colin, dan juga Violet. Semua karakter misterius ini memiliki sisi motive, dan juga dua sisi yang baik-buruk.

Tidak gampang memang untuk membuat sebuah twist yang sederhana namun tetap memuaskan penonton. Namun, Cheap Thrills mampu menunjukkannya. Sebuah twist nyaris disajikan di akhir film pun menjadi bagian paling “sakit” dari setiap karakter yang ada. Sebuah twist yang dengan subtle-nya melakukan pendekatan di sepanjang film. Sebuah twist yang tak mampu tertebak karena penonton kepalang berpikir terlalu complicated. In the end, Cheap Thrills gives us a lot of thrills, from bloody thrills, funny thrills, mysterious thrills, and sickening thrills, party thrills. (B)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s