Hateship Loveship (2014) Has Serene Ambience and Leading Silent Storm with Incorrigible Oversimplified Final Act

Director : Liza Johnson 

Writer : Alice MunroMark Poirier 

Cast : Kristen WiigGuy PearceHailee SteinfeldJennifer Jason LeighNick Nolte 

“I have what I want.” – Johanna

(REVIEW) Bridesmaids changes her. Yep, penampilan sebagai Annie oleh Kristen Wiig banyak yang sudah tidak kaget mengingat Wiig adalah salah satu anggota SNL dengan sejuta impersonation-nya. Tapi bagaimanakah jika Wiig mendapatkan peran yang begitu dramatis dan harus meninggalkan sisi komedinya. Johanna (Kristen Wiig), seorang caretaker sepertinya sudah menyiapkan hatinya ketika pasien yang ia rawat harus meninggalkannya, dengan sangat tenang mengganti pakaian sang pasien kemudian dengan tenang juga, ia melakukan death report.

Kehidupan kecilnya seketika berakhir, dan ia segera mengemas kopernya untuk berpindah ke keluarga lainnya. Berbeda dengan Jim Carey di The Truman Show atau The Eternal Sunshine of Spotless Mind yang berhasil nge-blending sisi komedinya dengan cerita drama, Wiig sama sekali tidak menunjukkan ekspresi komedi berapi-api, atau dengan kata lain, di film ini ia benar-benar komit untuk bermain dengan cara yang berbeda.

Johanna kemudian masuk ke dalam sebuah keluarga dari Mr. McCauley (Nick Nolte) yang hidup bersama dengan cucu satu-satunya, Sabitha (Hailee Stainfeld). Hubungan antara McCaley dengan menantu laki-lakinya. Ken (Guy Pearce) langsung berjarak ketika Ken dengan tidak sengaja menyebabkan ibu Sabitha meninggal dalam suatu kecelakaan. Dengan segala permasalahan dalam keluarga tersebut, numbness merupakan salah satu metode yang Johanna lakukan untuk meminimalisir intervensi-nya ke dalam keluarga tersebut. Segala tugas caretaker pun ia kerjakan tanpa harus mencampuri kehidupan McCauley lebih dalam. Hingga suatu malam, Sabitha dibawah pengaruh teman liarnya menjebak Johanna untuk berkorespondensi dengan Ken. Dengan sangat kejam, Sabitha dan temannya pun secara tidak langsung menguak sisi “kesepian” dari Johanna, bahwa dirinya sebagai seorang manusia pun membutuhkan kasih sayang dari orang lain.

It’s indie, right ? Seemingly. Nafas film indie pun hadir lewat banyaknya silent moment yang kebetulan dengan baik diterjemahkan, terutama lewat penampilan Wiig yang menabrak imagenya selama ini. Wiig menjelma menjadi silent storm dengan banyak sisi yang dikuak lewat kediamannya. Sempurna ? Mungkin tidak. Peran seperti ini mungkin akan membutuhkan aktris dengan kedalaman tersendiri, namun penampilan Wiig juga tidak buruk serta menjawab banyak penasaran publik yang ingin melihatnya di penampilan seperti ini. Walaupun dari awal sampai akhir, karakter Johanna banyak mengandalkan self-pity, namun beruntungnya masih berada pada level comforting untuk penonton. Dari segi fisik, mungkin Johanna terlalu berkostum mengambil interpretasi seorang caretaker dengan sepatu anehnya, straight hair, plus baju tidurnya yang putih polos. Sisi negatif dari karakter yang terlalu berkostum ini, membuat Wiig terlihat sebagai seseorang yang sedang berpura-pura sebagai Johanna ketimbang menjadi Johanna itu sendiri (but it’s just temporary feeling of me).

Sebenernya terdapat satu sisi yang sangat menarik dari seorang Johanna yang sangat ingin dan menarik untuk dilihat, namun sisi ini dimatikan terlalu dini. Apa itu ? Yep, it’s her sensuality. Adegan ciuman Johanna dengan dirinya sendiri di cermin merupakan hal yang menarik. Bagaimana reaksi Johanna setiap kali mendapatkan surat dari Ken merupakan hal yang menarik. Namun kemudian ambisi film ini untuk berkonsentrasi pada “love story”-nya ketimbang Johanna itu sendiri menjadi film ini semakin blah.

And the prank becomes mean-er. Prank yang diciptakan Sabitha berubah menjadi fatal ketika Johanna memutuskan untuk keluar dari rumah keluarga McCauley dan menyusul Ken ke motel tempat bisnisnya. Johanna pun terjebak ketika mengetahui bahwa Ken tidak pernah menulis surat untuknya, dan menyadari dirinya hanyalah bagian dari practical jokes Sabitha dan temannya. Disinilah cerita mulai tidak menarik, sekaligus tidak berkembang.

Loveship Hateship yang hanya diangkat dari short story pun menjadi terlihat underdeveloped lewat hubungan Johanna dan Ken yang stuck pada suatu tempat, namun juga secara pasif mengeksplor tentang dua kepribadian yang terjebak pada satu rumah. Disini kehadiran Chloe (Jennifer Jason Leigh) pun sama sekali tidak mampu membantu menciptakan percikan hubungan. Di substory yang lain, keluarga McCauley yang ditinggalkan Johanna masih diceritakan, namun sepeninggal Johanna, kehidupan dari keluarga ini serasa menjadi sebuah substory yang tidak penting lagi.

Luckily, Loveship Hateship mendapatkan seorang sutradara yang mampu menciptakan sebuah atmosfer serene yang menyenangkan dan menenangkan. That’s positive point. Tetapi, bagian hateship-nya sepertinya mengimbangi sisi loveship film ini sehingga film ini berada pada posisi so-so. Tidak benci. Tidak juga disukai. Salah satu sisi hateship-nya adalah bagaimana film ini mengambil solusi yang cenderung meng-simplified, baik dari sisi cerita ataupun dari karakter. Karakter Ken merupakan karakter yang paling mendapatkan gerusan ini. Ken is incorrigible, karakter Ken juga mempengaruhi Johanna menjadi sebuah karakter yang mindless dan terlalu “malaikat” di akhirnya sedangkan aktris berbakat Hailee Stainfeld terjebak pada karakternya yang cenderung selalu bermain aman. Dari sisi cerita, film ini terlalu ingin mempertahankan atmosfer tenangnya tanpa ingin menciptakan sebuah konflik yang mungkin sudah ditunggu oleh penonton. So, maybe if you wanna see a movie without a fight, this is it !

In the end, I still enjoy it, it’s still fun to see Wiig in serious role. (B-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s