Locke (2014), Life Deconstruction through Character’s Persistence with Hardy Takes The Wheel

Director : Steven Knight

Writer : Steven Knight

Cast : Tom Hardy, Olivia Colman, Ruth Wilson

(REVIEW) Tipe film “one man/woman show” memang ideal jika dipadatkan dengan durasi tidak lebih 90 menit, kemudian diasosiasikan ke “life survival” yang kemudian dihubungkan kembali dengan masalah hidup dan mati. Tapi tidak dengan Locke, kali ini tidak perlu satellite debris yang mengobrak-abrikkan angkasa, atau pulau terpencil dengan bola voli usang bernama Wilson, atau terkubur dalam sebuah peti mati dengan 90 minutes oxygen. Survival yang bisa langsung dihubungkan dengan kehidupan penonton adalah bagaimana setiap pilihan dalam hidup harus segera diambil dalam kehidupan sehari-hari. Dan inilah yang tercermin dalam film Locke.

Ivan Locke (Tom Hardy) keluar dari site kerjanya dengan memiliki segalanya : pekerjaan yang mapan, keluarga yang menanti di rumah, dan sebuah mobil BMW sebagai alat transportasi. Tapi kali ini, mobil inilah yang menjadi saksi bahwa kehidupan seorang Ivan Locke akan segera berubah dalam perjalanan 90 menit dari Birmingham ke kota London.

Film Locke tidak hanya mencakup “life survival” tapi yang lebih penting adalah “character survival” yang secara apik terpancar dari penampilan Tom Hardy yang compelling dalam sembilan puluh menit. Cold, well managed, past haunted, detail oriented, family man, tough, recalcitrant itulah Ivan Locke. Seperti ter-eksplisit kata “lock” dalam namanya, Tom Hardy berhasil mengunci karakter yang menjadi satu-satunya wajah di layar. Berbeda dengan film-film serupa yang menjadikan “one man show” sebagai media transformasi seseorang, Locke menempatkan transformasi karakter di awal film, kemudian menguji transformasi ini apakah akan bertahan atau tidak. Disinilah kegigihan Ivan Locke mempertahankan prinsipnya diuji. That’s why I called it’s a character survival.

Lewat gesture super detail, aksen menyenangkan, serta intonasi, Tom Hardy membuktikan bahwa ia tidak hanya seorang mantan rising star yang tampil sebagai Eames di Inception, tapi juga seorang aktor yang berhasil melebarkan range penampilannya dengan halus, dan wajib ditunggu performance berikutnya. Kali ini tidak ada visual effect yang membantu, apalagi cerita yang cenderung terkesan “friendly, daily, casual problem”  membuat derajat suspense, atau mystery benar-benar dinetralkan dalam film ini, hasilnya mengejutkan. Ivan Locke adalah salah satu penampilan terbaik Tom Hardy (selain Bane, atau Bronson).

Oh, I forgot about storyline, and by THAT “friendly, daily, casual problem”, I’ll breakdown it in several points. Dalam 90 menit, Ivan Locke harus menyelesaikan masalahnya yang meminta kepalanya untuk solusi dalam waktu yang bersamaan.

  • Ivan Locke harus segera ke London untuk menemani wanita – Bethan (disuarakan Olivia Colman) yang sedang melahirkan. The good news is it’s his baby. The bad news, she’s not his wife. The good news is it’s accidental.
  • Ivan Locke juga merasa bertanggung jawab untuk memberitahu hal tersebut kepada istrinya, Katarina (disuarakan oleh Ruth Wilson), yang sedang menunggunya di rumah dengan kedua anaknya.
  • And cherry on top, di pagi hari sebuah proyek mega budget membutuhkan Ivan Locke mempersiapkan “segalanya” sebagai manager.

Plot cerita seakan-akan seperti meruntuhkan sebuah bangunan. Bangunan sudah pasti roboh, bagaimana bangunan ini roboh adalah sesuatu yang diangkat dalam film ini, dengan cerdas, detail, dan sensitif. Mengawali cerita dengan lingkup yang sempit, Locke harus melebarkan area-nya agar 80 menit selalu padat dan memang berhasil. Locke begitu impressive menciptakan dunia di luar mobil BMW-nya dengan cukup menyeluruh tanpa terkesan membanjiri Ivan dengan tiga masalah sekaligus. Skenario pun berhasil mengangkat hal-hal kecil menjadi sesuatu yang reflektif seperti tingkat stress ditingkatkan dengan mengkondisikan Ivan yang sedang menderita sakit flu sehingga ia harus sesekali mengambil tissue, atau gangguan notifikasi “one call waiting” yang dengan lembut menjadi gangguan komunikasi dan emosi Ivan. Tapi yang paling dominan adalah bagaimana Steven Knight memberi deskripsi lisan tentang detail proyek yang Locke jalani, atau keadaan keluarga Locke yang sedang dalam posisi bahagia maksimal, sampai karakter Bethan yang dijabarkan dengan jelas, sehingga penonton tidak kehilangan simpati dengan karakter utama. Skenario juga bersil mendeskripsikan karakter invisible seperti Bethan yang digambarkan “powerless -craving for attention – craving for love – lonely” atau Katarina yang “completely blackout – angry – confuse – nauseous” sampai bawahan Ivan – Donald yang sangat kuat sisi “incapable”-nya sehingga harus selalu didikte. Semuannya ter-cover dalam voice acting yang pas.

Tidak lengkap jika film yang berkutat dengan orang menyetir, tapi tak memberikan sensasi menyetir. Locke membuat penonton seperti sedang melakukan hitchhike di mobil Ivan dengan memaksimalkan visual berkendara lewat refleksi di kaca mobil, atau kendaraan yang lalu lalang, tone hangat dan gloomy dari lampu-lampu jalan, sampai mobil polisi yang tidak hanya sekedar menyalip, tapi juga sebagai “alat reminder kontrol” Ivan Locke sendiri.

Locke menyimpan potensial plot hole yang begitu lebar, tapi hal ini langsung diatasi oleh Steven Knight, “Apakah bisa dipercaya jika seorang Locke akan membuang kehidupan nyamannya hanya demi seorang wanita yang pernah menjalani one night stand dengannya ?”. Disinilah pemilihan judul menjadi beralasan, mengapa film ini tidak diberi judul “Cars”, atau “Drive”, atau “Cellular”, melainkan nama belakang dari karakter utamanya sendiri. Jawabannya adalah point masalah yang harus Ivan Locke hadapi :

  • Invisible, inaudible antagonist : sosok sang ayah yang seorang womanizer selalu membayangi Ivan untuk mengulangi kesalahan yang sama.

Disinilah Locke merasuk ke sesuatu yang lebih personal, dan kembali lagi ke character survival, Locke adalah sebuah ajang pembuktian dirinya untuk menerobos gejolak batin dari kesalahan ayahnya. And story is justified. Perfectly. Locke tidak mengambil jalan cerita dimana seseorang bisa keluar dari jalan tol dengan mudahnya. (B+)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s