The Congress (2014), Commitment of Presentation, from Live Action to Animated World of Hallucinations

Director : Ari Folman

Writer : Stanislaw Lem (novel), Ari Folman

Cast : Robin WrightKodi Smit-McPheeDanny HustonHarvey Keitel

(REVIEW) Have you ever wondered if we could watch another brand new movie from Audrey Hepburn ? Or James Stewart ? Or watching new concert of Michael Jackson ? But in perfect CGI ? Mungkin masih tidak mungkin dibayangkan sekarang, tapi bagaimana dengan 20 tahun lagi ? Yeah, bayangkan saja jika Alfonso Cuaron kemudian membuat film dengan zero cast, kecuali visual effect. Semenarik itulah awal The Congress.

Robin Wright (memainkan dirinya sendiri) adalah washed up actress yang menginjak usia ke 44 dengan tekanan dari kejayaan masa lalu (kejayaan dari The Princess Bride dan Forrest Gump). Karirnya menurun tajam ketika ia terlalu picky dalam memilih film, dan ketika ia akhirnya menjatuhkan pilihannya membintangi film, ia bertindak tidak profesional. Ditambah dengan sejak kehadiran anak keduanya – Aaron (Kodi Smit-McPhee) yang sakit-sakitan membuat Robin benar-benar harus berkonsentrasi memikirkan keluarganya. Ketika karirnya mulai akan berakhir, agen managernya – Al (Harvey Keitel) membuka peluang sebuah kontrak baru yang akan mengubah Robin Wright selamanya.

The Congress pada awalnya menawarkan cerita cadas yang segar. Film yang diinspirasi dari novel “The Futurological Congress” ini memberi nafas baru yaitu memberikan sentuhan satir tentang dying “used to be young” star dan dunia entertainment itu sendiri. Lihat saja ketika Robin Wright dibombardir dengan urusan profesionalitas dan aging issue yang membuatnya tidak bisa menolak, plus kondisi keluarganya, yang membuatnya tidak bisa menolak sebuah kontrak terakhir dalam karirnya. Dia akhirnya menyetujui untuk menjual digital image-nya kepada Jeff (Danny Houston) – director studio film Miramount (see that satire ?). Digital image ini didapat dengan cara tubuh Robin Wright di-scan kemudian studio akan menggunakannya sebagai computer generated character di film-film Robin Wright selanjutnya. Dengan kata lain, Miramount tak lagi membutuhkan fisik Robin Wright di masa depan.

And that is just wow ! WATCH YOUR BACK, SERKIS !!

Paruh awal merupakan paruh terbaik dari The Congress. Penonton masih mendapatkan emosi dari penampilan apik Robin Wright, mendapatkan satire hubungan Robin Wright versus mega studio dengan mean spirited Jeff yang menjabat. Bahkan ada keasikan ketika Ari Folman tak mengubah nama karakter untuk leading actress-nya. Saat ini Robin Wright, di dunia nyata, sedang dalam berjaya lewat House of Card-nya (she was even running in the Golden Globe), atau beberapa supporting role dari film-film dengan reaksi positif plus Ben Foster’s fiancee, pada dasarnya kehidupan Robin Wright di The Congress adalah versi berlawanan dari karir cemerlangnya sekarang. Ditambah dengan elemen-elemen sci-fi tentang teknologi baru yang tak terasa membanjiri karena masih bersetting di 2013, membuat paruh awal The Congress begitu enjoyable.

Ari Folman yang berhasil menembus nominasi Oscar dengan animasi Waltz with Bashir, mengubah film dari live action menjadianimation, dan film pun berubah dari menyenangkan menjadi membuat frustasi (I even got headache). Animasi dua dimensi tradisional adalah after effect setelah Robin Wright menandatangani kontrak tersebut, 20 tahun kemudian. Robin Wright yang sudah tua, asumsi 60 tahun, harus mengunjungi The Futurological Congress untuk melakukan contract renewal dan meng-update ke teknologi yang sudah berkembang. Disinilah, ketika Robin Wright dikonversi ke animasi terjadi sisi jomplang : penonton merasa tak terhubung lagi dengan emosi Robin Wright, dunia baru animasi juga menyelipkan sensasi halusinasi dengan efek make believe sehingga penonton mempertanyakan derajat keseriusan film dalam bercerita.

Kehilangan live action-nya, dengan animasi tak begitu inspiring dan dengan jalan cerita yang malah semakin complex dalam bentuk yang lebih sederhana, membuat The Congress kehilangan sedikit appeal-nya sebagai sebuah film. Animated zone begitu disebutnya masih bisa tersambung dengan jalan cerita sebelumnya ketika film masih berusaha mengeksplor Robin Wright dengan teknologi baru yang harus dihadapinya, tapi setelah itu cerita bergerak ke arah yang lain : depresif, imajinatif, sureal, abstrak.

Bagaimana Ari Folman menuangkan novel liar dengan gaya dan media yang liar membuat penonton bertanya-tanya apakah yang sedang terjadi, dan penonton tak bisa lagi membedakan mana yang nyata, mana yang tidak, dan sensasi inilah yang malah menyelamatkan film dari “sekedar menimbulkan rasa pening”. Akhirnya terjawab, animated zone adalah bentuk pelarian Robin Wright dari dunia yang semakin kejam menggerusnya, tidak hanya sebagai seorang aktris tapi juga sebagai seorang ibu. Ari Folman menunjukkan kejeniusannya ketika menghadapkan dua dunia berbeda lengkap dengan atributnya : dunia nyata yang semakin kuat dengan segala satire-nya versus dunia halusinasi yang semakin kuat dengan aneka warna dan bentuk.

The Congress tentu bukanlah film yang sempurna terutama dari sisi transisi – transisi dari live action ke animasi, dan transisi dari beberapa perubahan jalan cerita dari real ke imajinasi. Apalagi ditambah Ari Folman seakan memperpanjang dunia animasinya sehingga paruh kedua terasa draggy. The Congress juga tak menekankan pada sisi entertainment-nya terutama di segmen animasinya, tapi hal ini mengukuhkan The Congress sebagai film yang berkomitmen dalam segi presentasi visualnya, dan bersedia menerima segala konsekuensinya (including giving people hard bad headache).

Keterbatasan media bercerita lewat animasi sederhana membuat The Congress setengah gagal jika melihatnya dari lingkup kecil yaitu Robin Wright sebagai objek utama sebagai being digitalized actress, tetapi hal ini kemudian diobati jika penonton melihatnya dari lingkup yang lebih luas yaitu dinamika dunia yang mempengaruhi anggota masyarakat (B).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s