Chef (2014), From Chocolate Lava Meltdown to Big Turkey that Brings People Together

Director : Jon Favreau

Writer : Jon Favreau

Cast : Jon FavreauJohn LeguizamoEmjay AnthonyDustin HoffmanSofía VergaraRobert Downey Jr., Scarlett Johansson

That food critics definitely has Wolverine’s fierce-ness, but Iron Man comes to rescue.

(REVIEW) Apa yang kita makan setiap hari ? Food. Apa yang berada di urutan paling bawah dari bagan Maslow ? Food. Yeah, seperti itulah gambaran Chef – film yang dibangun dengan pondasi membangun selera dari visualisasi berbagai sajian hidangan, dan mampu membangun tiangnya lewat kebutuhan manusia yang lain : family, affection, self esteem, self actualization, and not to forget “The Caliente” Sofia Vergara.

Keuntungan terlibat dalam franchise Iron Man, satu, jaminan box office #1, dua, bisa mengundang mantan cast-nya ke dalam sebuah makan malam fancy penuh bintang. Diakui atau tidak, Chef mendapatkan spotlight dari dua supporting actor-nya : Scarlett Johansson dan Robert Downey Jr., walau keduanya tak terlalu screentime yang akan memuaskan fans. Tapi sah-sah saja menggunakan umpan ini, karena Chef berhasil memberikan film yang mouth watering, well digested, precisely cooked, walau harus diakui “it’s just food and that’s it”.

Carl Casper (Jon Favreau) berapi-api ketika kritikus – food blogger kondang datang ke restoran tempat ia bekerja dan menguji profesionalitasnya. Sayangnya, semangat ini begitu diredam oleh bos Carl (Dustin Hoffman) yang tidak mengharapkan perubahan menu dalam restorannya. Hasilnya, two starred review. Keadaan Carl semakin diperparah ketika review sang kritik begitu marak secara viral dan berujung tweet war, ia pun menantang sang kritikus kedua kalinya. Hasilnya, lava chocolate cake is really meltdown.

Chef merupakan film tentang food porn, yang sadar benar bahwa diatas makanan masih ada kebutuhan manusia yang lain. Let’s say the dish doesn’t want to forget its plate. Dan, inilai yang membuat Carl Casper begitu mudah diakses penonton lewat film yang cenderung character-driven seperti ini. Carl Casper akhirnya melemparkan apron-nya setelah berkali-kali memasak menu yang sama. Memang, terdapat sisi childish, arrogant tapi juga dibarengi bagaimana karakter ini sebenarnya meminta sebuah perubahan, yang kebetulan di-trigger sang kritik. Sebuah perubahan yang meminta pengakuan, self-actualization, ketika Carl Casper benar-benar tahu dirinya lebih berharga dari “sekedar” seorang koki.

Kemudian Carl Casper, dengan sedikit misstep dari dirinya, anjlok dari seseorang yang mencari pengakuan diri, menjadi seseorang yang mencari basic need : job. Dibantu oleh mantan istrinya (Sofia Vergara) dan mantan suami mantan istrinya (Robert Downey Jr), ia memulai bisnis dari nol lewat food truck “El Jefe” bersama teman sejawatnya (John Leguizamo) dan anak semata wayangnya (Emjay Anthony). Lewat road trip dari Miami ke Los Angeles, Carl sadar bahwa ada banyak hal yang terlewatkan ketika ia terlalu fokus pada satu hal saja.

Chef sebagai film tentang kuliner melakukan tugas wajibnya dengan begitu baik. Berbagai shot makanan mulai dari keju yang meleleh, daging sapi dengan warna pinknya, sampai karamel yang dipecahkan begitu sedap dipandang mata. Aroma well natured, feel good moviesemakin diperkuat dengan kedatangan supporting cast yang juga membawa bumbu-bumbu positif, almost no antagonist. Dan, dengan musik-musik pengobar semangat dan passion, Chef datang memang untuk membawa kesenangan.

Sebagai sebuah road trip movie, Chef memang disajikan dengan penuh resep yang family. Father and son bonding time, ayah dan anak yang kemudian saling melempar dan menerima sisi mature – childish satu sama lain dan akhirnya bertemu di tengah-tengah. Jon Favreau tahu benar bagaimana memasak “steak”-nya enak matang secara merata, dan tak ingin menambahkan rasa yang menyimpang sebagai kejutan, not even a pinch of salt. Hasilnya, memang enak, walau ada beberapa part yang memang menjemukan.

Bukan pertama kali kuliner dan sosial media saling mengisi (I ain’t talking about you, Instagram users with hashtag #foodporn). Yang paling diingat mungkin ketika Julie mengubah 365 hari kalendernya ke dalam 365 postingan resep Julia Child, Chef menggunakan twitter sebagai media dengan efek bola salju dalam skala masal yang mampu membuat word of mouth yang menghancurkan, dan atau sebaliknya.

One big, predictable delicious turkey that brings people together. Terdapat sebuah istilah Jawa yang mengatakan “Makan tidak makan yang penting berkumpul.” (and I bet Jon Favreau isn’t javanese) tapi inilah istilah yang tersirat dalam film ini. Food, family, and fire of passion, and may the wrong foodtruck leads you to the right road. (B).

Oh, I forgot about Scarlett Johannson, she has dynamic hair styling this year.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s