Starred Up (2014), Nitty-Gritty of Affection, Protection, Survival, and Institution Dysfunctionality

Director : David Mackenzie

Writer : Jonathan Asser

Cast : Jack O’Connell, Rupert Friend, Ben Mendelsohn

This kind of prison should be introduced to Americans, so they won’t need “The Purge” to minimize criminal rate.

(REVIEW) Penjara, tempat para kriminal dengan “otak marah” mereka berkumpul dalam satu tempat. Terus, apa yang lebih buruk dari itu ? Jawabannya tidak lain tidak bukan adalah judul film ini sendiri – STARRED UP – sebuah istilah yang digunakan ketika seseorang “dibawah umur” masuk ke penjara orang dewasa. Keadaan prematur yang harus “fit-in” ke dalam ganasnya lingkungan.

Baik Jack O’Connel dan Ben Mendehlson telah memiliki catatan kriminal dalam filmografi mereka. Paling tidak yang pernah ditonton, O’Connel berperan sebagai anak badung di Lake Eden yang mengubah hidup Michael Fassbender seperti terbakar di neraka, sedangkan Ben Mendehlson adalah leader Animal Kingdom yang dengan skenarionya bisa dikatakan berujung pada akhir hidup saudara-saudaranya,as I recall both of them are left unpunished. Starred Up menyatukan mereka sebagai anak dan ayah, what a perfect match – the roles they finally deserve, being in the jail.

Adalah Eric (Jack O’Connel) yang berada dalam sebuah kendaraan dalam perjalanan transfer ke penjara orang dewasa. Diam, tenang, ia melakukan segala parade instruksi dari para penjaga mulai dari menghadap tembok, melepas baju, naik ke tangga, jongkok dan lain-lain. Ia berakhir pada sebuah ruangan berwarna kuning menyala, dan ketika penjaga meninggalkannya, sifat diam tenangnya langsung beradaptasi lewat kesadaran ia sedang berada dimana. Survival instinct dari Eric pun keluar : mengubah sikat gigi dan silet menjadi senjata mematikan.

Untuk Eric berada di dalam penjara adalah kesempatan untuk bertemu ayahnya – Neville (Ben Mendehlson) – narapidana yang cukup memiliki peran di dalam penjara. Ketika harapan Eric tentang sosok ayah tak terpenuhi, ia berubah menjadi pemuda berandalan yang memberikan penonton alasan mengapa ia berada disini. Disinilah, Neville dan seorang ahli terapi (Rupert Friend) berusaha memberikan kesempatan kedua untuk Eric bisa keluar penjara – melindunginya dari ganasnya narapidana lain, melindunginya dari sistem penjara yang telah corrupt, dan melindunginya dari dirinya sendiri.

2014, tahun yang menyenangkan untuk Jack O’Connel – muda dan karirnya mulai mengarah. Starred Up merupakan showcase untuk dirinya, dan walaupun sepertinya akan dilewatkan dalam ajang Oscar, paling tidak O’Connel masih memiliki shot sebagai leading actor di film Angelina Jolie “Unbroken” yang merupakan award bait. Eric sepertinya bukan karakter baru untuk O’Connel, dan karakter ini membuat O’Connel sedikit ter-typecast terutama dengan penampilan fisiknya yang cocok dengan karakter ganas dan bandel. Tapi dengan tangan David Mackenzie, Eric menjadi begitu agresif bersinar, tapi tidak terlalu menyolok mata untuk penonton sehingga memberikan kesempatan untuk penonton lebih masuk ke dalam karakter Eric. Jack O’Connel mampu meng-embrace karakter Eric dengan penuh komitmen, seakan-akan mengingatkan kita pada Michael Fassbender di karir pre 12 Years a Slave : full commitment, fierce, very understandable in calm scene, and this is including full frontal nudity.

Lewat Starred Up, Mackenzie mempersembahkan kebrutalan maksimal dengan level “Definitely Bitting Your Ball”. Rentetan adegan perkelahian, pertengkaran dengan diselipi C-word tak ada hentinya semakin menguatkan sisi maskulin di film ini. Yang paling menarik adalah melihat bagaimana sebuah lingkungan terbentuk antara keganasan dari para narapidana malah seakan-akan bersandingan (tak berlawanan, like the way it’s supposed to be) dengan keganasan dari para penjaga dan sistem, membuat penjara menjadi satu sisidysfunctional bagi pihak yang terjebak di dalamnya, dan untuk yang tak memiliki power, penjara adalah neraka jahanam.

Berbicara tentang power, status “Starred Up” dari Eric membuatnya mendapatkan highlight dari berbagai pihak – sebagian ingin mencelakainya, sebagian ingin menyelamatnya. Hal yang paling klise mungkin datang dari sang ahli terapi – Oliver yang berusaha menyelamatkan Eric dengan mengajaknya ke group discussion tentang anger management dan trust buiding. This is totally lame, although Rupert Friend gives decent – but not more than that – performance.

Kemudian berdasar screenplay dari pengalaman pribadi Jonathan Asser, sesuatu yang klise ini diubah menjadi sesuatu yang lain : dinamika hubungan anak dan ayah. Dimulai dari Eric yang seakan mencari perhatian Neville, keadaan berbalik ketika Eric berubah selayaknya hot commodity, yang memicu keirian seorang ayah. Penggambaran seorang Neville oleh Ben Mendehlson cukup unik, sebuah karakter yang biasanya terjebak dengan sisi “gangster mob leader” diganti dengan affection seorang ayah, dari narapidana powerful, Neville harus mengantarkan Eric ke group discussion seperti halnya seorang ayah yang harus mendudukan putranya di bangku TK untuk pertama kalinya. Dan hal ini bersetting di penjara, so I consider it as miracle.

Mackenzie memiliki bakat untuk menghaluskan sesuatu, ketika ia ingin mengeksploitasi, ia tak ingin terlihat sedang mengeksploitasi. Hal ini yang membuat Starred Up berasa real. Adegan kekerasan tak menjadi masalah karena memang dibutuhkan, atau adegan mengeksploitasi psikologis dibumbui deng humor, contohnya ketika Eric terlihat tertegun memikirkan kehidupan asmara baru ayahnya, disertai dengan ekspresi jijik yang mengundang tawa (And by lovelife between male prisoners, you know what I mean.)

Hubungan ayah dan anak menjadi hal yang menarik untuk disimak, tapi melihat kebobrokan sistem penjara sebagai sebuah institusi yang seharusnya memperbaiki adalah hal yang lebih menarik. Dipungkiri atau tidak, orang-orang seperti Eric dan Neville dicap tak memiliki harapan di luar sana. If you could kill this people legally, would you do it ? Some people may answer “yes”. Fuck you, labelling theory. Back again : The Purge in real life. Inilah yang mengakhiri Starred Up sebagai sebuah hiburan yang begitu powerful. Starred Up juga memberikan penjelasan mendasar tentang affection, protection dan dysfunctional individual and institution, tanpa menjabarkannya terlalu eksplisit. (B++)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s