Night Moves (2014), The Inside Out of Slow-Burn Environmentalist and Impressive Character’s Leap

Director : Kelly Reichardt

Writer : Jonathan Raymond, Kelly Reichardt

Cast : Jesse Eisenberg, Dakota Fanning, Peter Sarsgaard

If you want to bomb a dam, just make sure that you could swim.

(REVIEW) Menempatkan environmentalist sebagai bagian dari lingkungan yang juga terkena dampak merupakan sebuah langkah bijak Night Moves memberikan gambaran inside out dari objek film yang tertutup dan thought provoking. Istilah eco-terrorism sendiri memang terlalu kontroversial, berupaya masuk ke dalam pikiran mereka mungkin serasa masuk dalam pikiran sebuah cult yang hanya akan berakhir dengan adu argumen, dan menge-judge satu sama lain. Oleh karena itu, film-film jenis ini, yang berusaha mempenetrasi penonton dengan “ide mereka” selalu menarik untuk disimak, dan Night Moves merupakan salah satu film yang balance dalam menyajikannya.

Dark, less light to explain, silence, slowly moved, and sneaky – yep ! That’s Night Moves. Kelly Reichardt tahu benar bagaimana untuk meng-hijack sebuah bendungan tanpa ketahuan sekaligus keluar dari penjara genre thriller yang harus terlalu baity memompa adrenalin. Kelly Reichardt juga harus diakui memiliki bakat untuk menempatkan penonton untuk memiliki sensasi “menunggu tanaman untuk berbuah” tanpa mengeyampingkan bahwa tumbuhnya daun, tangkai, bunga adalah sebuah aktivitas alam yang indah dan natural untuk dilihat.

Paruh pertama dari Night Moves – planning. Josh (Jesse Eisenberg), Dena (Dakota Fanning) dan Harmon (Peter Saarsgard) merencanakan untuk mengebom sebuah bendungan. Tentu saja, saat itu mereka percaya bahwa tindakan ini akan memberikan messagetentang kerusakan alam yang sedang terjadi : seberapa banyak ikan salmon yang harus mati demi sebuah iPod, seberapa lapangan golf menjamur dan menghalangi daerah resapan air, etc, etc. Sebagai seorang petani organic, Josh pada awalnya adalah pemuda yang benar-benar peduli dengan alam sekitarnya, ia mengembalikan sarang burung, menarik bangkai rusa dan lain-lain, sementara Dena adalah gadis dari “kalangan atas” yang bekerja di sebuah spa/sauna dan tugasnya adalah membiayai kegiatan radikal ini, termasuk membeli kapal seharga $10.000. Keduanya cenderung tak terlalu talkative, mengandalkan gerak tubuh untuk berkomunikasi satu sama lain, dan Harmon adalah mantan marinir yang merupakan karakter paling excited yang melengkapi kedua karakter sebelumnya. Ketika ketiganya menaruh bom diatas kapal, mereka tak memperhitungkan bahwa detik pertama bom meledak, air bergerak ke segala arah, termasuk ke moral judgement diri mereka sendiri.

Diperlukan lebih dari satu pukulan untuk menghancurkan bendungan, disinilah tensi banyak diciptakan. Konflik-konflik kecil didalam tim pun tercipta, mulai dari Harmon yang pada awalnya ingin meng-alienasi Dena, sisi berlawanan dari Josh yang tak nyaman dengan spontanitas Harmon, sampai Dena yang mencuri perhatian Harmon pada akhirnya. Konflik kecil ini tak pernah ditempatkan sampai ujung ubun-ubun, tapi konflik ini menjadi penting karena menentukan mind set karakter untuk melakukan tindakan di paruh kedua. Ditambah dengan sisi menegangkan ketika sebuah planning kegiatan radikal dipenuhi oleh karakter yang sadar benar bahwa mereka harus benar-benar presisi dalam menentukan exit strategy. Mereka berusaha meminimalkan orang-orang yang mengenali mereka di sepanjang operasional aktivitas, menghindari kamera CCTV, menghindari penjaga hutan, sampai adegan paling berkesan adalah saat Dena tarik ulur membeli pupuk bahan peledak dalam skala besar. Bergerak sebagai sebuah tim, ketiganya tak pernah menjadi sebuah tim yang intim efektif, atau juga sebaliknya : tim disfungsional. Hanya berada di tengah, dengan sisi strange dan space mereka, tapi hal ini adalah kunci mengapa tim ini akhirnya berubah begitu reactive ketika dalam fase adjourning di paruh kedua.

Reichardt menikmati setiap sorotan dari filmnya, it’s beautiful. Diakui Night Moves merupakan thriller slow burnt, slow pace, dan sebuah suntikan tranquilizer untuk penonton yang tak sabar, ditambah dengan scoring yang begitu placid yang meninabobokan. But, you know what ? Through its beautiful lullaby, it has stealth movement. Dan, bang ! Begitu bendungan dihancurkan, film pun bergerak ke arah yang berbeda tanpa diduga-duga. “ALMOST HITCHCOCKIAN”-critics commentary in the poster : confirmed.

Seiring dengan konsep utilitarianisme yang semakin bergeser, sisi environmentalist film ini semakin mengabur hilang, digantikan oleh one man show – Jesse Eisenberg yang kebanyakan memanggul layar sendiri, berusaha menyelaraskan diri dengan pacing yang satu setengah kali lebih lambat dari paruh pertama (ketika mengeksplor sebuah eksekusi aktivitas, Reichardt menggunakan slow pacing, ketika mengeksplor otak organisme, slower pacing pun menjadi masuk akal). Dengan rambut ikalnya, muka yang kurang lebih sama, Eisenberg selalu memiliki menyebalkan, tapi melihatnya tak bisa menggunakan neurotic babbling ramble, terlihat jelas Josh begitu tersiksa dengan sisi paranoia-nya, control freak yang diredam tapi masih dipermukaan, dan sociopath. Tindakan-tindakan kecil di paruh awal mulai dari kecerobohan Dena melepas topi, Josh yang meninggalkan clue bagi polisi, sisi lepas tangan Harmon pun siap men-trigger satu sama lain untuk melakukan tindakan berbahaya yang bertolak belakang dari prinsip dasar seorang enviromentalist yang dijunjung tinggi di awal film :selfish-ness.

Pada akhirnya Night Moves menggunakan senjata yang sama untuk menyerang dirinya sendiri : ethic – moral judgement. Berhasil pula bagaimana ketiga karakternya menanggapi hal ini, dan mempertanyakan benar/salah dari tindakan mereka. Night Moves lebih dari sebuah perjalanan character development, it’s character evolution. Hebatnya seorang Kelly Reichardt, ia melakukannya dengan begitu effortlesssehingga penonton pun tak mempertanyakan character’s leap, tak peduli ia meloncat dari sisi berjarak dari terang ke gelap. (B+)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s