V/H/S Viral (2014) : Heavy Bleeding for The Series, You Don’t Mess with POV in Found Footage Genre

Director : Justin Benson, Gregg Bishop, 4 more credits

Writer : Justin Benson, Gregg Bishop, 7 more credits

Cast : Emmy Argo, Amanda Baker, Rim Basma, see full cast and crew

This is viral ? This is viral ? Okay I better go back to Vimeo even if it’s still blocked by our goverment. Or even porn won’t betray its “genre”.

(REVIEW) V/H/S pertama memberikan kita : one night stand dengan perempuan bersayap (nice), bulan madu berdarah (it’s Ti West, what do you expect ?), survival di acara camping (you’ve heard it before), video chatting mengerikan (it’s okay) dan Halloween ekstrem. Sedangkan V/H/S kedua, yang merupakan part terbaik dari seri ini menyajikan : The Eye’s sequel, zombie attack, Safe Heaven (it’s the best), dan penculikan alien (meh!). V/H/S 2 yang cukup sukses memberikan beberapa segmen keren sepertinya meningkatkan kepercayaan diri untuk seri ini menjangkau lingkup yang lebih luas : viral.

Pertama, V/H/S bergenre horor, kedua, V/H/S adalah antologi. Seperti dua palu yang semakin meyakinkan bahwa film-film berjenis ini memang hanya untuk keperluan bersenang-senang semata (not even a chance to get good reviews). Tak lebih dari itu. Namun, paling tidak film yang begitu segmented hanya untuk penggila horor ini mengemban misi : meng-compile found fottage pendek sebagai satu perayaan sub genre yang sudah marak ini. Jika dua seri V/H/S cukup bisa mengemban misi itu (terlepas dari kualitasnya), Viral terbukti terseok-seok. Ditunjukkan pengkhianatan konsep found footage lewat segmen pertama Dante The Great sampai found footage yang terlalu dipoles sehingga menghilangkan sense-nya lewat segmen terakhir Bonestorm. Dan inilah yang membuat fatal, V/H/S Viral sudah gagal dari awal pertama.

Selalu ada satu segmen yang digunakan penge-lem semua segmen di V/H/S, terkesan minor namun untuk kasus V/H/S satu dan dua, segmen ini yang justru terkadang paling chilling karena kesederhanaannya. Dan Vicious Circle adalah yang mengemban tugas ini. Satu kota menjadi heboh ketika sebuah truk dalam pengejaran polisi ternyata memiliki kekuatan supernatural tersendiri dan memberikan satanic effect pada setiap handphone yang mereka lewati. Menjadi viral – itulah misi dari salah seorang remaja laki-laki untuk mendokumentasikan truk es krim tersebut. Misi tersebut berubah ketika sang pacar ternyata tiba-tiba menghilang seiring dengan truk tersebut lewat. Terbebani dengan misteri V/H/S yang tak kunjung diungkap di seri sebelumnya, Vicious Circle menjadi aksi kejar-kejaran menjemukan yang larut terlalu jauh oleh konsep “viral” sementara ia melupakan satu hal yang harus dilakukan : sharing ke penonton segmen-segmen lain. Jatuhnya Vicious Circle bukan seperti segmen penge-lem, Vicious Circle adalah segmen yang secara konsisten terpotong-potong.

Segmen kedua adalah Dante The Great, yep, it’s about magician. Satu kewajiban seorang pesulap memang menjadi playful dengan mediumnya. Dante The Great begitu berkomitmen untuk menjadi playful. Ketika seorang pesulap menemukan sebuah cloak misterius. Cloak tersebut membawanya pada kepopuleran dan kisah mistis meminta tumbal pada orang-orang di sekitarnya. Dante The Great sebenarnya memiliki potensial menjadi pembuka yang fresh – Now You See Me goes wrong. Namun, sekaligus melakukan kesalahan fatal : improvisasi untuk menjadi playful  dengan POV dari found footage. Atraktif, yeah, lucu, yeah, bahkan Dante adalah satu-satunya karakter yang memiliki karakter di sepanjang V/H/S Viral. Namun sisi mengkhianati POV inilah yang membuat Dante The Great tak bisa dimaafkan. Darimanakah beberapa shot berasal ? Darimanakah semua courtesy ini di-compile menjadi satu VHS ? Inilah yang meluluhlantakan experience found footage lewat satu media : VHS. Repeat ! VHS !

Segmen ketiga berbahasa Spanyol (good turnaround to justify word “viral”), dan jika bukan menjadi segmen terbaik, paling tidak segmen Parallel Monster masih mencoba untuk pakem sekaligus bisa bermain-main dengan POV. Seorang ilmuwan menciptakan portal ke parallel universe dan ketika ia bertemu dengan dirinya sendiri, ia bertukar tempat selama 15 menit untuk menjelajahi dunia yang lain. Dual kamera yang digunakan dalam Parallel Monster sangat beralasan, sekaligus misteri terus ditempel lewat pemutarbalikan keadaan normal menjadi abnormal, dan terdapat sisi menarik ketika dua hal bertabrakan ini berpindah tempat dan berinteraksi. Sayangnya, untuk mengkonversi normal menjadi abnormal ini film agak sedikit kebingungan untuk menyajikan real horror of conventionality.

Segmen terakhir adalah Bonestorm. Angin segar ketika segmen ini memberikan intorduction yang lebih menekankan pada experience dari found footage. Beberapa skateboard berlatih di sebuah lapangan misterius yang membawa mereka pada pembantaian besar. Sangat berjiwa muda harus dikatakan, terlalu berjiwa muda harus diakui, dengan adanya beberapa part yang sengaja dipoles grafis untuk terlihat menarik. Itu kelemahan pertama. Kelemahan kedua adalah segmen menggunakan multikamera yang sekali lagi mematikan rasa. Bonestorm akhirnya jatuh lagi pada aksi gore yang menjemukan. Bonestorm mengubah found footage bukan sebagai experience penonton yang personal dari dua matanya sendiri, namun lebih ke experience yang dialami mata banyak.

Sebenarnya masih ada satu segmen lagi : Gorgeous Vortex namun akhirnya di-cut di produk akhir, semakin menegaskan bagaimana berantakannya V/H/S Viral dieksekusi. Jika seri sebelumnya adalah sekeranjang good apples dengan beberapa bad apples, V/H/S Viral, it’s all bad apple.  Sekeranjang ini tidak hanya forgettable, namun sekaligus satu noda besar di tengah minim kepercayaan dari seri V/H/S. I wish the next title is V/H/S goes basic. (D)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s