American Sniper (2014) : Brutal, Gripping Harangue of War but Overlong Force-feeding of Stiff Perspective

Director : Clint Eastwood

Writer : Jason HallChris Kyle (book)

Cast : Bradley CooperSienna Miller

(REVIEW) Minggu ini American Sniper membawa kejutan : yang pertama, film ini menyerobot enam buah slot di ajang Oscar, termasuk untuk Bradley Cooper sebagai Best Actor, yang kedua, film ini diprediksi memperoleh 100 juta dollar untuk penayangan empat harinya di daratan Amerika sana. Dan, yang menjadi pertanyaannya adalah se-special apakah film ini sampai bisa mencapai prestasi seperti itu ?

American Sniper dibuka dengan tidak ingin berlama-lama menempatkan Negara Amerika sebagai korban. Sebuah perspektif dari seorang ayah untuk anaknya yang mengatakan bahwa terdapat tiga macam orang di dunia ini. Pertama, the sheepdog diibaratkan seperti tentara-tentara yang melindungi Negara mereka pergi berperang. Yang kedua, the wolf – the bad guy, teroris dan Negara yang menjadi musuh Amerika. teroris dan Negara yang menjadi musuh Amerika. Yang ketiga adalah sheep – domba ini adalah Amerika (you know sheep, right ? White, cute, and fluffy). Secara pribadi, pandangan ini seperti “kurang pada tempatnya”. Namun itulah  salah satu tujuan melihat film, kita mencari perspektif, dan mengetahui perspektif, terkadang tak peduli memandang apakah perspektif itu benar atau salah. Oleh karena itu, film ini akan sangat bergantung dengan opini masing-masing anggota public, sehingga beberapa orang akan memujanya, sedangkan beberapa orang akan menghujatnya.  

Anak itu adalah seorang Chris Kyle (Bradley Cooper), seorang tokoh nyata yang menjadi pahlawan atau bukan pahlawan di Amerika dengan killing rate yang begitu tinggi saat bertugas di Irak sana. Baik atau tidak sosok Chris Kyle yang menciptakan kontroversi di luar, yang jelas Chris Kyle memiliki fans. Chris Kyle yang mendapatkan pendidikan keras sang ayah sedari kecil, kemudian memutuskan untuk bergabung dengan Navy setelah Amerika beberapa kali diserang dan memberikan segalanya, termasuk pernikahannya yang baru seumuran jagung dengan wanita yang sangat ia cintai, Taya (Sienna Miller)

American Sniper memiliki banyak potensi untuk menjadi award contenders : nama besar Clint Eastwood, American darling Bradley Cooper, tema post traumatic, tema perang, dan lain sebagainya. Terus apakah film ini memang layak untuk menempati posisi award sekarang ? Mungkin jawabannya tidak sepenuhnya. American Sniper adalah projek perang yang setengah-setengah, di sisi lain, sisi emosional dari post traumatic-nya sendiri kurang bisa dirasakan. Apa yang mengecewakan dari American Sniper adalah dengan lebih berkonsentrasi pada perjalanan Chris Kyle yang dimanifestasi dengan rentetan peristiwa di Irak sana, ketimbang menempatkan Chris Kyle pada lensa Tuhan dimana ia memiliki kemampuan mencabut nyawa orang lain dan aftereffect-nya. Dan, penonton pun ditempatkan pada one sided perspective berupa patriotism yang sebenarnya dari awal membawa energy positif, namun berubah menjadi fanatik dan menjengkelkan.

Untuk beberapa waktu American Sniper adalah film tentang perang yang bisa dikatakan sebagai sebuah film yang gripping. Dengan halus, Eastwood memberikan rentetan scene saat ia mengacungkan senjatanya ke semua objek yang ia curigai akan membahayakan, termasuk pada perempuan dan anak-anak. Dan, karena diangkat dari biografi sang tokoh nyata, American Sniper : The Autobiography of The Most Lethal Sniper in US Military History, maka jangan kaget jika sosok Chris Kyle yang controversial malah lebur ke dalam beberapa target yang memang “disalahkan”. He’s totally professional to shoot all of those armed men, women, and children, it’s morally clean shots. So why bother ?. Kemudian pada titik tertentu, American Sniper berubah menjadi overlong, overstretched, dan hanya menjalani tour-tour demi tour yang terkadang tak diimbangi dengan sisi psikologis Chris Kyle sendiri – yang merupakan sesuatu yang distinctive, yang ingin kita lihat di tengah rentetan action yang jelas menimbulkan komparasi (let’s say The Hurt Locker), dan film yang diperbandingkan merupakan versi yang lebih baik.

Yang disajikan Clint Eastwood bukanlah study character dari Chris Kyle yang dihasilkan karena ia seorang sniper, yang ia sajikan adalah study character dari seseorang yang yang “ketagihan” perang karena sifat patriotisme-nya. Silver lining-nya, diakui atau tidak American Sniper adalah sebuah media untuk penampilan terbaik Bradley Cooper, walaupun peran-peran seperti ini sudah tidak asing baginya. Sebagai Pat Jr, dia adalah karakter abu-abu. Sebagai detektif Richie, ia juga adalah karakter abu-abu yang termakan obsesinya. Sebagai Chris Kyle –pun demikian. Hanya saja kali ini komitmen-nya sebagai aktor terus ditingkatkan dengan perubahan fisik (Bulking up ! Up! Up!) dan proses perubahan yang lebih ekstrem. Dari skala human sampai non human, itulah Bradley Cooper akan berubah. Sisi ini tidak akan terlihat saat ia berada pada medan perang, dengan kacamata, senjata, dan sahutan “Legend !” dari teman-temannya, namun sisi ini begitu terlihat ketika ia menjadi outsider di rumahnya sendiri yang selalu bertingkah intens dengan bunyi-bunyi di sekitarnya, kecuali bunyi istrinya yang memintanya untuk pulang dan tinggal.  Lain cerita untuk Sienna Miller – another cool girl turns out to be nagging wife, awalnya Taya adalah alasan Chris Kyle untuk pulang, namun porsi cerita yang terkadang kurang untuknya melakukan sesuatu yang lebih, membuat Sienna Miller terkurung dalam kesendiriannya di dalam film, yang juga mengatasnamakan “unreasonable loyalty”.

Akhirnya di tangan Clint Eastwood, American Sniper berubah menjadi biopic yang standar, dengan performa yang apik, sekuens action yang cukup steady memegang atensi penonton namun tak sampai membuat kagum, dengan beberapa bagian yang inauthentic (salah satunya slow motion-ed bullet) yang terkadang kurang menjembati human contortion sebagai muara terakhirnya. (B–)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s