Annual List (2014) : Best Performances and Best Pictures

2014 memang sudah berakhir satu, hampir dua bulan yang lalu. Dan, dengan semangat menonton satu demi satu film, akhirnya berikut inilah sepuluh film terbaik, dengan lima penampil terbaik di masing-masing kategori, dan ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Trust me ! Menyortir film dengan banyak treatment yang berbeda mulai dari film yang mulai kabur karena ditonton awal tahun, film yang masih terlihat bagus karena baru saja ditonton, film yang mulai menaikkan impresi dengan multiple viewing, dan juga sebaliknya, sampai pendapat yang terkadang harus diakui terpengaruh dari buzz ekternal.

BEST ACTRESS IN SUPPORTING ROLE

Dimulai dari aktris sebagai pemeran pendukung. Kita sebenarnya memiliki banyak penampilan apik. Beberapa diantaranya sudah disemen Academy Awards mulai bulan Oktober, sedangkan yang lainnya hanya mengisi beberapa list penghargaan saja, sedangkan sisanya yang lain tak mendapatkan perhatian yang seharusnya yang mereka dapatkan.

#5 Emily Blunt – Edge of Tommorow

Emily Blunt - Edge of Tommorow

Penampilan Emily Blunt adalah salah satu performance yang dikesampingkan hanya karena Edge of Tommorow sebagai film musim panas dengan tidak adanya tokoh-tokoh yang menatap nanar ke horizon selama sekian detik, terlepas dari judulnya dramatis. Secara gampangan, memang dia leading lady dalam film ini, namun berhadapan face-to-face dengan kharisma kuat Tom Cruise (in a loop-loop-loop-infinite loop) dengan peran yang lebih kecil (reason I put her in supporting) – dan masih memberikan penampilan stellar sebagai Rita – pejuang yang lebih tangguh dari Tom Cruise, memang layak menempatkan ia di posisi lima.

#4 Rose Byrne – Neighbours

Rose Byrne - Neighbour

Hanya cukup tiga kata dengan satu ekspresi muka yang tak bisa ditiru membuat Byrne menempati posisi keempat. Sebuah penampilan yang menolak untuk “keep it down !” dan menjadi bagian penting dalam film komedi yang sepertinya sudah mulai lelah dengan segala profanity ini. Jika masih ada Melissa McCharty-spot tahun ini di Oscars, Rose Byrne layak mendapatkannya.

#3 Kim Dickens – Gone Girl

Kim Dickens - Gone Girl

Siapa Kim Dickens ? Begitulah tanggapan pertama saat melihat daftar cast Gone Girl di IMDb. Detective Bonney begitu mendominasi mengambil banyak bagian di paruh pertama novel Gillian Flynn, apakah Kim Dickens bisa melayani Ben Affleck sementara Pike menyiapkan amunisinya ? Jawabannya adalah Kim Dickens ibarat oli yang melumasi thriller yang dipenuhi dengan prosedur membosankan jika tidak ada kehadirannya dengan segala aksen sampai banter-nya dengan beberapa orang yang mendefinisikan Kim Dickens sebagai “cool police”.

#2 Imelda Staunton – Pride

Imelda Staunton

Kita mengenalnya sebagai salah satu guru yang paling menyebalkan di franchise Harry Potter – Dolores Umbridge, dan Staunton berubah mengesankan dalam perannya sebagai wanita yang masih bisa menggabungkan sisi signature “keras”-nya dengan sisi lembut yang caring di layer atasnya, membuat karakternya – Herfina – adalah sebuah sisi tough yang mewakili penambang Welsh yang menjunjung tinggi misi film Pride : compassion.

#1 Carrie Coon – Gone Girl

Carrie Coon - Gone Girl

Jangan salah sangka. I love Arquette with her “I think there will be more.”, atau Knightley dengan membawa nuansa menyenangkan di film sarat laki-laki, atau Emma Stone dengan monolognya, atau Laura Dern sebagai magnet film, sekaligus siapa yang tidak menyukai performa musikal Meryl Streep. Namun, definisi “supporting” yang tidak hanya “membantu”, namun juga menyokong, sekaligus memperlebar peran Margo Dunne sebagai perwujudan moral yang terlihat objektif, real, di film banyak manipulasi ekstrem, membuat Carrie Coon di posisi pertama. She’s the only protagonist in the movie, see ? Officially, she’s SNUBBED fucking hard.

BEST ACTOR IN SUPPORTING ROLE

HAHA, kompetisi lain yang juga sudah dimatangkan Academy. Dan, HAH ! Pilihan mereka bukanlah pilihan favorit, jadi list ini adalah salah satu list paling mudah dibuat dengan banyak penampil alternatif yang bisa mengisi.

#5 Robert Pattinson – The Rover

Robert Pattinson in The Rover

Hanya karena ia seorang Robert Pattinson, mantan vampire bertabur dengan cinta di hatinya, dengan mudah ia bisa dikesampingkan begitu saja. Ia tidak lagi pucat monoton, kini Pattinson menunjukkan sisi versatile-nya : stuttered, dependent, weak, stupid. Melihat ia terlihat “bodoh” di The Rover ibarat “guilty pleasure” setelah bertahun-tahun dibuat jengkel olehnya.

#4 Edward Norton – Birdman

Edward Norton - Birdman

Ada yang mengatakan Edward Norton tidak berakting dalam film ini, ia hanya menjadi diri sendiri : menyebalkan, sulit untuk diajak bekerja sama, gila, dan itu cukup membawa Edward Norton kembali ke top performance-nya setelah beberapa saat terlupakan. Ditambah teknis film yang cukup menjembatani kapasitasnya mengeluarkan dialog-dialog panjang, naked scene yang panjang, penampilan ereksi di atas penggung, Edward Norton terlalu besar untuk diabaikan.

#3 Noah Wiseman – The Babadook

Noah Wiseman

Seberapa banyak anak-anak dengan pengalaman minim mereka, memberikan penampilan maksimal di genre yang masih banyak dipandang sebelah mata. Penampilan Noah Wiseman memang terlihat mentah di The Babadook, namun itulah yang membuat anak kecil ini bertanggung jawab atas segala kegilaan  dan menggantikan visual mengerikan “sang makhluk” dengan mimpi buruk yang lain – sampai akhirnya ia menjadi karakter yang begitu resourceful menaruh harapan di hati penonton.

#2 Ben Schnetzer – Pride

Ben Schzetner - Pride

Pride adalah biopic yang dilunakkan – tidak menjadi egois untuk berubah menjadi personal experience dan mengesampingkan kepentingan event-nya. Menjadi  pemimpin kharismatik – Mark Ashton – aktor yang juga belum banyak dikenal ini cukup bisa memimpin di film yang bekerja sebagai sebuah ensemble tepuk sama rata, termasuk bisa bersaing dengan aktor aktris veteran Inggris. Yeah, he’s as a gay man, but NOT that gay that’s supposed to overshadow every single scene he’s in.

#1 J.K. Simmons – Whiplash

J..K Simmons - The Babadook

Banyak aktor aktris yang mendapatkan piala yang salah hanya karena alasan yang salah – overdue lah, selama ini tak mendapatkan banyak credit-lah, bekerja di balik nama Weinsten-lah, dan J.K. Simmons adalah juggernaut paling reasonable tahun ini : ia sudah berkarir selama sekian tahun, ia tak bekerja untuk Weinstein melainkan lahir dari dari film yang merupakan indie gem, dan perannya sebagai guru musik killer – Fletcher – cukup banyak menaiiiiiiiiiik-turuuuuuunkan tempo dalam Whiplash. He’s man version of Miranda Prestley, but not like her, he keeps in the supporting category.

BEST ACTRESS IN LEADING ROLE

A Julianne Moore’s Oscar to lose.”, dengan Big Four : Jones, Witherspoon, Pike, Moore, dengan kemungkinan Adams atau Aniston untuk bisa bergabung. Itulah berita yang terus menghampiri untuk kategori ini. Beberapa bagian setuju, bagian bagian tidak setuju.

#5 Jenny Slate – Obvious Child

Jenny Slate - Obvious Child

Sudah cukup memalukan ia dikesampingkan di ajang Golden Globe, mengingat ia performer komedi terbaik tahun ini : lebih baik dari Amy Adams, lebih baik dari Emily Blunt. Ia hanya belum memiliki star power seperti mereka, namun ia tangguh dalam memberikan comical timing, dengan ad-lib candaan yang efektif, suara “aneh” yang masuk dalam karakternya – yang sekaligus menghidupkan judulnya – lalu apa yang diharapkan lagi ?

#4 Essie Davis – The Babadook

Essie Davis - The Babadook

Cukup satu alasan : We Need to Talk About Essie Davis

#3 Julianne Moore – Still Alice

Julianne Moore - Still Alice

I love Moore, I love seeing her getting her first Oscar, namun Dr. Alice Howland adalah perannya yang “biasa” saja (dalam ukuran seorang Julianne Moore), sementara kita pernah melihatnya berperan lebih dalam daripada ini. Terlihat ironis jika Moore mendapatkan Oscar pertamanya hanya karena alasan “overdue” dari peran seorang penderita Alzheimer yang berusaha tak mendapatkan belas kasihan dari siapapun.

#2 Marion Cotillard – Two Days, One Night

Marion Cotillard - Two Days One Night

Where’s you puppy eyes ? Where’s your puppy eyes ? Memerankan Sandra – seorang pekerja yang mengalami depresi dan terancam kehilangan pekerjaannya adalah makanan sehari-hari untuk Cotillard. Ia juga membintangi The Immigrant dengan peran yang hampir sama : melodramatic, namun hanya Marion Cotillard saja yang yang bisa memerankan karakter seperti ini dengan gesture sederhana, namun tetap powerful, sekaligus terkesan powerless, namun tak pernah kehilangan appeal-nya. She give most human-performance : the nervous, the pride, the sadness. God !

#1 Rosamund Pike – Gone Girl

Rosamund Pike - Gone Girl

Dari Bond Girl ke Gone Girl – ditambah dengan komitmen yang diwajibkan oleh David Fincher, Rosamund Pike tak hanya memberikan penampilan terbaik, namun juga penampilan paling ikonik di tahun ini. Beberapa tahun lagi, ia akan menghiasi beberapa list “the best villain” dengan penampilan penuh layer sebagai Amy Dunne – definisi lain dari sebuah sisi psikopat.

BEST ACTOR IN LEADING ROLE

Masuklah kita ke dalam kategori dengan kompetisi paling ketat, paling membawa dinamika, paling tak bisa ditebak, dan kemudian berakhir dengan Bradley Cooper (eh).

#5 Ben Affleck – Gone Girl

Afll

Bukalah daftar ini dengan salah satu pemilihan casting paling tepat : the smirk, the charm, the chin, the grey area, the glimpse of his penis, Ben Affleck adalah perwujudan sempurna dari Nick Dunne yang tertulis di novelnya. Penampilan ideal dari Ben Affleck yang terkadang dilupakan oleh banyak aktor : an ease.

#4 Eddie Redmayne – The Theory of Everything

Eddie Redmayne - Theory of Everything

Eddie Redmayne terbantu dengan perubahan total gesture-nya sebagai Stephen Hawking. Total namun melelahkan, jadi ganjar dia dengan sebuah Oscar. Namun dari keseluruhan film, Stephen Hawking a la Redmayne terlalu ter-stranded secara emosi, namun inilah performance yang benar-benar breakthrough dari Redmayne setelah invinsible di My Week with Marylin, mulai mengeluarkan taji di Les Miserables, dan maksimal (namun belum matang) disini. Good to see him.

#3 Michael Keaton – Birdman

Michael Keaton - Birdman

Sebenarnya jika menilai objektif, penampilan Keaton cukup biasa saja. Namun, butuh keberanian untuk menggunakan semua meta dalam karirnya dalam film yang begitu meta – menghasilkan sebuah penampilan yang jujur di tengah film dengan teknis yang begitu padat ambisi. He’s just entertaining in weird way. Plus, watch out Carrie White ! He has “THIS !” power !

#2 Tom Hardy – Locke

Tom Hardy - Locke

Alasan : It’s one man show that works, in a car, conversation by phone, talking about life’s problem, full of bokeh and it’s not boring.

#1 Steve Carell – Foxcatcher

Steve Carell - Foxcatcher

Pertama, dia transformatif, kedua, dia transformatif yang memiliki lapisan, ketiga, dia juga bersaing dengan salah satu aktor yang tengah menjadi idola dan berada dalam puncak performa-nya : Channing Tatum, keempat, dia HAHA-Steve Carell. Kita tak tak akan mendapatkan satu titik pun dari Carell dengan segala komedinya, ia berubah kutub menjadi begitu gelap, penuh intimidasi, dan lagi, lagi, ia mendefinisi arti psikopat ke dalam layar. Steve Carell sebagai John DuPont terus berekspansi-ekspansi, ekspansi, ke sesuatu yang kompleks dengan bantuan Bennett Millers.

BEST PICTURES

#10 Pride

source : www.impawards.com

Pride menjadi komedi yang paling banyak ditonton tahun ini (tie with Obvious Child). Sebuah komedi yang berbobot, penting, namun tak lupa untuk bersenang-senang. Pride dengan ensemble cast apik membangun bahan bercanda menjadi sisi crowd pleaser yang tak memberatkan tema sensitifnya. Heartwarming, ultimate crowd pleaser, best ensemble, funny.

Director : Matthew Warchus

Writer : Stephen Beresford

Cast :  Bill Nighy, Imelda Staunton, Dominic WestBen SchnetzerAndrew Scott

#9 Boyhood

Oh Boy : Boyhood

Boyhood adalah coming of age dengan level yang lain : real growth. Begitu magical dirasakan saat melihat tokoh utama – Mason – tumbuh dengan masalah yang di-compile dengan begitu rapi, dengan beberapa milestone yang menarik untuk disimak, dan dua belas tahun waktu pembuatan. We should appreciate the patience. If it’s just gimmick, it’s very precious gimmick.

Director : Richard Linklater

Writer : Richard Linklater

Cast : Ellar Coltrane, Patricia Arquette, Ethan HawkeLorelei Linklater

#8 The Babadook

source : www.impawards.com

“Baba…..doook, doook, dooook.”, terdengar konyol namun dengan atmosfer yang tepat, hal itu bisa sangat menghantui.

2014 adalah tahun miskin horor, namun Jennifer Kent mampu mendobrak genre ini dengan debutannya. The Babadook sebuah gabungan gangguan psikologis, dengan tales yang begitu gelap, diperankan dengan begitu intens, penuh dengan scene yang menegangkan, pernahkah berpikir horor bisa sekaya ini ?

Director :  Jennifer Kent

Writer :  Jennifer Kent

Cast :  Essie Davis, Noah Wiseman, Daniel HenshallHayley McElhinney

#7 Coherence

source : www.impawards.com

Apa jadinya jika enam orang yang sedang makan malam, kemudian di-fotokopi dimana kopian mereka dapat berinteraksi dengan original-nya ? Singkatnya begitu. Film sederhana, mumblecore, dengan plot yang rumit, terancam convoluted, namun bisa keluar dari lubang jarum. Thanks to the cast, Coherence kembali membuktikan bahwa konsep yang kuat, jalan cerita yang rapi bisa menjadi kekuatan untuk sci-fi untuk tidak melulu berkutat mengandalkan visual yang mahal.

Director : James Ward Byrkit

Writer : James Ward Byrkit

Cast : Emily Baldoni, Maury Sterling, Nicholas BrendonLorene ScafariaHugo Armstrong

#6 Gone Girl

source : www.impawards.com

Bukanlah karya terbaik dari David Fincher, penuh dengan plot hole, namun salah satu karya David Fincher yang paling menghibur dengan setiap multiple viewing akan menghasilkan hal baru, dengan jajaran aktor aktris yang dipilih dengan cermat dan teliti, dan merupakan visualisasi dari sebuah novel dengan materi jawdropping sekaligus merupakan sebuah laboratorium pernikahan yang menolak untuk hilang dalam jangka waktu ke panjang depan.

Director : David Fincher

Writer :  Gillian Flynn

Cast :  Ben Affleck, Rosamund Pike, Neil Patrick HarrisTyler PerryCarrie CoonKim Dickens

#5 The Grand Budapest Hotel

grand_budapest_hotel_ver2Karya yang paling accesible dari Wes Anderson, terbukti bahwa keindahan tak pernah luntur tak peduli seberapa awal film ini di rilis. The Grand Budapest Hotel adalah karya menawan tanpa cela, indah untuk dilihat, begitu manis untuk didengar, begitu menarik untuk disimak, salah satu kelemahannya hanyalah ini merupakan Wes Anderson (masih) dalam comfort zone-nya.

Director : Wes Anderson

Writer : Stefan Zweig (inspired by the writings of), Wes Anderson (screenplay)

Cast : Ralph Fiennes, F. Murray Abraham, Mathieu AmalricAdrien BrodyJude LawSaoirse Ronan

#4 Under The Skin

under_the_skinScarlett did full frontal, yeah you heard me right, bagaimana tidak tergoda. Under The Skin memanfaatkan kekuatan leading lady-nya untuk menjadi seductive, mencermati semua kegiatan manusia : menelanjanginya, mencernanya, dan mulai berubah perlahan, membuat Under The Skin sebagai satu horror yang unik sekaligus dalam untuk dicermati. Plus, that scoring !

Director :  Jonathan Glazer

Writer : Walter Campbell, Jonathan Glazer

Cast : Scarlett Johansson, Jeremy McWilliams, Lynsey Taylor Mackay, and a loooot of perverts

#3 Ida

ida_ver2

Apa jadinya jika seorang beriman bertemu dengan seseorang yang tidak beriman ? Hmm, ternyata tak segampang hitam putih.

Jika di milenium ini masih menggunakan visual hitam putih sebagai sesuatu gimmick, tidak untuk Ida. Ida menggunakan perwakilan hitam putih menjadi dua karakter yang mencari jati diri diantara sisi mundane dan keimanan yang terwujud dalam satu perjalanan indah, berdosa, dan tak terlupakan.

Director : Pawel Pawlikowski

Writer : Pawel Pawlikowski (screenplay), Rebecca Lenkiewicz (screenplay)

Cast : Agata Kulesza, Agata Trzebuchowska, Dawid Ogrodnik

Aaaaaaaaaaaaaaaand the runner up is…………………….

#2 Birdman

birdman_ver2Dua jam tak berhenti menjadi alasan niche untuk Birdman sebagai salah satu film ambisius tahun ini. Begitu memukau untuk dilihat ketika ambisi berada di tangan yang tepat. Semuannya juara : the acting, the score, the metas, all of it, all of it, namun film seperti ini tak lepas dari Emmanuel Lubezki yang merupakan the real sorcerer untuk puncak karir dari sang sutradara – Alejandro Gonzales Innaritu.

Director : Alejandro González Iñárritu

Writer :  Alejandro González Iñárritu, Nicolás Giacobone, 2 more credits

Cast : Michael Keaton, Zach Galifianakis, Edward NortonEmma StoneNaomi Watts

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaand the first place is……………………………….

#1 Foxcatcher

foxcatcher_ver4

Director : Bennett Miller

Writer : E. Max Frye, Dan Futterman

Cast : Steve Carell, Channing Tatum, Mark RuffaloSienna MillerVanessa Redgrave

Question for justice : Why it’s Foxcatcher, not Birdman ? (mengingat dua film ini adalah satu-satunya film yang mendapatkan grade A disepanjang tahun. Foxcatcher lebih ke sebuah film yang tujuannya menghibur dan tergabung apik dalam semua sisi teknikal atau sisi penyutradaraannya, Birdman memiliki teknis yang bumerang, terkadang beberapa spot terkesan kaku, sekaligus teknikal yang terlalu dewa seringkali memandang balik ke penonton dan berkata, “Hey, it’s fucking great movie !” dengan cara yang sedikit “pamer”.

Dengan performance dari para bintang yang memukau, Foxcatcher sukses bergulat sebagai sajian kriminal yang gelap, penuh dengan adrenalin yang adiktif, dan merupakan Bennet Millers dalam sisi cold blood-nya. Semuanya terasa sempurna tanpa celah, dan jika ada yang menganggap Foxcatcher terlalu gelap, itu merupakan sebuah pencapaian. Intense as shits ! My personal taste, plus one helluva movie equals #1 spot.

So, that’s that, my annual list for 2014 ! Have a great year in 2015 !!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s