Ten Best Moments of Everlasting Classic Comedy : Some Like It Hot (1959)

Digadang sebagai film nomor satu sebagai film paling lucu dalam beberapa list, tak ada pernyataan lain kecuali harus setuju. Dirilis sekitar tahun 1959, God !, yang berarti sekitar 56 tahun yang lalu, Some Like It Hot tetap bertahan dalam perkembangan zaman, tak sedikitpun untuk berubah tidak relevan dengan sense of humor yang lebih modern. Hal itu dikarenakan komedi ini begitu influential, sekaligus sudah bisa berpikir modern bahkan di zamannya. Dengan penampilan trio Jack Lemmon, Tony Curtis, dan Marilyn Monroe, Some Like It Hot menembus batas-batas komedi tanpa harus tampil seronok dan menjadi salah satu film klasik terfavorit dalam list pribadi.

Some Like It Hot

Sinopsis singkatnya, Some Like Like It Hot menceritakan tentang dua musisi : Joe (Tony Curtis), Jerry (Jack Lemmon) yang berjuang di tengah kota Chicago. Perjuangan mereka semakin berat ketika harus menyaksikan serombongan gangster melakukan pembantaian dan kini mengincar mereka berdua sebagai saksi hidup. Untuk menghindarinya, keduannya menyamar sebagai Josephine dan Daphne dalam sebuah band wanita yang tengah dalam perjalanan pekerjaan ke Florida. Semuannya terlihat sesuai rencana hingga mereka bertemu oleh Sugar (Marilyn Monroe) – vokalis, pemain ukulele, yang membawa perhatian tersendiri. You’ve heard it, maybe you have watched it. That’s why I wont review it.

Oleh karena itu, untuk menyeruakkan mengapa film ini bisa disukai secara personal, inilah 10 momen terbaik dalam Some Like It Hot (tidak terhitung dengan puluhan lines yang tertulis secara cerdas dan cadas dalam film ini).

#10 The Dress, uh The Dress

10. The Dress, uh, The Dress

Let’s start with the shallow one. Some Like It Hot sedikit banyak membicarakan tentang seksualitas. Dan, sepertinya kurang afdol jika kita tidak membicarakan apa yang melekat di tubuh sang ikon seks pada masanya, Marilyn Monroe. Monroe tak perlu kehilangan sisi innocent-nya untuk berubah menjadi gadis liar dengan free will yang begitu meledak-ledak, thanks to her dress, semua mata tertuju padanya. Tak ada yang yang menyeruak keluar, namun dengan maksimal menyedot semua perhatian. Sexy, but not slutty. Look closer and can’t take my eyes of you- moments.

#9 Tony Curtis’ Voice

9. Tony Curtis' Voice

Tony Curtis mungkin tak mendapatkan perhatian sebesar Jack Lemmon (yang pada saat itu mendapatkan nominasi Oscar). Namun, ia cukup sukses melakukan persona gandanya : satu – sebagai Josephine dengan suaranya yang tak tertahankan (including when he said “ehem”, “ehem”.), dan dua, sebagai pemilik ladang oil Shell dengan segala aksen maskulin nan irresistible-nya.

#8 Whole Personality

8. The Whole Personality

Cukup memberikan Jack Lemmon instruksi, dan dia akan melakukannya dengan sesuka hati. Salah satunya saat karakter Daphne terjebak pada romansa cinta aneh, dan tak tanggung-tanggung ia memberikan sebuah comical expression yang tepat sasaran. Salah satunya saat ia memberikan senyuman tiga jari pada laki-laki pujaannya, she’s three times a lady (with a force) !

#7 Sugar Arrival

7. Sugar Arrival

Dengan durasi sekitar dua jam, setengah jam pertama adalah tahap pemanasan yang paling lemah untuk Some Like It Hot. Dalam fase pembangunan konflik dimana Tony Curtis dan Jack Lemmon belum dalam make up terbaiknya, kedatangan Marilyn Monroe sebagai Sugar benar-benar ibarat makanan pembuka dari dinner yang luar biasa. She’s a precious fox, dan dengan sedikit steam, bam, scene kedatangan ini benar-benar menjadi salah satu scene yang ikonik.

#6 Sugar Runnin’ Wild

6. Sugar Running Wild

Marilyn Monroe memang tak memiliki suara yang menggelegar, namun ia mampu menggunakan suaranya sebagai bagian karakter, dan disini, setiap apa yang ia lakukan dalam beberapa musical numbers-nya benar-benar melebihi dari apa yang sebenarnya scene-scene itu sediakan untuknya. Mulai dari perfornance pertamanya dengan ukulele-nya dan menggoyangkan dadanya, atau saat ia dalam mode anggunnya dalam “I Wanna Be Loved by You”, sampai saat ia menunjukkan perasaan patah hatinya dalam “I’m Thru with Love”. Just syubidap-bidap-papah-pyuh !

#5 Elevator Scene

5. Elevator Scene

Perangkat yang satu ini cukup dimanfaatkan oleh Billy Wilder dengan segala trik magic kameranya. Berbagai scene di elevator menjadi bukti penting bahwa timing, timing, timing, menjadi begitu berpengaruh terutama dalam film komedi seperti ini. Comedy is right when the timing is right, dan sebut saja berapa gelak tawa yang diundang saat melihat muka Jack Lemmon seketika pintu elevator di tutup, atau saat elevator digunakan ibarat sebagai ruang ganti Josephine dan Daphne dalam trik kamera sederhana ? Zowie !                       

#4 The Last Surprise

4. The Last Surprise

Osgood Fielding memang terlihat hanya sebagai karakter tempelan yang diujukan sebagai pengundang tawa. Namun, karakter ini merupakan sebuah exit strategy dimana Some Like It Hot telah membuat suasana berantakan penuh masalah, dan Osgood datang selalu membawa solusi. Dan, bagaimana film ini menempatkan karakternya sebagai finale adalah sesuatu hal yang memuaskan, sekaligus sepertinya bentuk satir yang tak disangka di saat film tentang cross dressing masih menjadi kontroversi. Nobody’s perfect, but he is.

#tied : Dancing All Night Versus Steamy Romance

Satu lagi pencapaian dari Billy Wilder adalah bagaimana ia bisa menggabungkan dua momen yang sama kuatnya, untuk tidak saling bertabrakan namun bisa saling melengkapi. Saat Monroe dan Curtis berada dalam performa yang kental dengan nuansa romansa romantisnya yang begitu steamy, sekaligus dengan sisi Monroe yang begitu poignant memerankan Sugar dalam momen ini, hadirlah beberapa momen luar biasa lucunya saat Daphne harus berdansa tango dengan Osgood. Disinilah ketiga aktor terakumulasi performance terbaiknya : Jack Lemmon – The Joker, Tony Curtis – The Womanizer, Marilyn Monroe – The Material Girl. Momen yang sempurna.

#1 Who’s The Lucky Girl ? I am.

1. The Lucky Girl

Some Like It Hot merupakan separuh komedi, separuh satir yang sukses. Tidak hanya menampilkan cerita tentang dua orang yang berdandan layaknya perempuan, film ini juga mampu meng-embrace isu yang melayang-layang di dalamnya. Salah satu bentuk twist kecil, yang merupakan moment pendobrak film ini adalah saat Daphne dilamar Osgood dan dengan maraca di tangannya, Daphne menunjukkan sisi excitement-nya. And, don’t forget it, she’s a man. Who sees that kind of thing coming ? Sebuah diskusi lucu yang rasional antara dua orang pria yang akan diingat dalam waktu lama, dan sebagai bentuk showcase untuk Jack Lemmon. I wish I had time travelling machine to see it in 60’s perspective.

Short Review

Some Like It Hot

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s