Biografi

Audrey Hepburn’s Movies in Rank

Audrey Hepburn

Audrey Hepburn, siapakah yang tak mengenal aktris satu ini ? Aktris berdarah Belgia ini memiliki kharisma, bisa bermain drama, bisa bermain terutama komedi, musikal, apalagi romance. Dia seorang humanitarian dan juga seorang EGOT (God !), dia seorang fashion icon. Dan inilah film-film Audrey Hepburn yang perlu ditonton, I make it in a list so you could make your priority, and relax, even her bad movies are always presentable. The list is based on my favorites rank. Enjoy !

The list is still growing…..

(more…)

Advertisements

The Walk (2015) : The Magical First Step, The Limbo, and The Impossible Act

Director : Robert Zemeckis

Writer : Robert Zemeckis (screenplay), Christopher Browne (screenplay), 1 more credit

Cast : Joseph Gordon-Levitt, Charlotte Le Bon, Ben Kingsley

(Review) Berbicara tentang gedung World Trade Center memang sudah banyak hal yang dialami oleh gedung dengan seratus sepuluh lantai ini. Banyak orang berusaha menakhlukan gedung ini, mulai dari tragedi kemanusiaan yang dikenal dengan kejadian 11 September sampai pada suatu pagi di bulan Agustus seseorang berkebangsaan Perancis bernama Philippe Petit yang memiliki cara lain, yaitu dengan menyeberanginya. Berdasarkan buku sang penyeberang gedung sendiri, To Reach the Clouds dan ditangani Robert Zemeckis (Castaway, Flight), The Walk merupakan salah satu kejadian fantastis yang layak ditunggu.

Dibuka dengan Philippe Petit (Joseph Gordon Levitt) yang membuka film, bernarasi di depan landmark kota New York, ia mengatakan satu kata yang mungkin juga ada di benak penonton mengapa seseorang mempertaruhkan hidupnya untuk hal yang sangat mustahil tersebut. Why ? Itulah satu katanya. Ia tak langsung mengutarakan alasannya, yang ada ia mulai melakukan perjalanan flashback bahwa kejadian tersebut tak dilakukan dalam satu malam. Berawal dari Petit yang hanya seorang seniman jalanan, ia bermain sulap, menaiki unicycle sambil menyambar sepotong bagel, Robert Zemeckis membuka filmnya dengan sangat artistik, ditambah dengan pemilihan warna hitam putih di kota Paris, yang langsung menarik mata kita dengan keseluruhan magic instan. Namun, dari semua bakatnya, ada satu hal yang sangat menarik hati sang Petit. Itu adalah ketika melihat satu sirkus di masa kecilnya dan begitu takjub dengan aksi pejalan tali dan dari situlah impiannya berawal.

(more…)

Foxcatcher (2014) : Bennett Miller’s Exponential Factor for Transformative, Complex, Horrid Story

Director : Bennett Miller

Writer : E. Max Frye, Dan Futterman

Cast : Steve Carell, Channing Tatum, Mark Ruffalo

(REVIEW) Kalimat bijak : tak ada aktor yang buruk, yang ada hanyalah aktor yang belum mendapatkan peran yang tepat (I made it up or I read it somewhere :p), mungkin itulah yang menggambarkan film Foxcatcher. Siapa yang sebelumnya percaya Channing Tatum bisa akting – our dancing boy ?!!, walau beberapa bulan ke belakang ia semakin menunjukkan range-nya sebagai aktor, kemudian siapa yang percaya Steve Carell juga bisa akting ? Komedi, mungkin, dramatis ? Nyatanya ia masih terjebak pada peran family guy-nya. Beruntungnya, mereka berdua mendapatkan kolaborator sekelas Bennett Millers, seseorang yang notabene mengantarkan Phillip Seymour Hoffman pada salah satu performa terbaiknya sebagai Truman Capote, dan seseorang yang mengantarkan Jonah Hill pada nominasi Oscar pertamanya.

Mark Schultz (Channing Tatum) – menjalani fase terberat dari seorang atlet yang pernah berjaya : terlupakan dan kurang dihargai. Ketika ia berbicara sebagai speaker di sebuah sekolah berbicara tentang etos semangatnya, hal ini sangat berbanding terbalik ketika saat itu dia hanya seseorang yang mengalungi medali, tidak lebih dari itu. Hidup kurang dari cukup, sangat terlihat Schultz memiliki kemarahan yang begitu besar dalam dirinya, termasuk saat ia melampiaskannya kepada kakak yang selalu mengerti – Dave Schultz (Mark Ruffalo) – yang juga merupakan seorang atlit gulat. Ketika Olimpiade tinggal menunggu bulan, sementara persiapan latihan belum maksimal, Mark mendapatkan telepon dari billionaire, philanthropist, philatelist, ornitologis, John DuPont (Steve Carell) yang siap menyediakan segala fasilitas untuk Mark untuk meraih mimpi kembali mimpinya, good dreams, bad dreams.

(more…)

American Sniper (2014) : Brutal, Gripping Harangue of War but Overlong Force-feeding of Stiff Perspective

Director : Clint Eastwood

Writer : Jason HallChris Kyle (book)

Cast : Bradley CooperSienna Miller

(REVIEW) Minggu ini American Sniper membawa kejutan : yang pertama, film ini menyerobot enam buah slot di ajang Oscar, termasuk untuk Bradley Cooper sebagai Best Actor, yang kedua, film ini diprediksi memperoleh 100 juta dollar untuk penayangan empat harinya di daratan Amerika sana. Dan, yang menjadi pertanyaannya adalah se-special apakah film ini sampai bisa mencapai prestasi seperti itu ?

American Sniper dibuka dengan tidak ingin berlama-lama menempatkan Negara Amerika sebagai korban. Sebuah perspektif dari seorang ayah untuk anaknya yang mengatakan bahwa terdapat tiga macam orang di dunia ini. Pertama, the sheepdog diibaratkan seperti tentara-tentara yang melindungi Negara mereka pergi berperang. Yang kedua, the wolf – the bad guy, teroris dan Negara yang menjadi musuh Amerika. teroris dan Negara yang menjadi musuh Amerika. Yang ketiga adalah sheep – domba ini adalah Amerika (you know sheep, right ? White, cute, and fluffy). Secara pribadi, pandangan ini seperti “kurang pada tempatnya”. Namun itulah  salah satu tujuan melihat film, kita mencari perspektif, dan mengetahui perspektif, terkadang tak peduli memandang apakah perspektif itu benar atau salah. Oleh karena itu, film ini akan sangat bergantung dengan opini masing-masing anggota public, sehingga beberapa orang akan memujanya, sedangkan beberapa orang akan menghujatnya.  

(more…)

The Imitation Game (2014) Playfully Spins Basic Rotors for Decent Biopic but Some Encryptions Stay

Director : Morten Tyldum

Writer : Andrew Hodges (book), Graham Moore (screenplay)

Cast : Benedict CumberbatchKeira KnightleyMatthew Goode

(REVIEW) Alan Turing ? Ring a bell ? Dia memecahkan Enigma. DON’T GOOGLE THAT ! But you  still give no shit ? Hookay, dia berkontribusi dalam penciptaan komputer, iPhone, illegal download ? Now I got your attention. Yeah, memang banyak yang tidak mengenal siapakah Alan Turing, namun dia adalah salah satu tokoh ilmuwan, matematikawan yang berkontribusi besar dalam perkembangan dunia teknologi sekarang, dan inilah sekelumit ceritanya.

Dibuka dengan kalimat “Are you paying attention ? Good. If you’re not listening………”, film ini langsung menandaskan tentang apakah The Imitation Game akan berkisah. Tenang ! Film ini tak akan memberikan kuliah tentang komunikasi, namun akan bertutur bagaimana satu metode komunikasi bisa membedakan hidup dan mati orang banyak. Saat Jerman berjaya “Hail Hitler”, terdapat satu sandi yang mereka gunakan bernama Enigma : satu metode yang memiliki berpuluh-puluh-puluh ribu *sorry* 159 dengan 18 angka nol di belakangnya – possibility pemecahan yang ter-update setiap hari, maka tidak menjadi sebuah kejutan jika pesan mereka tak pernah bisa diterjemahkan oleh Inggris, padahal setiap pesan mengandung perintah penyerangan dan strategi Jerman. Datanglah seorang ilmuwan, pintar, arogan, dengan tingkat percaya diri yang tinggi – Alan Turing (Benedict Cumberbatch), dan dengan ke-eksklusifitasan muka (whoop !) dan otaknya, ia meng-underestimate anggota secret club dimana ia ditempatkan : Government Code and Cypher School di Bletchley Park – yang sedang mencoba memecahkan Enigma secara manual.

(more…)

The Theory of Everything (2014) : Unmenacing, Delicate, Innocuous Simplest Equation Called Love

Director : James Marsh

Writer : Anthony McCarten (screenplay), Jane Hawking (book)

Cast : Eddie Redmayne, Felicity JonesCharlie Cox

Hawking may has disease, but he has the brightest brain,….and sperms.

(REVIEW) Jika bertanya serius tentang siapakah sosok Stephen Hawking, mungkin secara pribadi, hanya akan tahu nama – layaknya Thomas Alfa Eddison, atau hanya mengetahui sekelumit dari apa yang mereka temukan (yeah, kita hanya disuapi dengan list Alexander Graham Bell menemukan telepon, Marconi menemukan radio, and that that’s it – or maybe it’s just me, because I’m stupidly ignorant). Lalu bagaimanakah dengan bagian terbesar dari diri mereka ? Pribadi, perjuangan, kisah cinta, yang disimpul dalam satu kata “kehidupan”. Sesuatu yang dasar, namun seringkali terlupakan, karena berawal dari hal-hal sederhana inilah sesuatu bisa menjadi besar (preach !). Beruntungnya, The Theory of Everything merangkumnya dalam porsi yang pas – tak melihat Stephen Hawkins secara internal penderitaan dirinya, namun sebagian besar dalam kaca mata yang lain – sang istri.

(more…)

Tracks (2014), Camel Girl – Such Beauty Goes Into The Wild, Blurred Motives in Fata Morgana

Director : John Curran

Writer : Marion NelsonRobyn Davidson

Cast : Mia WasikowskaAdam DriverEmma Booth

(REVIEW) Alice got another journey, with no mad hatter, red queen, or jabberwocky. Menyenangkan melihat karir seorang Mia Wasikowska, setelah diangkat dari antah berantah dengan film berpendapatan lebih dari 1 milyar dolar, Wasikowska banyak membintangi film yang bisa dikatakan “festival friendly”. Tahun ini saja ia sudah membintangi tiga film dengan respon cukup positif : The Double & Only Lovers Left Alive, dan Tracks adalah tunggangannya sebagai leading lady (setelah dua peran leading lady yang ter-underrated sebelumnya : Stoker dan Jane Eyre).

Diangkat dari novel bestseller, Tracks merupakan pengalaman nyata dari seorang perempuan – Robyn Davidson, yang melintasi Alice Spring ke Samudera Hindia (it’s a lot of miles), jalan kaki, di tahun 1977, all desert. Kembali ke negara asalnya, Wasikowska akan menempuh setengah benua Australia, ditemani dengan tiga unta, satu bayi unta, dan seekor anjing bernama Diggity.

(more…)

The Railway Man (2014) Works Too Hard, Misses Its Climactic Horror of War, and The Sentimentality isn’t Rewarding

Director : Jonathan Teplitzky 

Writer : Frank Cottrell BoyceAndy Paterson 

Cast : Colin FirthNicole KidmanStellan SkarsgårdJeremy Irvine 

“I am railway enthusiast.” – Eric Lomax

(REVIEW) I thought it’s a love story, at first. Partially, yes ! Itulah mungkin salah satu keuntungan menonton film tanpa mendapatkan informasi apapun tentang film tersebut. Selalu memiliki element of surprise-nya tersendiri. Eric Lomax (Colin Firth) sangat menyukai kereta api dan jalannya, ia juga begitu hapal dengan rute kereta api di Inggris. Hal inilah yang membuat Lomax memiliki keseksian tersendiri di mata Patti (Nicole Kidman), seorang wanita elegan dengan kecantikan klasik yang juga langsung menarik perhatian dan hati dari Lomax.

(more…)