Thriller

The Gift (2015) : Edgerton Presents Nicely Wrapped Thriller and Wicked Twist Inside of It

Director : Joel Edgerton

Writer : Joel Edgerton

Cast : Jason Bateman, Rebecca Hall, Joel Edgerton

(REVIEW) Mendengarkan seorang aktor atau aktris ingin memiliki profesi ganda sebagai seseorang di balik layar seperti sutradara memang ada excitement tersendiri sekaligus terbesit pikiran, “Well, good luck”- not in a good way. Namun, untuk Joel Edgerton, talent dari benua Australia yang dikenal lewat Exodus, Warriors, Animal Kingdom, sampai performa baiknya sebagai anggota FBI yang korup di Black Mass, The Gift cukup menjadi ajang pembuktian debutan bahwa seorang aktor juga bisa menyutradari sebuah film yang cukup intens, pandai, terbungkus dengan rapi lewat bungkusan-bungkusan yang kompleks, yang menjadikan The Gift bukanlah film stalker – thriller yang biasa.

Apa yang terjadi di SMA, tak pernah tinggal di SMA, yep ! Fase ini merupakan sebuah fase penting dalam kehidupan seseorang, ibarat sebuah pintu yang menghadap pada masa depan secara langsung. Itulah yang menjadi permasalahan dalam The Gift. (more…)

Sicario (2015) : Pristine Work of Criminal, Another Dennis Villeneuve’s with Bargain Power

Director :  Denis Villeneuve

Writer : Taylor Sheridan

Cast : Emily Blunt, Josh Brolin, Benicio Del Toro

(REVIEW) Di Meksiko, Sicario berarti Hit-man sedangkan di tangan dingin Dennis Villeneuve, Sicario merupakan sebuah sajian yang begitu kabur, brutal, gelap, begitu pelan mendidihkan plot-nya namun ketika batas antara hitam dan putih mulai terlihat, sudah terlalu terlambat untuk keluar. Yah, Sicario is a clean shot, pristine work of criminal, dan menggunakan alam kriminal kartel sendiri yang tak pernah berada di titik trik sederhana, Sicario menjelaskan kegelapan tanpa kehilangan kegelapan itu sendiri.

Dampak emosional, sesuatu yang mungkin jarang dilewatkan oleh Dennis Villeneuve, dan tangan sutradara ini langsung diperpanjang dengan karakter Kate Macer (Emily Blunt). Setiap peluru yang ditembakkan oleh anggota FBI ini dengan seketika membuka sedikit gap untuk karakternya dengan seketika merasa bersalah dengan objek tembakannya. Tanpa kecuali, ketika sebuah adegan penggerebekan, ia menembak seorang anak buah anggota gudang drugs yang berusaha menyerangnya, sebuah peluru yang memperkenalkan kita pada gejolak dalam diri Kate sebagai manusia biasa, sekaligus pada alam film ini bahwa tak ada satupun peluru yang terbuang tanpa memberikan reaksi balik.

(more…)

The Martian (2015) Orbits on Resourceful Answer to The Question “Is There Life on Mars ?”

Director : Ridley Scott

Writer : Drew Goddard (screenplay), Andy Weir (book)

Cast : Matt Damon, Jessica Chastain, Kristen Wiig

(REVIEW) Is there life on Mars ? Sepenggal dari lirik lagu David Bowie yang mungkin masih ditelusuri oleh para ilmuwan sampai sekarang. Dan, mungkin juga satu kalimat ini yang membawa penulis novel The Martian untuk menorehkan kata-kata pertamanya. Penghuni bumi dan juga luar angkasa, dua kombinasi ini layaknya menjadi konsep survival menarik untuk mengangkat film jenis ini ke level yang lebih tinggi, literally. Paling tidak untuk tiga tahun terakhir ini fenomena membuat sesuatu yang impossible menjadi possible ini cukup terlihat. Lihat saja bagaimana penonton turut ikut merasakan kekurangan oksigen saat Dr. Ryan Stone terhempas oleh debris satelit dan mencoba menarik perhatian gravitasi kembali. Atau, Matthew McConaughey yang masih membawa aksen kentalnya sampai menembus ruang dan waktu untuk bisa berkumpul dengan anak perempuannya. Dan, kali ini The Martian – kisah astronot terdampar di planet merah Mars – tanpa udara yang ideal, tekanan udara yang ideal, makanan yang ideal, namun menjadi salah satu film survival yang resourceful menghadapi segala cara untuk kembali dan bertahan, salah satunya dengan humor.

Gravity menahan penonton dengan visualnya, Interstellar menahan penonton dengan thought provoking-nya, dan The Martian mungkin menjadi film yang diangkat dari novel yang tak mungkin di semua lembar buku menceritakan seseorang yang berada di dalam helm, memiliki cerita yang solid dengan melibatkan dua sisi aktif antara penduduk bumi dengan martian (sebutan untuk penduduk Mars itu sendiri).

(more…)

Black Mass (2015) is All about Depp’s Performance : The Character, Transformation, and His Natural Charm

Director : Scott Cooper

Writer : Mark Mallouk (screenplay), Jez Butterworth (screenplay), 2 more credits

Cast : Johnny Depp, Benedict Cumberbatch, Dakota Johnson, Peter Sarsgaard, Julianne Nicholson

(REVIEW) Beberapa bintang besar Hollywood memang sedang sibuk dengan dunia mereka masing-masing : Tom Cruise dengan stunt gilanya – dia cukup berhasil, Robert Downey Jr. dengan baju besinya – cukup berhasil dari segi keuangan sang aktor, Leonardo DiCaprio dengan segala meme Oscarnya – keep trying ! dan yang paling menyedihkan adalah perjalanan karir Johnny Depp. Baik dia memakai kostumnya (terlalu banyak film yang gagal) maupun menanggalkan atributnya (baca : The Tourist), Depp belum menemukan jati dirinya kembali, sampai film Black Mass ini – sebagai James ‘Whitey’ Bulger, leader gangster sadis yang pernah menjadi Daftar Pencarian Orang paling dicari setelah Osama Bin Laden. Ya, setelah Osama Bin Laden !

Di tangan Scott Cooper yang beberapa tahun yang lalu berhasil memberikan Oscar overdue untuk Jeff Bridges, Black Mass memang segalanya tentang penampilan Depp, yang mengkombinasikan transformasi sangar, karakter yang cukup kompleks, dan juga pesona dari Depp sendiri yang terus menarik perwujudan Whitey ke bumi dengan sisi humanis seorang manusia – tak banyak memang digambarkan, tapi hal itu tetap diperlukan.

(more…)

Everest (2015) Will Bring You to The Top of The World, but Never Out of This World

Director : Baltasar Kormákur

Writer : William Nicholson (screenplay), Simon Beaufoy (screenplay)

Cast : Jason Clarke, John Hawkes, Keira Knightley, Sam Worthington, Jake Gyllenhaal

(REVIEW) Membuka ajang penghargaan Venice langsung menaikkan ekspektasi akan film ini. Bagaimana tidak, film-film sebelumnnya yang mendapatkan penghormatan tersebut semacam Gravity (bahkan tagline-pun nyaris sama) atau Birdman adalah dua film yang memiliki sisi teknis tinggi. Maka, bukan kejutan lagi jika Everest dengan skala besarnya; baik objek yang diangkat atau para bintang yang membentuk ensemble merupakan spectacle tersendiri untuk penonton. Sayangnya, dan beruntungnya, Everest enggan mengambil cerita overdramatic dan menggantinya ke dalam sebuah perjalanan cerita breathtaking dimana sang puncak tertinggi mendominasi dan membayangi orang-orang yang setengah mati ingin menaklukannya. Everest will bring you to the top of the world but never out of the world. Basic storytelling belongs to the force of nature instead of people, and when both of these belong to each other, it comes to the irony – who’s first thawed from the memory.

Ditulis oleh screenwriter Unbroken dan 127 Hours yang lebih menekankan pada perjalanan tragis personal, Everest merupakan docudrama yang berusaha menangkap salah satu kecelakaan tragis yang terjadi di puncak Everest yang terjadi di tahun 1996.

(more…)

The Man from U.N.C.L.E. (2015) : Guy Ritchie with His Mannequins in This Stylish Period Spy Thriller

Director : Guy Ritchie

Writer :  Guy Ritchie (screenplay), Lionel Wigram(screenplay), 5 more credits

Cast :  Henry CavillArmie HammerAlicia Vikander

(REVIEW) Armie Hammer dan Henry Cavill adalah dua aktor yang istimewa ; yang satu memiliki potensi menjadi raja flop (baca : The Lone Ranger, dan ditambah perolehan box office yang kurang menyenangkan dari film ini) sementara satunya lagi juga belum memiliki cemerlang ditambah kutukan Superman-nya yang bisa menghentikan karirnya sewaktu-waktu, untuk itulah diperlukan satu sosok yang sedang bersinar – Alicia Vikander (with her crazy upcoming movies follow up) untuk menyatukan cerita dari dua agen Amerika dan Rusia untuk saling bekerja sama.

Diangkat dari tv series berjudul sama di tahun 60-an, keputusan The Man from U.N.C.LE mempertahankan setting retronya memang cukup tepat. Kenapa ? Karena hal itulah yang mungkin bisa menghindarkan film ini dari bencana. Berbagai setting tempat yang menarik digabungkan dengan aktor aktris good looking didandani dengan begitu tajam dikombinasikan dengan segala sisi stylish dari Guy Ritchie memadumadankan sisi action dan gaya penyembunyian “tak jujur” menjaga twist kecil merupakan sesuatu yang enak dipandang oleh mata. Sayangnya, hal tersebut sama sekali tidak cukup membawa The Man from U.N.C.L.E kedalam cluster memuaskan dari tahun 2015 – yang notabene merupakan tahun film mata-mata yang cukup menggembirakan. Even Melissa McCharty takes part in this parade and smiles out there.

(more…)

Lost River (2015) : Vivid Visuals, Interesting Ideas, yet Heavy Handed Direction Contrives It to Flow

Director : Ryan Gosling

Writer : Ryan Gosling

Cast : Christina Hendricks, Iain De Caestecker, Matt Smith. Ben Mendelsohn, Saoirse Ronan

(REVIEW) How to Catch a Monster, itulah judul film ini sebelumnya, mendapatkan booing di Cannes dan menghilang. Lost River menjadi begitu menarik karena tangan kreatif di belakangnya adalah aktor yang cukup memiliki kredibilitas di generasinya, Ryan Gosling. Dan setelah terakhir kali membintangi film Only God Forgives yang mendapatkan reaksi terpolar, Lost River menghadapi muara yang sama.

Jika melihat poster sekilas film ini, yah jangan dibuat berpikir ini adalah sekuel dari Only God Forgives, namun pengaruh Nicholas Wind Refn begitu kuat dalam setiap warna, setiap violence, dan surealisme yang dihadirkan Gosling yang memegang penuh kontrol di penyutradaraan dan penulisan. Cerita berat ? Hmmm, sebenarnya tidak. Dibanding sebagai sutradara yang masih terlihat mengawang, Gosling lebih menarik sebagai seorang screenwriter yang ternyata memiliki banyak ide-ide besar menggabungkan drama dan fantasy dengan banyak karakter, banyak subplot, namun tak begitu convoluted. He got talents. Sayangnya untuk menjembatani ide ini untuk tidak hanya tersampaikan, namun juga merasuk ke dalam penonton sepertinya masih merupakan perjalanan panjang bagi Gosling.

(more…)

Furious 7 (2015) : “Not Even Silly, Fun-Tastic” – Action Sequences, Tribute Keeps It from Falling

Director : James Wan

Writer : Chris MorganGary Scott Thompson (characters)

Cast : Vin DieselPaul WalkerDwayne Johnson, Michelle Rodriguez, Jason Statham

(REVIEW) 2013 lalu kita mendapatkan kabar yang kurang mengenakkan, mendiang Paul Walker meninggal dalam sebuah kecelakaan tragis, dan disaat itulah baru tersadar bahwa belum ada satupun seri Fast Furious yang pernah ditonton – that’s my early confession to you, so you easily judge me. Menariknya, Paul Walker sedang dalam produksi seri lanjutan – yaitu film ini- yang pada saat itu harus seketika menghentikan proses produksinya. Dan di tangan seorang James Wan yang masih baru dalam menangani film action blokbuster seperti ini, kematian Walker sepertinya bukanlah beginner’s luck-nya. Di sisi lain, inilah yang membuat antusias untuk menonton seri yang satu ini : bagaimanakah film ini akan menangani isu besar dalam produksinya ? Bagaimanakah film ini mempertahankan level franchise yang *konon* dinaikan oleh Justin Lin ? Bagaimanakah film ini akan mengucapkan selamat tinggal pada salah satu jangkar utamanya ?

Merangkai cerita sebelumnya dengan satu kata “revenge” merupakan cara mudah untuk film ini masih menyambung dengan seri sebelumnya, tanpa membuat kebingungan berarti untuk penonton yang baru saja menontonnya. Deckard Shaw (Jason Statham) datang membawa ancaman baru untuk menuntut balas atas kematian adiknya kepada grup yang kurang lebih sudah settle dengan kehidupan masing-masing : Brian (Paul Walker) dengan kehidupan rumah tangga-nya yang membosankan, Dom (Vin Diesel) yang masih mencoba untuk membuka ingatan gadis pujaannya (Michelle Rodriguez), Detective Hobbs (Dwayne Johnson) yang berkutat kembali dengan kerjaannya. Shaw tak segan-segan untuk mengirimkan bom, atau membunuh salah satu teman mereka bernama Han, yang seketika mengguncang kembali anggota “keluarga” ini untuk kembali ke dunia yang pernah mereka kenal, untuk melindungi keluarga mereka, dengan berbagai cara, dengan berbagai harga yang harus dibayar.

(more…)