2015

The Intern (2015) is Worth Applying, Very Relaxing Grandma’s Cookie You Already Tasted

Director : Nancy Meyers

Writer : Nancy Meyers

Cast : Robert De Niro, Anne Hathaway, Adam DeVine

(REVIEW) Apa yang dilakukan Nancy Meyer di umurnya yang menginjak 66 tahun ? Ikut kelas yoga ? No ! Ikut kelas Bahasa Mandarin ? No ! Sibuk hangout di Starbuck sambil menulis screenplay ? Maybe. Tapi yang jelas, Nancy Meyer tak kehilangan sentuhannya dalam film The Intern, sebuah film yang memang berada pada titik nadir antara datar dan relaxing namun disokong pemain di belakangnya yang begitu membuat film ini ibarat kue buatan nenek : patut ditunggu kelezatannya, walaupun tingkat kelezatannya sampai mencapai titik dapat diperkirakan.

Apa yang kita pikirkan saat mendengar Anne Hathaway kembali dalam dunia fashion ? The Devil Wears Prada, right ? Apakah ini saatnya Hathaway memiliki kans untuk memerankan seorang yang vicious berhadapan dengan Robert De Niro ? Hmm, sayangnya – dan beruntungnya tidak.

(more…)

Advertisements

Black Mass (2015) is All about Depp’s Performance : The Character, Transformation, and His Natural Charm

Director : Scott Cooper

Writer : Mark Mallouk (screenplay), Jez Butterworth (screenplay), 2 more credits

Cast : Johnny Depp, Benedict Cumberbatch, Dakota Johnson, Peter Sarsgaard, Julianne Nicholson

(REVIEW) Beberapa bintang besar Hollywood memang sedang sibuk dengan dunia mereka masing-masing : Tom Cruise dengan stunt gilanya – dia cukup berhasil, Robert Downey Jr. dengan baju besinya – cukup berhasil dari segi keuangan sang aktor, Leonardo DiCaprio dengan segala meme Oscarnya – keep trying ! dan yang paling menyedihkan adalah perjalanan karir Johnny Depp. Baik dia memakai kostumnya (terlalu banyak film yang gagal) maupun menanggalkan atributnya (baca : The Tourist), Depp belum menemukan jati dirinya kembali, sampai film Black Mass ini – sebagai James ‘Whitey’ Bulger, leader gangster sadis yang pernah menjadi Daftar Pencarian Orang paling dicari setelah Osama Bin Laden. Ya, setelah Osama Bin Laden !

Di tangan Scott Cooper yang beberapa tahun yang lalu berhasil memberikan Oscar overdue untuk Jeff Bridges, Black Mass memang segalanya tentang penampilan Depp, yang mengkombinasikan transformasi sangar, karakter yang cukup kompleks, dan juga pesona dari Depp sendiri yang terus menarik perwujudan Whitey ke bumi dengan sisi humanis seorang manusia – tak banyak memang digambarkan, tapi hal itu tetap diperlukan.

(more…)

Everest (2015) Will Bring You to The Top of The World, but Never Out of This World

Director : Baltasar Kormákur

Writer : William Nicholson (screenplay), Simon Beaufoy (screenplay)

Cast : Jason Clarke, John Hawkes, Keira Knightley, Sam Worthington, Jake Gyllenhaal

(REVIEW) Membuka ajang penghargaan Venice langsung menaikkan ekspektasi akan film ini. Bagaimana tidak, film-film sebelumnnya yang mendapatkan penghormatan tersebut semacam Gravity (bahkan tagline-pun nyaris sama) atau Birdman adalah dua film yang memiliki sisi teknis tinggi. Maka, bukan kejutan lagi jika Everest dengan skala besarnya; baik objek yang diangkat atau para bintang yang membentuk ensemble merupakan spectacle tersendiri untuk penonton. Sayangnya, dan beruntungnya, Everest enggan mengambil cerita overdramatic dan menggantinya ke dalam sebuah perjalanan cerita breathtaking dimana sang puncak tertinggi mendominasi dan membayangi orang-orang yang setengah mati ingin menaklukannya. Everest will bring you to the top of the world but never out of the world. Basic storytelling belongs to the force of nature instead of people, and when both of these belong to each other, it comes to the irony – who’s first thawed from the memory.

Ditulis oleh screenwriter Unbroken dan 127 Hours yang lebih menekankan pada perjalanan tragis personal, Everest merupakan docudrama yang berusaha menangkap salah satu kecelakaan tragis yang terjadi di puncak Everest yang terjadi di tahun 1996.

(more…)

Maze Runner : The Scorch Trials (2015), You Better Run Away from This Deprived Installment

Director : Wes Ball

Writer : T.S. Nowlin (screenplay), James Dashner (novel)

Cast : Dylan O’Brien, Rosa Salazar, Patricia Clarkson

(REVIEW) Masih ingatkah dengan scene saat Effie Trinket melakukan reaping di The Hunger Games dan sebelumnya ia menunjukkan footage beberapa detik tentang keadaan Panem setelah pemberontakan ? Yah, itulah penjelasan singkat dari dunia dystopia yang harus Katniss berjuang hidup. Atau, bagaimana Divergent menghabiskan film pertamanya untuk perlahan memberikan gambaran sebelum memercikkan api konflik di ending-nya ? Walau jauh dari sempurna akhirnya kita tahu bagaimana ketidakadilan sistem sosial yang dialami Beatrice Prior. Dan, Inilah Maze Runner : The Scorch Trial – yang difilm KEDUA-nya – gagal memberikan informasi yang signifikan untuk universe-nya dan diakhiri dengan konklusi tanpa rencana – dan jika menilik film akan segera diakhiri lewat buku ketiga James Dashner, The Death Cure – pelarian sia-sia tanpa tujuan ini bisa dikatakan sebagai pengkhianatan untuk seri pertama yang tergolong lumayan.

Di tahun 2014 sendiri, The Maze Runner merupakan film yang tergolong sangat beruntung. Tanpa star power di bagian leading role maupun supporting, kemudian ditangani oleh sutradara debutan, hampir tak ada yang ditawarkan kecuali premis yang sangat menarik : beberapa remaja yang terperangkap dalam labirin yang cukup besar, diisi oleh makhluk dan tantangan mengerikan, dan mereka berusaha setengah mati untuk keluar. Kini, Thomas (Dylan O’Brian) – sang ketua tim, telah berhasil mengeluarkan anggotanya dalam labirin penuh misteri tersebut. Labirin yang ternyata dikuasai dan dikendalikan oleh organisasi bernama WCKD – sebuah organisasi yang sedang berusaha menemukan obat penyembuh dari virus mematikan yang tengah menimpa dunia.

(more…)

The Man from U.N.C.L.E. (2015) : Guy Ritchie with His Mannequins in This Stylish Period Spy Thriller

Director : Guy Ritchie

Writer :  Guy Ritchie (screenplay), Lionel Wigram(screenplay), 5 more credits

Cast :  Henry CavillArmie HammerAlicia Vikander

(REVIEW) Armie Hammer dan Henry Cavill adalah dua aktor yang istimewa ; yang satu memiliki potensi menjadi raja flop (baca : The Lone Ranger, dan ditambah perolehan box office yang kurang menyenangkan dari film ini) sementara satunya lagi juga belum memiliki cemerlang ditambah kutukan Superman-nya yang bisa menghentikan karirnya sewaktu-waktu, untuk itulah diperlukan satu sosok yang sedang bersinar – Alicia Vikander (with her crazy upcoming movies follow up) untuk menyatukan cerita dari dua agen Amerika dan Rusia untuk saling bekerja sama.

Diangkat dari tv series berjudul sama di tahun 60-an, keputusan The Man from U.N.C.LE mempertahankan setting retronya memang cukup tepat. Kenapa ? Karena hal itulah yang mungkin bisa menghindarkan film ini dari bencana. Berbagai setting tempat yang menarik digabungkan dengan aktor aktris good looking didandani dengan begitu tajam dikombinasikan dengan segala sisi stylish dari Guy Ritchie memadumadankan sisi action dan gaya penyembunyian “tak jujur” menjaga twist kecil merupakan sesuatu yang enak dipandang oleh mata. Sayangnya, hal tersebut sama sekali tidak cukup membawa The Man from U.N.C.L.E kedalam cluster memuaskan dari tahun 2015 – yang notabene merupakan tahun film mata-mata yang cukup menggembirakan. Even Melissa McCharty takes part in this parade and smiles out there.

(more…)

Inside Out (2015) : Pixar Takes An Ambitious, Deep, Relatable Journey, and Its Way Back

Director : Pete Docter, Ronaldo Del Carmen

Writer : Pete Docter (story), Ronaldo Del Carmen (story) (as Ronnie del Carmen) , 5 more credits

Cast : Amy Poehler, Bill Hader, Lewis Black, Mindy Kaling, Phyllis Smith

(REVIEW) Hampir dua bulan Inside Out baru saja ditayangkan jika dilihat dari tanggal rilis di Amerika sana. Setiap klip, beberapa review hanya menambah kumpulan ekspektasi yang semakin menggunung dan barulah sekarang bisa menjawab. Ya. Inside Out memenuhi semua ekspektasi. If you don’t like it, you’re fucked up. Disanalah skala bagaimana Inside Out begitu likeable.

Untuk Riley – gadis kecil, Minnesota adalah segalanya. Tempat ia tumbuh dewasa dan mulai memiliki personality-nya. Ia begitu disayang oleh ayah ibunya, begitu cemerlang di hobi hokinya, begitu banyak memiliki teman, secara keseluruhan Riley adalah anak yang menyenangkan. Namun, ia tidak sendiri. Di dalam kepalanya hiduplah karakter-karakter yang begitu peran aktif mengambil keputusan dalam setiap harinya – Joy (Amy Poehler) sang ketua, Disgust (Mindy Kaling) bertugas untuk menjaga Riley secara fisik atau pun interaksi sosial, ada pula Fear (Bill Hader), Anger (Lewis Black) dan Sadness (marvelously voiced by Phyliss Smith), semuanya memegang peran masing-masing, dan semuanya baik-baik saja hingga keluarga kecil Riley harus pindah ke San Francisco dan Riley pun menemukan masalah dalam menghadapi perasaan dengan lingkungan barunya.

(more…)

My Life after Watching Gone Girl (2015) ….

Title is a little bit exaggerating, yeah, but everything begins from there, right ?

Gone Girl (2015) mungkin tidak menduduki tempat teratas di tahun 2014 lalu. Namun, thriller dengan suntikan twist mematikan ini mungkin menjadi salah satu film yang paling sering ditonton di tahun tersebut. Dark, stylish, superbly acted, beberapa kata wajar untuk menggambarkan film ini, dan merupakan salah satu keahlian Fincher untuk mengolah satu film untuk menjadi demanding agar ditonton kembali.

gone_girl_ver2_xlgSetiap kali film ini ditonton selalu saja hal baru yang ditemukan, termasuk untuk penampilan super cantik dari Rosamund Pike yang ber-layer dan seharusnya memenangkan Oscar tahun ini (Sorry, Moore). Yah, Julianne Moore boleh memiliki tropi aktris terbaik, namun untuk karakter yang iconic sepanjang masa ? Amy Dunne akan tertawa lebar. Dan, entah mengapa saking banyaknya menonton film ini, terdapat beberapa side effect setelahnya, salah satunya adalah mencari referensi film atau sebagainya yang ‘diharapkan’ bisa memenuhi kepuasan yang sama saat menonton film ini. Dan, inilah beberapa pengaruh dari sang Amazing Amy, hal-hal yang dilakukan setelah menonton film ini (No, I have no intention to make some rape schemes.)

(more…)

Ant-Man (2015) : Two Thirds of Humdrum Routine World, One Third of Exciting Small World

Director : Peyton Reed

Writer : Edgar Wright (screenplay), Joe Cornish (screenplay), 7 more credits

Cast : Paul Rudd, Michael Douglas, Corey Stoll, Evangeline Lilly, Michael Peña

(REVIEW) Ant-Man ? Who wants to be an ant ? What is it ? A Bug’s Story ? Jika harus memilih kekuatan superhero dari nama hewan sepertinya Ant-Man akan berada posisi paling bawah dalam daftar. Siapa yang ingin mengerutkan dirinya sendiri sementara Marvel Cinematic Universe terus berkembang dengan alternatif puluhan superhero yang bisa diangkat ke layar lebar ? Perhatian langsung terpusat saat nama Edgar Wright-lah yang seharusnya menjadi sutradara sekaligus penulisnya, ditambah jika memiliki nostalgia semacam menonton film Honey, I Shrunk The Kids, Ant-Man adalah proyek menantang dari Marvel – yang tidak hanya memusatkan pada kekuatan superhero secara internal, namun juga bagaimana kekuatan ini bisa mengubah perspektif dunia, literally. So, I am in !

Adalah dokter Pym (Michael Douglas) yang di tahun 1980an menemukan sebuah partikel rahasia yang jika disalahgunakan akan mengancam umat manusia (yeah, sure !) dan langsunglah kita diperkenalkan dengan Scott Lang (Paul Rudd) dengan dunia sekarang nan membosankan. Ia seorang mantan pembobol system perusahaan, dipenjara, kemudian berusaha kembali ke anak semata wayangnya sementara sang istri (Judy Greer) telah memiliki keluarga baru dengan tunangannya (Bobby Cannavale). Talented, handsome, and loser working on Baskin and Robbins – tidak mudahlah untuk Scott menemukan pekerjaan baru yang bisa membuatnya memulai kehidupan barunya. Sampai ia bertemu dengan Dokter Pym yang menawarinya sebuah pekerjaan untuk mencuri dan menghancurkan data dari Darren Cross (Corey Stoll) – protégé dari Dokter Pym sendiri yang mulai berhasil mengimitasi partikel rahasia yang ia temukan beberapa tahun lalu – partikel penyusut yang siap menghancurkan atau mengancam perdamaian dunia (you know if there is a thing wanting world peace more than Miss Universe, it’s Superhero).

(more…)