Anna Kendrick

Happy Christmas (2014), Joy to The Swanberg’s Mumblecore, Cast Did The Most Homeworks (including Screenplay)

Director : Joe Swanberg

Writer : Joe Swanberg

Cast : Anna KendrickMelanie LynskeyJoe SwanbergLena DunhamMark Webber

 Pre -review notes : Konon Swanberg hanya menyediakan outline untuk para aktor-aktrisnya.

(REVIEW) The baby should be nominated in Oscar, really. What a effortless performance. Happy Christmas merupakan projek mumblecore lanjutan setelah karya tersukses Joe Swanberg sebagai sutradara di Drinking Buddies. Bagaimana Swanberg mengarahkan film yang highly improvised itu cukup membuat Anna Kendrick menjadi kolaborator berkelanjutan mengambil peran utama di film ini. Selain Swanberg juga ibarat madu yang mulai dikelilingi selebriti terkenal saat ini (you should check his next project, middle A-list star studded).

Jenny (Anna Kendrick) – 27 tahun, baru putus dengan pacarnya pindah ke Chicago untuk tinggal bersama kakaknya, Jake (Joe Swanberg) yang tinggal bersama istri, Kelly (Melanie Lynskey) dan bayi berusia 2 tahun, Jude (played by Swanberg’s own son, and he’s scene stealer).

(more…)

Advertisements

Drinking Buddies (2013) : Line Between “Friends” And “More Than Friends” Really Blurry ? Beer

Director : Joe Swanberg

Writer : Joe Swanberg

Cast : Olivia WildeJake JohnsonAnna Kendrick, Ron Livingston

About

Joe Swanberg, seorang sutradara sekaligus aktor muda yang mungkin sedang hot-hotnya tampil dalam film slasher You’re Next minggu ini (goddamn it, I fucking want it), membesut film komedi drama dengan artis paling produktif saat ini yaitu Olivia Wilde (sebut saja 9 projek ia yang bintangi untuk tahun 2013 saja, salah satunya drama Rush, yang juga lagi hot-hotnya). Tidak hanya duduk di kursi sutradara, Swanberg juga menduduki posisi screenwriter, editor bahkan sempat muncul sebagai cameo.

Pada awalnya Drinking Buddies, seperti sekelibat, dengan melihat trailernya, akan menjadi fuck buddy atau friend with benefits atau semacamnya, namun ternyata Drinking Buddies mempunyai cerita yang berbeda. Kate (Olivia Wilde) bekerja pada sebuah perusahaan beer, yang membuatnya menjadi super supel dengan para pekerja yang didominasi oleh kaum laki-laki, salah satunya adalah Luke (Jake Johnson). Keduanya memiliki chemistry yang pas, tidak hanya sebagai teman, bahkan juga sebagai pasangan. Masalahnya keduannya telah memiliki pasangan, Kate berpacaran dengan Chris (Ron Livingston), seorang produser dengan perawakan innocent dan juga polite. Sementara Luke berpacaran dengan Jill (Anna Kendrick) yang telah memasuki pada tahapan matang. Ketika keduannya menjalani double date di sebuah cabin dekat danau, sebuah peristiwa terjadi dan mengubah semua hubungan diantara keempatnya.

“For a story where not so much happens, this is so smooth, play with interaction’s details and reveal the interpersonal’s interaction.”

Sebenarnya saat melihat poster pertama kali, tentu saja yang menjadi pusat perhatian bukanlah Olivia Wilde, namun kehadiran Anna Kendrick. This is gonna be stupid statement, Anna Kendrick yang mulai merambah leading lady, seperti bertukar posisi dengan co-starnya Olivia Wilde, yang lebih banyak berperan sebagai supporting role, namun inilah titik spesialnya. Tidak hanya bermain dengan siapa yang lebih di-recognize, departemen casting sepertinya membaca aktris mana yang cocok untuk karakter mana, begitu pula yang dilakukan pada cast cowoknya.

Bermain dengan tema yang sepertinya sudah banyak sekali dibahas, ditambah dengan interaksi cinta segi empat, Drinking Buddies melalui hambatan terbesarnya, yaitu menjadi sebuah tontonan yang menghibur realistis, tanpa tindakan berlebih, tidak terjebak pada suasana cliche, dan juga mampu memanfaatkan durasi yang lebih dari satu setengah jam. Rahasianya adalah kekuatan interaksi para karakternya serta dialog-dialog lancar yang dilontarkan.

Pada awal cerita kekuatan antar tokoh terlihat kuat, dengan tambahan pada separuh cerita sisanya ditambah dengan misteri relationship dari kedua hubungan. Walaupun terkesan realistis, film ini tidak ingin melewatkan semua moment menjadi kosong tanpa arti, bagaimana satu karakter menanggapi satu karakter lain setelah kejadian satu moment juga cukup menarik untuk disimak jika anda memang jeli. Jika tidak jeli, yah film ini hanyalah film sembarang lalu, yang mungkin anda sendiripun tidak tahu masalah / konflik apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Enganging di setiap scene membuat film ini memiliki flow yang tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lambat. Jika menilik kebelakang, dengan kehadiran cabin, cinta lebih dari 2 orang, “sebuah moment”, yah film ini mengingatkan pada Your Sister’s Sister, walaupun memang bakat improvisasi dan tingkat dramatisasi didalamnya, tidak sehebat Your Sister’s Sister.

Drinking Buddies tidak hanya berfokus pada dua leading role-nya, namun justru masalah datang dari para supporting role-nya, kemudian film berusaha mengeksplor bagaimana para leading role ini menanggapi umpannya. Tidak hanya berkisah tentang percintaan melulu, Drinking Buddies juga lebih mendekatkan pada hubungan buddies atau pertemanan.

Trivia

Semua aktor yang terlibat memilih nama karakter mereka sendiri. Haha, this director wants to have fun, really.

Quote

(none) this is really no movie-quote machine. Seriously.

Pitch Perfect (2012) : Competition Among Capellas in University

Sutradara : Jason Moore

Penulis : Mickey Rapkin, Kay Cannon

Pemain : Anna Kendrick, Anna Camp, Brittany Snow, Rebel Wilson, Skylar Astin

“Not a perfect one, but some moments can be slapped by jokes and nice covers.”

About

Ketika mendengarkan Glee dan keseringan mereka terlalu banyak merusak lagu, kemudian mendengarkan soundtrack dari Pitch Perfect yang dinyanyikan secara acapella memang akan membuat ketertarikan untuk menonton film itu sendiri. Tidak bisa disamakan memang, namun beberapa lagu yag di-cover benar-benar dapat dinyanyikan dengan baik dan menjadi salah satu bahan dalam film ini.

Berkisah tentang plot yang tidak asing lagi :

–          Becca, diperankan oleh Anna Kendrick, anak baru di sebuah SMA

–          Terpaksa bergabung dengan sebuah grup acapella, The Bellas, yang mempunyai catatan record tidak terlalu baik.

–          Kehadiran Becca mengubah segalanya.

–          Ditambah denga kisah asmara klise antara Becca dan anggota kompetitor The Bellas satu sekolahan, Jesse, diperankan Skylar Astin

Itulah cerita yang sangat umum dari sebuah film yang ternyata diadaptasi dari sebuah buku karangan Mickey Rapkin.

Still, a fun ride with Rebel Wilson as jokes machine

Harus dikatakan tidak salah untuk mennghadirkan cewek yang “tidak biasa” diantara para cewek yang cantik yaitu Rebel Wilson, setelah penampilannya cukup “kena” di film hits Bridemaids sebagai super creepy british roommate dan penampilannya di Bridemaids wanna be Bachelorette, Rebel Wilson menyajikan penampilan breakthrough-nya disini. Setiap scene yang ia gawangi berhasil ia manfaatkan dengan polah aneh plus jokes segar yang sangat terlihat ia dapatkan dari hasil improvisasi. Bisa dikatakan, film ini berhutang dengan Rebel Wilson sebagai ice breaker.

Karakter lainnya seperti Becca (Anna Kendrick), Aubrey (Anna Camp), Chloe (Brittany Snow) dan karakter lainnya dibuat cukup beragam dan diperankan dengan baik, mulai dari anak bermasalah dengan keluarganya, ketua grup yang dominan dan kolot, cewek penengah, gadis Asia, lesbian, sampai slut juga ada. Bisa dikatakan karakterisasi dalam film ini sangat baik walau masih general dan tidak dominan satu sama lain. Film ini juga diisi dengan penampilan spesial dari Elizabeth Banks, John Michael Higgins, dan Christopher Mintz-Plasse yaaaang cuma sekedar lewat.

Beberapa dialog pun cukup pandai untuk ukuran sebuah teen-flick ditambah dengan cerita yang ringan, predictable namun dikemas dengan “tidak seadanya” dan yang paling menyegarkan adalah beberapa cover lagu yang apik walaupun ketika disisipkan kedalam film masih terlalu “artificial” atau kurang natural.

Untuk penonton yang tidak terlalu berekspektasi + menyukai Glee = film ini benar-benar menyegarkan walaupun masih kental sentuhan dari sang sutradara yang biasanya membesut serial tivi.

Trivia

Rebel Wilson hampir selalu berimprovisasi dengan dialog yang ia lontarkan.

Quote

Fat Amy : Well, at least it’s not herpes or do you have that as well ?