Anne Hathaway

The Intern (2015) is Worth Applying, Very Relaxing Grandma’s Cookie You Already Tasted

Director : Nancy Meyers

Writer : Nancy Meyers

Cast : Robert De Niro, Anne Hathaway, Adam DeVine

(REVIEW) Apa yang dilakukan Nancy Meyer di umurnya yang menginjak 66 tahun ? Ikut kelas yoga ? No ! Ikut kelas Bahasa Mandarin ? No ! Sibuk hangout di Starbuck sambil menulis screenplay ? Maybe. Tapi yang jelas, Nancy Meyer tak kehilangan sentuhannya dalam film The Intern, sebuah film yang memang berada pada titik nadir antara datar dan relaxing namun disokong pemain di belakangnya yang begitu membuat film ini ibarat kue buatan nenek : patut ditunggu kelezatannya, walaupun tingkat kelezatannya sampai mencapai titik dapat diperkirakan.

Apa yang kita pikirkan saat mendengar Anne Hathaway kembali dalam dunia fashion ? The Devil Wears Prada, right ? Apakah ini saatnya Hathaway memiliki kans untuk memerankan seorang yang vicious berhadapan dengan Robert De Niro ? Hmm, sayangnya – dan beruntungnya tidak.

(more…)

Advertisements

The Devil Wears Prada (2006) : A “Supposed to be Chick Flick” Movie That Refuses To Be “THAT’S ALL”

Director : David Frankel

Writer : Aline Brosh McKenna,  Lauren Weisberger

Cast : Anne HathawayMeryl StreepEmily BluntStanley Tucci

Streep’s Streak Challenge

“This stuff? Oh. Okay. I see. You think this has nothing to do with you. You go to your closet and you select. I don’t know that lumpy blue sweater, for instance because you’re trying to tell the world that you take yourself too seriously to care about what you put on your back. But what you don’t know is that that sweater is not just blue, it’s not turquoise. It’s not lapis. It’s actually cerulean. And you’re also blithely unaware of the fact that in 2002, Oscar de la Renta did a collection of cerulean gowns. And then I think it was Yves Saint Laurent wasn’t it who showed cerulean military jackets? I think we need a jacket here. And then cerulean quickly showed up in the collections of eight different designers. And then it, uh, filtered down through the department stores and then trickled on down into some tragic Casual Corner where you, no doubt, fished it out of some clearance bin. However, that blue represents millions of dollars and countless jobs and it’s sort of comical how you think that you’ve made a choice that exempts you from the fashion industry when, in fact, you’re wearing the sweater that was selected for you by the people in this room from a pile of stuff.” – Miranda Priestly

That is a long one, yeah but I copy-paste it because this is why this movie is so good. Best explanation of fashion I ever heard.

Andrea or Andy or The New Emily (Anne Hathaway) mendapatkan sebuah pekerjaan barunya yang sama sekali bertolak belakang dengan virtue, karakter atau bahkan pengetahuannya. Walaupun ia seorang jurnalis dengan segudang prestasi dan sangat pintar, namun pengetahuannya tentang fashion sama sekali nol. Nol besar, dia bahkan tidak bisa mengeja G-A-B-A-N-N-A. Menjadi seorang asisten Miranda Prestley (Meryl Streep) tentu saja akan memerlukan hal itu semua, tidak hanya cerdas, fashionable tapi juga harus melakukan yang tidak mungkin menjadi mungkin, termasuk mencari unpublished manuscript of Harry Potter. Tekanan perfeksionist Miranda Prestley ini menjadi memburuk ketika seniornya, Emily or The Real Emily (diperankan oleh EMILY Blunt) sama sekali tidak suportif dan selalu membayang-bayangi kinerjanya, akankah Andy mampu bertahan menjadi seorang asisten chief editor di majalah kelas atas itu ? Atau dia hanya akan RUN(a)WAY ?

Yeah, revision for its title, that’s all with question mark (???) Mengapa demikian ? Jika ditilik kembali, terutama mengenai plot-nya, it’s so chick flick. Seorang gadis yang tidak menyadari bahwa dirinya cantik, kemudian lambat laun berubah dan akhirnya mengalami konflik batin atas perubahan ini. Formulaic ? Yeah ! Ditangan yang salah (dalam hal ini juga termasuk di tangan cast yang salah), film ini hanya akan berakhir menjadi sebuah film-film penghibur cewek-cewek penggila fashion, namun tidak sangka film ini dapat melalui batasan-batasan tersebut. Berikut ini adalah alasannya.

For the chick flick and movie about fashion, film ini pastinya telah memberikan sebuah pondasi yang kuat. Aktris dengan fisik rupawan, tidak tanggung-tanggung sekelas Anne Hathaway yang image “princess”-nya masih melekat kuat, ditambah berbagai style, costume design yang tidak segan-segan memamerkan brand-nya (termasuk di judulnya), Calvin Klein, Chanel, et se te ra, et se te ra. Dari segi costume design-nya saja film ini sudah terlihat above-average dari chick flick biasa. Namun film ini tidak ingin berakhir seperti hanya sebatas film ini saja.

Ingatkah apa yang dikatakan Colin Firth beberapa Oscar yang lalu ? Bahwa, Meryl Streep raises the bar. Yeah, bisa dikatakan film ini adalah salah satu film yang didongkrak oleh kekuatan Meryl Streep sebagai seorang vicious editor dari majalah Runway. Berperan sebagai stylish antagonist, Streep menggunakan semua atribut seperti tata rambut, aksen, body language, dan terutama pasti ekspresi wajahnya. Miranda Pristly tidak akan secemerlang ini jika bukan Streep yang memerankan, sebuah penampilan yang bisa dikatakan selalu eksklusif di tiap scene-nya, mematikan, namun di sisi lain Prestley hanyalah wanita yang terjebak pada sifat obsesi dan perfectionistnya. Penonton yang lebih banyak disuguhkan sudut pandang dari Andy membuat jatah Streep di layar benar-benar begitu dinantikan, dan bukan Streep jika ia tidak memanfaatkan semaksimal mungkin, termasuk pada scene dimana sepertinya Streep akhirnya menanggalkan semua make-upnya dan mulai tersirat untuk terbuka kepada Andy tentang kehidupannya. Jika Miranda Prestley memang benar sebuah karakter fiksi yang didasarkan dari seorang tokoh nyata, seorang editor majalah Vogue, Anna Wintour, sepertinya versi Meryl Streep terlihat lebih vicious dan meyakinkan ketimbang Anna Wintour itu sendiri ( I talk physically).

Another actress ? Yeah, sepertinya Emily Blunt harus dianugerahi sebagai penggunaan eye shadow, eye liner, atau apalah itu yang benar-benar mendukung penampilannya, ditambah dengan aksen Britishnya yang menambah variasi karakter di film ini. Stanley Tucci plus feminim side juga merupakan awal mengapa ia sempurna sebagai Caesar Flickerman, ia juga melebihi ekspektasi. Karakter Emily dan Nigel ini merupakan sebuah representasi slavery dari sebuah pekerjaan.

Fine performance justru dipertunjukkan oleh Anne Hathaway, I am saying a lot, but Anne Hathaway as beautiful good girl ? PLEASE !!! Salah satu sisi paling krusial namun tidak dipertunjukkan adalah semangat ambisi dan passion Andy di dunia non-fashion yang seharusnya “sedikit” dipertunjukkan untuk membuat ending film ini terlihat lebih relevan. Sisi jomplang justru malah dipertunjukkan pada kehidupan personal Andy, ketika ia bersama teman dan pacarnya, sepertinya film ini menjadi redup dan terlalu kehilangan daya tariknya. I hate her whe she’s with Nate, Nate is her boyfriend. Isu klise juga diangkat pada hubungan percintaan Andy dan Nate ini, OH PLEASE, I think everybody agrees Anne Hathaway is beautiful-er as Priestley assistant, FUCK YOU, Nate, and your friend.

Shallow ? Yes. Light ? Yes. Film ini memang terkesan sangat dangkal, sebuah film yang menyebut jurnalisme dan dunia fashion namun kurang adanya sisi komprehensif tentang dunia tersebut. Satu-satunya scene yang begitu komprehensif hanyalah ketika Miranda Prestley menganalisis sweater biru yang dipakai Andy, and that’s all. Yeah, kembali lagi film ini memang bukan tentang dunia jurnalisme, atau dunia media, atau bahkan fashion, melainkan memang dunia Andy + Prestley + a little bit of Emily and Nigel (Stanley Tucci). Lebih jauh lagi, film ini malah lebih memperlihatkan sisi kejamnya iblis tentang work ethic terutama pada rekan kerja, bagaimana satu karakter men-tackle karakter lain, bagaimana sebuah keputusan yang benar ternyata harus mengorbankan yang lain, dan satu pelajaran dari film ini, IF YOU DON’T LIKE YOUR JOB, QUIT !!!!

Film ini memang terlalu formulaic, dan mudah ditebak, namun di satu sisi, film ini memenuhi salah satu tujuan menonton film, yeah ENTERTAINING, with top notch performance of Streep, membuat film ini sedikit bisa meleluasakan tali “chick-flick”-nya dan dapat ditonton oleh siapa saja. And, label it as one of my favorite movies all the time, yeah it’s perfect movie when my head and brain hurts, I am talking like this “in good way”.

“This chick flick is not just blue, but a little bit cerulian, turquoise, lapis too.”

Les Miserables (2012) : Story about Hope, Fight, Love and Dream

Sutradara : Tom Hooper

Penulis : Claude-Michel Schönberg, Victor Hugo, Alain Boublil, William Nicholson

Pemain : Hugh Jackman, Russell Crowe, Anne Hathaway, Amanda Seyfried, Sacha Baron Cohen, Helena Bonham Carter, Samantha Barks, Eddie Redmayne

“Full of emotions of some actors and actresses and at last one third of movie, I have to confess, it is frustrating and plain.”

About

Les Miserables, sebuah projek ambisius dari sutradara peraih Oscar untuk The King’s Speech dan berdasarkan novel Victor Hugo dengan judul yang sama. Film yang baru saja meraih delapan nominasi Oscars, termasuk Best Picture, Best Actor in Leading Role, dan Best Actress in Supporting Role.

Film yang telah menempuh perjalanan panjang sebelum menjadi sebuah film ini bercerita tentang seorang tawanan yang dipenjara hanya karena mencuri roti, Jean Valjean (Hugh Jackman), yang mendapatkan kesempatan untuk bebas walaupun harus merahasiakan identitas dan masa lalunya sementara musuh bebuyutannya, seorang polisi, Javert (Russel Crowe) yang terus memburunya. Beberapa tahun kemudian, Valjean telah menjadi walikota terpandang yang tanpa tahu dan tanpa sengaja memecat Fantine (Anne Hathaway), seorang Ibu dengan satu orang anak, Cossette yang ia titipkan pada pasangan Thenardier (Helena Bonham Carter dan Sacha Baron Cohen) yang secara terus menerus mengeksploitasi keberadaan Cosette. Tanpa pekerjaan dan dibelit oleh hutang, Fantine pun menjual segalanya, rambut, gigi, hingga menjadi pelacur. Ketika terjadi accident dengan tamunya, Fantine nyaris ditangkap Javert namun diselamatkan oleh Valjean. Secara hampir bersamaan, suatu kejadian memaksa Valjean untuk membuka identitas aslinya, yang berarti ia harus berhadapan kembali dengan Javert. Sebuah janji untuk merawat Cosette, Valjean berhasil membawa pergi dari pasangan Thenardier hingga ia dewasa. Cosette dewasa (Amanda Seyfried) mulai jatuh cinta dengan Marius (Eddie Redmayne), tanpa mereka ketahui Eponine (Samantha Barks) juga diam-diam menyukai Marius. Di tengah revolusi, mereka harus memperjuangkan mimpi, harapan, cinta, termasuk Valjean yang masih harus berhadapan dengan Javert.

Panjang memang ceritanya, novel aslinya bahkan terdiri dari 5 volume yang menyangkutkan semua karakter. Ditambah, film menjadi menarik karena hampir seluruhnya disampaikan secara musical.

Hathaway, Barks, Jackman, Redmayne are the best in the movie.

Mereka menyanyi. Yah, itulah yang menarik, bahkan mereka menyanyi secara live. WOW ! Beberapa dari mereka memang melakukan pekerjaan mereka terutama saat Hathaway menyanyi I Dreamed A Dream, Jackman di awal-awal scene film, Barks dengan On My Own-nya, dan Redmayne dengan Empty Chairs at Empty Tables-nya merupakan beberapa scene yang sangat memorable di sepanjang film. Mereka tidak hanya menyanyi namun juga memeberikan emosi di nyanyian mereka, membuat penonton merasakan hal yang sama. Sementara pasangan yang juga pernah bermain dalam musical Tim Burton, Sweeney Todd, Bonham Carter dan Cohen berhasil menjadi duo penyegar suasana di dalam film. Crowe yang tampil hampir di sepanjang film, selayaknya Jackman, tampil meyakinkan walaupun tidak special. Jalan cerita cinta antara Barks dan Redmayne jauh lebih enjoyable dan berkesan dibandingkan cerita cintanya antara Redmayne dan Seyfried. Ketika Redmayne dan Barks berbagi scene sepertinya lebih masuk saja dibandingkan dengan berbagi scenenya dengan Seyfried yang sangat mediocre. Intinya, totalitas mereka dalam berakting, bernyanyi sampai transformasi fisik dari beberapa pemain yang tidak hanya sekedar make up memang patut diacungi jempol.

Sembilan puluh lima persen disampaikan dengan nyanyian, film ini sepertinya mulai terlihat lelah pada menit scene-scene revolusi yang dilakukan oleh Marius. Semuannya serba pelan, semuannya sepertinya sudah mulai penat dengan semua dialog dan monolog yang menyanyi lagi dan menyanyi lagi, dengan intensitas emosi untuk penonton yang mulai berkurang jika dibandingkan dengan awal film, bagian sepertiga film ini mulai hambar dan film terlihat bingung dan bertele-tele untuk melakukan adegan ending. Sama sekali tidak sepadan dengan bagian Fantine yang lebih terkesan terburu-buru dan terlalu cepat. Dengan kata lain, film ini sangat menghibur, terutama yang menyukai broadway atau semacamnya, hanya saja akan datang poin tertentu yang merupakan titik frustasi dan jenuh dari penonton berharap film ini segera untuk diakhiri.

Trivia

Taylor Swift dikabarkan akan memerankan Eponine, anak dari pasangan Thenardier yang merupakan teman masa kecil Cosette yang juga mengagumi Marius secara diam-diam, sebelum Samantha Barks mendapatkan perannya.

Quote

Fantine :  I had a dream my life would be so different from this hell I’m living!

The Dark Knight Rises (2012) : A Hero Rises for An Epic Conclusion of The Trilogy

Sutradara : Christopher Nolan

Penulis : Jonathan Nolan (screenplay), Christopher Nolan (screenplay), etc

Pemain : Christian Bale, Anne Hathaway, Tom Hardy

Tagline : A Fire Will Rise

“Albeit not the best of the trilogy, still, Nolan can be trusted.”

About

Setelah kesuksesan besar yang didapatkan oleh The Dark Knight pada tahun 2008 baik secara komersial atau secara kritiks, The Dark Knight Rises kembali hadir sebagai installment ketiga film Batman dari Christopher Nolan. Nolan sendiri sebenarnya agak ragu untuk kembali dalam seri ini namun akhirnya bersedia kembali untuk menyutradarai setelah mengembangkan cerita dengan saudaranya, Jonathan and David S. Goye.

Film ini kembali mempertemukan cast dari film Inception seperti Tom Hardy (Bane), Marion Cotillard (Miranda Tate), Michael Cane (Alfred), Cillian Murphy (Jonathan Crane), dan Joseph Gordon Levitt (John Blake) sedangkan Bruce Wayne dan Selina Kyle masing-masing diperankan oleh Christian Bale dan Anne Hathaway.

Bercerita tentang delapan tahun setelah kematian Harvey Dent di Gotham City, seorang pemimpin teroris penuh determinasi disertai fisik dan mental kuat kembali mengancam kota. Ketika system keamanan kota benar-benar berhasil dilumpuhkan oleh Bane, Batman harus kembali membela kota yang telah menganggapnya musuh dengan bantuan Catwoman yang sebelumnya telah mengkhianatinya.

Still Nolan

Sebagai salah satu film yang paling diantisipasi sebagai film musim panas di 2012, ditambah kesuksesan besar The Dark Knight, film ini menge-set ekspektasi yang sungguh tinggi. Mungkin film ini bukanlah bagian yang terbaik dari trilogy namun film ini cukup memuaskan dan melengkapi trilogy sebagai penutup yang benar-benar ‘besar’.

Excellent Cast

Salah satu yang menonjol dari installment ini adalah kehadiran Selina Kyle yang mampu dihadirkan dengan apik oleh Anne Hathaway. Hampir di setiap scene, ia menjadi scene stealer dan mampu menjadi karakter yang membuktikan bahwa seorang Anne ‘Princess Diary’ Hathaway dapat begitu impresif agresif dikombinasikan dengan sensualitas dari Catwoman sendiri.

Christian Bale yang apik dalam memerankan Batman kembali dieksplor dalam film yang menguji kekuatan fisik sekaligus secara mental ini, ditambah penampilan Michael Caine yang sangat emosional dan dalam.

Tom Hardy berhasil memerankan karakter penuh terror, Bane dengan baik, walaupun penampilannya jangan sekali-kali dibandingkan dengan penampilan super dari mendiang Heath Ledger yang memerankan Joker sebagai villain Batman di film sebelumnya. Sedangkan penampilan Gary Oldman tidak mendapatkan porsi sebesar penampilannya di film Batman sebelumnya dan Gordon Levitt cukup ‘standard’ memerankan opsir polisi.

Totally different superhero movie, totally recommended

Walaupun tidak menghadirkan jokes sebanyak film The Avengers dan dengan durasi super panjang yakni dua jam empat puluh lima menit, film ini jauh dari kata membosankan. Benar-benar cerita yang menekankan pada storyline yang penuh pemikiran, karakter yang luar biasa, ditambah dengan editing, dan sound dari Hans Zimmer, plus visual yang sangat eye-popping, film ini jelas menjadi film yang berbeda dan lengkap.

Trivia

  • Sebuah penembakan yang menewaskan sejumlah orang dan melukai puluhan orang terjadi dalam pertunjukkan midnight film ini, pihak Warner Bros pun mengurungkan niat dan menunda melaporkan laporan Box Office weekend sebagai langkah menghormati korban.
  • Anne Hathaway mengalahkan banyak artis kelas atas untuk memerankan Selina Kyle, termasuk Angelina Jolie, Charlize Theron, Jessica Biel dan Keira Knightley.
  • Christian Bale menolak kembali memerankan Batman jika Robin juga dilibatkan dalam film, Nolan pun menyetujuinya.

Quotes

Selina Kyle       :  You think this can last? There’s a storm coming, Mr. Wayne. You and your friends better batten down the hatches, because when it hits, you’re all gonna wonder how you ever thought you could live so large and leave so little for the rest of us.