Ben Whishaw

Lilting (2014) is Smooth Strike of Cross Cultural, Speaking Languages to Muffle The Tone of Bereavement

Director : Hong Khaou

Writer : Hong Khaou

Cast : Pei-pei Cheng, Ben Whishaw, Andrew Leung

Yes, I call it family drama.

(REVIEW) Jika masih menganggap LGBT sebagai sebuah produk bawaan pengaruh Barat, Lilting bisa dikatakan menabrakkan LGBT dengan conformity bersifat ketimuran, menjadikannya seakan-akan sebagai sebuah west versus east. Namun, Lilting mengolahnya dengan sangat halus, menekankan perasaan ketimbang kemungkinan destruksi yang bisa saja terjadi, dan mengubah hal tersebut menjadi sebuah bahasa universal yang mungkin bisa dipahami siapa saja. Tidak hanya berbicara tentang bahasa LGBT, Lilting memperkaya dirinya dengan isu motherhood, grief, loss, cross cultural, sampai perbedaan usia yang benar-benar dihormati  di dalam film.

Sejak awal film, Lilting langsung menancapkan statement ke jantung penonton. Junn (Pei-Pei Cheng) dengan senangnya menyambut anak semata wayangnya – Kai (Andrew Leung) yang mengunjunginya di nursing home tempat sekarang ia tinggal. Berbagi hubungan meyakinkan ibu dan anak, keduannya saling melontarkan keceriaan, kesedihan Junn tinggal sendiri, sampai ketidaksukaan Junn pada Richard (Ben Wishaw) – teman satu flat Kai yang membuatnya tak bisa bersatu dengan anaknya. Kejutan datang ketika petugas nursing home mengetok pintunya, dan barulah penonton tahu apa yang baru saja dilihat hanyalah imajinasi Junn semata, atau memory-nya tentang Kai yang baru saja meninggal.

(more…)

Cloud Atlas (2012) : An Exploration How Past, Present, and Future Impacts Each Other

Director : Lana Wachowski, Tom Tykwer, Andy Wachowski

Writer : David Mitchell, Lana Wachowski, Tom Tykwer, Andy Wachowski

Cast : Tom Hanks, Halle Berry, Jim Sturgess, Doona Bae, Jim Broadbent, Ben Whishaw, Hugo Weaving, James D’Arcy, Hugh Grant, and Susan Sarandon

About

Berbicara tentang film indie dengan budget bejibun tahun lalu, pasti mau tidak mau kitak akan mengingat projek ambisius Cloud Atlas. Film yang sempat menjadi film paling diantisipasi di tahun 2012 ini kurang mendapat rekognisi, bahkan untuk Oscars tak mendapatkan satu pun nominasi.

Film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama ini bercerita tentang enam sisi kehidupan di masa lalu, masa sekarang dan masa depan yang saling mempengaruhi satu sama lain.

Cerita 1 bercerita tentang Adam Ewing (Jim Sturgess) yang berlayar untuk kembali menemui istrinya. Di tengah pelayaran, ia menolong seorang budak kulit hitam yang melarikan diri dan akhirnya berhasil menjadikan budak tersebut sebagai awak kapal. Tanpa ia sadari, di dalam kapal tersebut ada seseorang yang berusaha meracuninya secara diam-diam dan sangat perlahan.

Cerita 2 bercerita tentang Robert Frobisher (Ben Whishaw), seorang musisi biseksual yang terjebak dengan seorang komposer yang ingin mengakuisisi karya masterpiecenya,  The Cloud Atlas Sextet.

Cerita 3 bercerita tentang seorang jurnalis, Luisa Rey (Halle Berry) yang menempatkan dirinya dalam mengungkap konspirasi tingkat tinggi yang menyangkut perusahaan minyak dan ancaman bahaya ledakan nuklir.

Cerita 4 bercerita tentang Timothy Cavendish (Jim Broadbent) yang terjebak dalam sebuah panti jompo karena ulah kakaknya sendiri.

Cerita 5 bercerita tentang Sonmi 451 (Donna Bae), seorang wanita hasil kloningan yang ditugaskan sebagai pelayan restoran di Neo Seoul. Suatu hari, seseorang menyelamatkannya dalam bahaya besar karena ia percaya bahwa Sonmi 451 adalah calon revolusioner yang akan merubah masa depan.

Cerita 6 bercerita Zachry (Tom Hanks) yang mengantarkan seseorang ke tebing Cloud Atlas, sebuah alat komunikasi untuk mengirimkan pesan untuk koloni Bumi di masa depan.

Semua cerita tersebut saling terkait dan terhubung dan semua aktor harus terlibat di dalamnya dengan peran dan karakteristik yang berbeda.

“Cloud Atlas, a quotes machine movie with an awesome scoring. It’s not always easy to follow every separated segment in the early, and do not think hardly to make every connection of every segment. Enjoy the movie, and it’s gonna be (more) enjoyable in the end.”

Pada awal film, memang tidak mudah untuk menyatukan semua segmen yang ada. Penonton dicekoki dengan segmen yang terpisah-pisah dengan banyaknya karakter yang diperankan oleh aktor yang sama. Belum lagi, bahasa Inggris yang digunakan bukanlah bahasa lazim yang biasa di dengar dengan banyak memperkenalkan banyak istilah aneh yang sulit dicerna.

Cerita yang mencoba menceritakan bagaimana masa lalu, masa sekarang dan masa depan ini membentuk pikiran penonton untuk mencoba mengkaitkan satu cerita ke cerita yang lain, dan itu memang tidak mudah. Bersabarlah untuk melihat film dengan durasi 3 jam ini. Storyline akan semakin fokus mendekati tengah film dan mulai akan seru. Jika melihat secara terpisah, memang benar, segmen untuk cerita Neo Seoul seakan-akan menjadi cerita yang paling dinamik dan tidak membosankan, disamping dari segi visualnya yang memang paling menonjol.

Aktor dan aktris didalamnya juga terlihat sangat mumpuni (though in shallow dosage) untuk mempergakan beberapa karakter sekaligus. Walaupun terkadang akting mereka termakan dengan semua kostum dan juga make-up yang sangat impressive sampai membuat penonton terkadang tidak mengenali aktor-aktris yang memerankannya.

Film besar ini langsung berpredikat epic ketika digabungkan dengan scoring yang sungguh menawan dan terkesan heroic. Ditambah, dengan struktur penceritaan yang rapi, sinematografi yang lumayan, visual effect, make up dan costume yang mendukung film ini menjadi suatu karya yang kompleks dan rumit. What a neat collaboration of multiple directors.

Di akhir film, hampir semua pertanyaan penonton terjawab, di bagian manakah suatu cerita terhubung, walaupun juga masih ada beberapa pertanyaan yang masih perlu usaha untuk mengkait-kaitkannya. Jika penonton cermat, juga akan banyak didapatkan detail-detail semacam trivia tentang bagaimana suatu jiwa (beberapa karakter yang dimainkan oleh aktor/aktris yang sama) menjalani kehidupan di setiap kehidupannya yang berbeda. Sebagai contoh, salah satu contohnya, bagaimana akhir kehidupan dari karakter Robert Froshiber dan kekasihnya, Sixsmith ternyata mempunyai persamaan. Atau, bagaimana hutang nyawa di kehidupan sebelumnya akhirnya terbalas di kehidupan selanjutnya. Detail-detail cerita yang penting ini akan membuat perjalanan menikmati film ini semakin fun jika penonton mampu menangkap clue atau hint yang tersebar.

Trivia

Natalie Portman sempat akan memainkan peran Sonmi 451 walaupun akhirnya harus mundur dari projek ini karena hamil.

Quote

Sonmi 451 : Truth is singular. Its versions are mistruths

Skyfall (2012) : M is Being Haunted by Her Past, 007 is Being Tested

Sutradara : Sam Mendes

Penulis : Neal Purvis, Robert Wade, John Logan, Ian Fleming

Pemain : Daniel Craig,  Judi Dench, Javier Bardem, Ralph Fiennes, Naomie Harris

“This is what called Sam Mendes brings Bond’s Beauty with beautiful thrilling haunting shots and beautiful villain by Javier Bardem.”

About

Film ini merayakan super series yang telah sukses mendunia selama 50 tahun. Film Bond ke-23 ini dibintangi dan sutradarai oleh pelaku kawakan yang sukses menyabet Oscars, sebut saja Judy Dench, Sam Mendes, Javier Bardem dengan tokoh Bond yang berhasil menghidupkan series ini selepas ia mendapatkan peran ini dari Pierce Brosnan, Daniel Craig. Tidak lupa Ralph Fiennes yang turut serta dalam film ini sebagai Gareth Mallory.

Film diawali dengan aksi kejar-kejaran Bond dan Moneypenny (Naomie Harris) dengan orang yang diduga membawa list rahasia tentang penyamaran agent-agent di organisasi dunia. M dengan ketegasannya mengambil sebuah keputusan sulit dengan menyuruh Moneypenny menembak sasaran walaupun resikonya Bond ikut tertembak. Ternyata benar, Bond tertembak dan hilang, diduga mati. Film pun diikuti dengan opening scene khas Bond yang diiringi dengan lagu Skyfall besutan penyanyi Inggris Adele.

Film dilanjutkan dengan terror yang dilakukan oleh Silva (Javier Bardem) yang ternyata mempunyai masa lalu kelam dengan M. Disinilah, kesetiaan dan perjuangan Bond untuk menyelamatkan M diuji.

Beautiful shots, beautiful villain with sense of thrills and humour

Film yang berhasil mengambil tempat-tempat eksotis seperti Shanghai, Macau, Turkey dan lain-lain ini benar-benar digarap dengan cantik, sebuah film Bond dengan kombinasi eye popping secara action yang menegangkan dan pemandangan yang indah. Film Bond ini juga mengkombinasikan jalan cerita yang thrilling dengan banyak dialog lelucon disana-sini.

Penunjukkan Javier Bardem sebagai tokoh antagonis utama juga terlihat mempesona dengan karakter yang kuat dan dan dapat menunjukkan rasa dendam yang begitu besar dengan caranya sendiri. Karakter Silva ini membuat Bardem menjadi begitu berbeda dengan peran-peran sebelumnya (mungkin juga karena pengaruh rambut yang ia ganti menjadi blonde). Film terasa lebih mengalir sejak kemunculan karakter Silva ini. Karakter Q diperlihatkan dalam film ini diperankan oleh Ben Whishaw walau tidak memberikan kontribusi berarti karena sang villain jauh memperlihatkan kepintarannya.

Bond’s girls diwakili oleh Naomie Harris dan aktris perancis Berenice Marlohe menjalankan perannya dengan baik dengan memberikan sentuhan sangat sexy walaupun porsinya tidak sebegitu besar karena porsi Bond’s Girl dalam film ini direbut Judi Dench atau M itu sendiri. Karakter M lebih dieksplor dengan baik oleh Judi Dench dengan mengkombinasikan seorang wanita tegar penuh tanggung jawab terhadap negara dan wanita yang merasa ketakutan dihantui oleh masa lalunya.

Film yang digadang-gadang sebagai salah satu Bond terbaik ini tidak begitu melibatkan gadget-gadget yang aneh jadi alur cerita terasa lebih real dan mudah diterima akal, walaupun Bond masih dihadapkan pada situasi yang menekankan bahwa memang dia mempunyai ‘seribu nyawa’. Film ini diakhiri dengan ending yang sangat klimax dan memuaskan penonton yang telah menunggu selama durasi lebih dari dua jam.

Trivia

Film ketujuh bagi Judi Dench sebagai M dan film ketiga bagi Daniel Craig. Daniel Craig telah menyetujui untuk membintangi Bond 24 dan Bond 25, serta ada rumor bahwa Idris Elba akan mendapatkan peran ini. Will we get a black Bond ?

Quote

James Bond : Everyone needs a hobby.

Silva : So what’s yours ?

James Bond : Ressurection