Eddie Redmayne

Annual List (2014) : Best Performances and Best Pictures

2014 memang sudah berakhir satu, hampir dua bulan yang lalu. Dan, dengan semangat menonton satu demi satu film, akhirnya berikut inilah sepuluh film terbaik, dengan lima penampil terbaik di masing-masing kategori, dan ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Trust me ! Menyortir film dengan banyak treatment yang berbeda mulai dari film yang mulai kabur karena ditonton awal tahun, film yang masih terlihat bagus karena baru saja ditonton, film yang mulai menaikkan impresi dengan multiple viewing, dan juga sebaliknya, sampai pendapat yang terkadang harus diakui terpengaruh dari buzz ekternal.

(more…)

The Theory of Everything (2014) : Unmenacing, Delicate, Innocuous Simplest Equation Called Love

Director : James Marsh

Writer : Anthony McCarten (screenplay), Jane Hawking (book)

Cast : Eddie Redmayne, Felicity JonesCharlie Cox

Hawking may has disease, but he has the brightest brain,….and sperms.

(REVIEW) Jika bertanya serius tentang siapakah sosok Stephen Hawking, mungkin secara pribadi, hanya akan tahu nama – layaknya Thomas Alfa Eddison, atau hanya mengetahui sekelumit dari apa yang mereka temukan (yeah, kita hanya disuapi dengan list Alexander Graham Bell menemukan telepon, Marconi menemukan radio, and that that’s it – or maybe it’s just me, because I’m stupidly ignorant). Lalu bagaimanakah dengan bagian terbesar dari diri mereka ? Pribadi, perjuangan, kisah cinta, yang disimpul dalam satu kata “kehidupan”. Sesuatu yang dasar, namun seringkali terlupakan, karena berawal dari hal-hal sederhana inilah sesuatu bisa menjadi besar (preach !). Beruntungnya, The Theory of Everything merangkumnya dalam porsi yang pas – tak melihat Stephen Hawkins secara internal penderitaan dirinya, namun sebagian besar dalam kaca mata yang lain – sang istri.

(more…)

Les Miserables (2012) : Story about Hope, Fight, Love and Dream

Sutradara : Tom Hooper

Penulis : Claude-Michel Schönberg, Victor Hugo, Alain Boublil, William Nicholson

Pemain : Hugh Jackman, Russell Crowe, Anne Hathaway, Amanda Seyfried, Sacha Baron Cohen, Helena Bonham Carter, Samantha Barks, Eddie Redmayne

“Full of emotions of some actors and actresses and at last one third of movie, I have to confess, it is frustrating and plain.”

About

Les Miserables, sebuah projek ambisius dari sutradara peraih Oscar untuk The King’s Speech dan berdasarkan novel Victor Hugo dengan judul yang sama. Film yang baru saja meraih delapan nominasi Oscars, termasuk Best Picture, Best Actor in Leading Role, dan Best Actress in Supporting Role.

Film yang telah menempuh perjalanan panjang sebelum menjadi sebuah film ini bercerita tentang seorang tawanan yang dipenjara hanya karena mencuri roti, Jean Valjean (Hugh Jackman), yang mendapatkan kesempatan untuk bebas walaupun harus merahasiakan identitas dan masa lalunya sementara musuh bebuyutannya, seorang polisi, Javert (Russel Crowe) yang terus memburunya. Beberapa tahun kemudian, Valjean telah menjadi walikota terpandang yang tanpa tahu dan tanpa sengaja memecat Fantine (Anne Hathaway), seorang Ibu dengan satu orang anak, Cossette yang ia titipkan pada pasangan Thenardier (Helena Bonham Carter dan Sacha Baron Cohen) yang secara terus menerus mengeksploitasi keberadaan Cosette. Tanpa pekerjaan dan dibelit oleh hutang, Fantine pun menjual segalanya, rambut, gigi, hingga menjadi pelacur. Ketika terjadi accident dengan tamunya, Fantine nyaris ditangkap Javert namun diselamatkan oleh Valjean. Secara hampir bersamaan, suatu kejadian memaksa Valjean untuk membuka identitas aslinya, yang berarti ia harus berhadapan kembali dengan Javert. Sebuah janji untuk merawat Cosette, Valjean berhasil membawa pergi dari pasangan Thenardier hingga ia dewasa. Cosette dewasa (Amanda Seyfried) mulai jatuh cinta dengan Marius (Eddie Redmayne), tanpa mereka ketahui Eponine (Samantha Barks) juga diam-diam menyukai Marius. Di tengah revolusi, mereka harus memperjuangkan mimpi, harapan, cinta, termasuk Valjean yang masih harus berhadapan dengan Javert.

Panjang memang ceritanya, novel aslinya bahkan terdiri dari 5 volume yang menyangkutkan semua karakter. Ditambah, film menjadi menarik karena hampir seluruhnya disampaikan secara musical.

Hathaway, Barks, Jackman, Redmayne are the best in the movie.

Mereka menyanyi. Yah, itulah yang menarik, bahkan mereka menyanyi secara live. WOW ! Beberapa dari mereka memang melakukan pekerjaan mereka terutama saat Hathaway menyanyi I Dreamed A Dream, Jackman di awal-awal scene film, Barks dengan On My Own-nya, dan Redmayne dengan Empty Chairs at Empty Tables-nya merupakan beberapa scene yang sangat memorable di sepanjang film. Mereka tidak hanya menyanyi namun juga memeberikan emosi di nyanyian mereka, membuat penonton merasakan hal yang sama. Sementara pasangan yang juga pernah bermain dalam musical Tim Burton, Sweeney Todd, Bonham Carter dan Cohen berhasil menjadi duo penyegar suasana di dalam film. Crowe yang tampil hampir di sepanjang film, selayaknya Jackman, tampil meyakinkan walaupun tidak special. Jalan cerita cinta antara Barks dan Redmayne jauh lebih enjoyable dan berkesan dibandingkan cerita cintanya antara Redmayne dan Seyfried. Ketika Redmayne dan Barks berbagi scene sepertinya lebih masuk saja dibandingkan dengan berbagi scenenya dengan Seyfried yang sangat mediocre. Intinya, totalitas mereka dalam berakting, bernyanyi sampai transformasi fisik dari beberapa pemain yang tidak hanya sekedar make up memang patut diacungi jempol.

Sembilan puluh lima persen disampaikan dengan nyanyian, film ini sepertinya mulai terlihat lelah pada menit scene-scene revolusi yang dilakukan oleh Marius. Semuannya serba pelan, semuannya sepertinya sudah mulai penat dengan semua dialog dan monolog yang menyanyi lagi dan menyanyi lagi, dengan intensitas emosi untuk penonton yang mulai berkurang jika dibandingkan dengan awal film, bagian sepertiga film ini mulai hambar dan film terlihat bingung dan bertele-tele untuk melakukan adegan ending. Sama sekali tidak sepadan dengan bagian Fantine yang lebih terkesan terburu-buru dan terlalu cepat. Dengan kata lain, film ini sangat menghibur, terutama yang menyukai broadway atau semacamnya, hanya saja akan datang poin tertentu yang merupakan titik frustasi dan jenuh dari penonton berharap film ini segera untuk diakhiri.

Trivia

Taylor Swift dikabarkan akan memerankan Eponine, anak dari pasangan Thenardier yang merupakan teman masa kecil Cosette yang juga mengagumi Marius secara diam-diam, sebelum Samantha Barks mendapatkan perannya.

Quote

Fantine :  I had a dream my life would be so different from this hell I’m living!