Emma Stone

Magic in the Moonlight (2014) : Temporarily Alluring Doodles, Full of Sugarcoated Woody Allen

Director : Woody Allen

Writer : Woody Allen

Cast : Colin Firth, Emma Stone, Marcia Gay HardenHamish Linklater

A movie comes from a cloudy Woody Allen with mental vibration….

(REVIEW – mild spoiler ) Woody Allen – sutradara, penulis, aktor – paling produktif mengirimkan kartu pos untuk fansnya dari berbagai negara, paling dicintai, paling dihujat, paling dihormati, paling kontroversial, paling romantis, itulah beberapa reputasi yang dimilikinya. Salah satu reputasi lainnya yaitu tidak diperlukan seorang clairvoyant untuk menebak bagaimanakah karya Allen selanjutnya : good or so-so. Seakan-akan membentuk pattern, Magic in the Moonlight adalah reaksi dari Blue Jasmine tahun lalu yang merupakan karya hits Allen : terlupakan, dangkal, seperti bukan karya seorang  Woody Allen.

Bukan berarti Magic in The Moonlight adalah sebuah film buruk. Yeah, dengan standar bar Woody Allen mungkin Magic in The Moonlight berada pada cluster  bawah, terlepas dari penampilan super charming starlet Emma Stone, penampilan super menyebalkan Colin Firth (but one of his best works after The King Speech career), sorotan keindahan yang dikelola Darius Khondji, setting eksotis Perancis, jajaran pemain pendukung potensial yang bisa saja menjadi Sally Hawkins selanjutnya, sampai costume dan set produksi di era jazz yang seharusnya menjadi kekuatan khas film-film Woody Allen.

(more…)

The Amazing Spider-Man 2 (2014) Lost Its Catch, Turned It into Unspectacular Spectacle Blackout Installment

Director : Marc Webb 

Writer : Alex KurtzmanRoberto Orci

Cast : Andrew GarfieldEmma StoneJamie FoxxDane DeHaanFelicity JonesPaul GiamattiB.J. Novak, and Sally FieldChris Cooper

(REVIEW) Spidey time ! Sudah lima installment paling tidak franchise dari Spiderman ini. Spiderman pertama merupakan spidey yang paling klasik, Spiderman dua adalah yang terbaik, Spiderman tiga adalah yang overrated (even with “now” rating), Spiderman pertama dari Marc Webb adalah repetisi dan renewal dalam waktu yang bersamaan, dan bagaimana dengan yang satu ini ?

You’re Spider-Man, and I love that. But I love Peter Parker more. – Gwen Stacy

(more…)

Movie 43 (2013) : Interconnected Short Segments of “You Won’t Believe They Did This Movie”

Director : Hmm, a lot of directors.

Writer : Hmm, a lot of writers too.

Cast : Hmm, a lot of actresses and actors too, but you know ‘em basically.

About

Visi, membuat sebuah film omnibus yang offensive dengan kekuatan seperti ; adult themes, yep ! hard language, yep ! sexually oriented, yep ! violence, a little bit !

Misi, menggandeng beberapa sutradara dan artis-artis Hollywood, mulai dari A list sampai mengkin no-list, mulai dari peraih Oscars sampai pemain Scary Movie. Itulah Movie 43, sebuah projek tentang black comedy yang beberapa kali ditolak oleh kebanyakan studio dan mengalami filming selama beberapa tahun.

Paling tidak terdapat 14 segmen cerita yang saling terhubung, diantaranya adalah,

The Catch, bercerita tentang Beth (Kate Winslet) yang sedang dating dengan Davis (Hugh Jackman) yang ternyata berubah awkward ketika Davis mempunyai kantong zakar di tenggorokannya. Eww !

Homeschooled, this is so creepy, ketika Samantha (Naomi Watts) dan Robert (Liev Schreiber) melakukan tindakan yang lebih terkesan “asusila” kepada anak mereka yang sedang homeschooling.

The Proposition, Julie (Anna Faris) dan Doug (Chris Pratt) adalah pasangan aneh. Mengapa ? Mau tahu ? Okay, karena Julie wants Doug to poop on her. Okay, now you don’t want to know.

Veronica (Emma Stone) bertemu dengan Neil (Kieran Culkin), mantan pacarnya, yang secara tidak sengaja mengobrol jorok di sebuah grocery store dan ternyata mic menyala membuat semua orang mendengar obrolan mereka.

iBabe, seorang boss (Richard Gere) sedang berdebat dengan Arlene (Kate Bosworth) tentang iBabe, cewek bugil yang dianalogikan sebagai mp3. Weird enough ?

Super Hero Speed Dating, Robin (Justin Long), Batman (Jason Sudeikis), Lois Lane (Uma Thurman), Kristen Bell (Super Bell) sedang di biro jodoh.

Middleschool Date, Amanda (Chloe Grace Moretz) sedang panik karena dapat haid pertamanya di kencannya. Elizabeth Banks here is the director.

Wait, I am tired.

Happy Birthday, Leprechaun (Gerard Butler) tertangkap oleh Sean William Scott sebagai hadiah ulang tahunnya.

Truth or Dare, Emily (Halle Berry) dan Donald (Stephen Merchant) bermain truth or dare yang semakin extreme dan extreme di blind date mereka. You’ll definitely see the Berry’s boobs.

Victory’s Glory, Coach Jackson (Terrence Howard) sedang memotivasi tim basketnya dengan cara yang sangat rasis.

Beezel, Amy (Elizabeth Banks) melawan kucing kesayangan Anson (Josh Duhamel) untuk mendapatkan perhatian Anson sendiri, pacarnya.

“It’s better stay hidden, and if you see it, you’re gonna ask, “what’s in their goddamn head (actresses and actors) when they sign on this project.”

Membuat omnibus memang tidak mudah, dengan waktu yang relatif sedikit bagaimana seorang filmmaker harus dapat mengefisienkan waktunya untuk mendapatkan perhatian penonton. Beruntung jika mereka mempunyai 15 atau 20 menit, tapi di film ini, dengan banyaknya segmen, mungkin mereka hanya mendapatkan waktu durasi sekitar 5 atau 7 menit. Dan, hasilnya adalah (almost) disaster. Dengan bintang berkelas seperti Winslet, atau Jackman, film ini sebenarnya punya resource yang cukup untuk menggali talent yang ada. Namun tidak, hampir semua aktor aktris disini semuannya terpuruk dari segi tema yang terkadang terlalu menjijikan untuk ditonton.

Film dibuka dengan segmen Winslet dan Jackman yang sebenarnya tetap menarik dengan melihat Winslet bermain sebuah komedi. Kemudian, parade pun mulai berdatangan, parade tema yang terlalu tidak jelas, mulai dari freaky family sampai poop on me theme. Sisanya yang lainnya, sama sekali tidak mengundang tawa. Segmen yang agak lumayan adalah Truth or Dare, Leprechaun, dan segmen yang memang sengaja ditaruh di akhir tentang kucing gila bernama Beezle.

Film ini memang penuh bintang, tapi sama sekali tidak menghibur. Namun, jika membayangkan sebuah kegiatan yang tidak mungkin dilakukan artis sekelas mereka, maka inilah filmnya. Let’s say it is just black part for their port-folio but they definitely deserve better.

Trivia

George Clooney menolak sebuah peran dan Richard Gere berusaha untuk keluar dari projek film ini.

Quote

Wonder Woman : Do you know what it’s like going to planned parenthood, by yourself, when you’re Wonder Woman ?

By the way, I can take disgusting quote, but I prefer this, because it is a decent quote which hardly you’ll find it in this movie.

Gangster Squad (2013) : A Squad is Trying to Fight The King of LA

Sutradara : Ruben Fleischer

Penulis : Will Beall

Pemain :  Sean Penn, Josh Brolin, Ryan Gosling,  Emma Stone

Tagline : No Names. No Badge. No Mercy

“Pretty good ensemble cast isn’t a guarantee to make this bam-bam-bam script works.”

About

Sebuah penembakan di pemutaran midnight film The Dark Knight Rises dan sebuah kebetulan film ini yang menyertakan scene penembakan di bioskop lewat trailernya, membuat film ini harus diundur sampai tahun ini untuk melakukan re-shoot. Sangat kecewa memang, namun mengingat ensemble cast yang terlibat dalam film ini meliputi beberapa pemain kawakan seperti Sean Penn, Josh Brolin, Nick Nolte, Ryan Goling ditambah rising superstar yang memerankan femme fatale, Emma Stone, film ini layak menjadi salah satu film yang paling dinantikan di tahun 2013. Disutradari pula oleh sutradara yang secara sangat kreatif menggarap tema zombie lewat Zombieland, dan sempat terpeleset lewat 30 Minutes or Less, Ruben Fleischer siap menyajikan film gangster yang sarat akan adegan violence dan bam, bam, bam !

Ketika Los Angeles dikuasai oleh Mickey Cohen (Sean Penn), seorang pemimpin gangster yang kejam, dan membuat fungsi polisi menjadi lumpuh, seorang John O’Mara (Josh Brolin) berhasil menarik perhatian Chief Parker (Nick Nolte) untuk membentuk suatu squad untuk mengacaukan kegiatan operasi dari sang gembong mafia. O’Mara pun kemudian merekrut beberapa orang untuk melancarkan tugas yang tidak hanya membahayakan mereka saja, namun juga keluarga dari masing-masing anggota. Salah satu anggotanya adalah Jerry (Ryan Gosling), seorang polisi yang mempunyai affair dengan Grace Faraday (Emma Stone) yang notabene adalah wanita dari Mickey. Apakah operasi No Names No Badge No Mercy tersebut akan meruntuhkan kekuasaan sang ketua gangster ?

It’s like too many shortcuts in the storyline, so it seems too shallow.

Film ini diawali dengan adegan intens kekejaman Cohen dan aksi tunggal O’Mara yang bisa dikatakan berhasil. Seiring berjalannya film, jalan cerita terkesan dibuat ‘solusi mudah’ sehingga seperti tercipta banyaknya shortcut-shortcut jalan cerita yang membuat penonton kurang merasa ikut dalam cerita. Kisah cinta Faraday  dan Jerry pun dirasa kurang ada penetrasi yang mumpuni untuk menjadikan kisah cinta mereka memorable di film. Kegiatan operasi dari “Gangster Squad” pun dibuat tanpa rencana dan arah yang jelas sehingga seakan-akan mereka hanya menunggu untuk terbuka semua kedok mereka oleh Cohen, tidak ada intrik, tidak ada sesuatu yang mampu memicu pikiran penonton untuk ikut terlibat. Adegan final, termasuk adegan Cohen vs. O’Mara, yang diharapkan lebih breathtaking pun hanya lewat begitu saja, tanpa emosi, just bam-bam-bam and that’s it.

Ekspektasi adalah masalah yang menjadikan film ini kurang berhasil. Ketika penonton disajikan pemin watak seperti Sean Penn, Josh Brolin bahkan Ryan Gosling, ekspektasi yang tercipta adalah sebuah film drama criminal tentang gangster yang penuh dengan pemikiran dan digarap dengan lebih dalam. Semua itu tidak ada. Dengan ensemble cast yang beitu memukau hanya Ryan Gosling yang berhasil mencuri perhatian dengan aksen gaya bicaranya yang akan sedikit mengingatkan kita pada gaya bicara Hoffman di film Capote, namun karakter Gosling ini terus memudar dengan seiring berjalannya film. Sean Penn, sang Mickey Cohen, hanya cukup menyajikan karakter ketua gangster yang sangat tipikal dan sering kita jumpai.  Sangat disayangkan, sebuah cast yang sebenarnya sudah dipilih dengan benar namun kurang dapat dimaksimalkan dengan baik.

Trivia

Sean Penn dan Josh Brolin pernah berlawanan dalam film Milk. Emma Stone dan Ryan Gosling pernah menjadi pasangan kekasih dalam film Crazy Stupid Love.

Quote

John O’Mara : Every  man carry a badge and this is my badge.

The Amazing Spider-Man : The Untold Story of Peter Parker Begins

Sutradara : Marc Webb

Penulis : James Vanderbilt (screenplay), Alvin Sargent (screenplay), etc

Pemain :  Andrew GarfieldEmma Stone and Rhys Ifans

Tagline : The untold story begins.

“Re-storytelling is worth it, charming Garfield, gorgeous Stone and lotta of Webb’s web style of comedic romantic emotional things.”

About

The Amazing Spider-Man adalah projek reboot yang dilakukan oleh Sony setelah melakukan pembatalan Spiderman 4 Tobey Maguire-Sam Raimi. Film ini mendapuk Marc Webb, sutradara (500) Days of Summer, sebagai sutradara projek ini dan mendapatkan pasangan Andrew Garfield dan Emma Stone setelah melakukan proses audisi yang rumit.

Film yang mengadaptasi dari buku komik Marvel ini menceritakan kembali kisah Peter Parker saat dia SMU dan saat dia mengalami cinta pertamanya dengan Gwen Stacy. Dengan misteri yang belum terungkap akan kehidupan ayahnya, Peter Parker berhasil memberi kesan pada Dr. Curt Connors yang tidak lain adalah teman ilmuwan ayahnya. Pertemuan inilah yang menakdirkan Peter Parker berubah menjadi hero, Spiderman, dan Dr. Connors mengalami kesalahan laboratorium yang menjadikannya The Lizard, sang villain. Perkelahian keduannya tidak terelakkan ketika Peter Parker mengetahui rencana jahat The Lizard.

A little bit repetition but very entertaining

Film ini menghadirkan storyline yang memang agak mirip dengan installment Spiderman-Sam Raimi yang pertama. Tentu saja hal ini sedikit banyak menyebabkan plot cerita predictable dan sedikit menjemukkan. Namun, penampilan Garfield yang cukup charming dan lucu, serta chemistry yang didapatkan dengan kekasihnya, Emma Stone, benar-benar menjadi hal tersendiri yang membedakan film ini dengan pendahulunya. Marc Webb juga berhasil memberikan sentuhan romantic dan comedic, serta memberikan penekanan emosi pada karakter Peter Parker yang jauh lebih dalam dan Garfield dapat memerankannya dengan baik tanpa kehilangan sisi teenage dari kehidupan SMA-nya.

Dari segi The Lizard, film ini tidak terlalu menciptakan pengagungan pada sisi villain, mungkin hal ini dikarenakan cerita juga ingin menyeimbangkan kekuatan Peter Parker sebagai Spiderman baru yang belum terlalu hebat. Hal ini terlihat dengan bagaimana perjuangan seorang Spiderman di scene-scene akhir yang jauh lebih humanis daripada Spiderman sebelumnya.

Intinya, film ini seperti re-storytelling cerita lama Spiderman dengan gaya yang lebih muda, romantic comedic ala sang sutradara, Marc Webb, dengan pesona para pemerannya, terutama Garfield.

Jika reboot ini dilakukan beberapa tahun kemudian, tidak dengan jangka waktu 10 tahun, mungkin film ini akan jauh terkesan lebih ‘fresh’ dan tidak menjemukkan. Hal inilah yang menjadikan film ini kurang special dan kurang ‘amazing’, namun tetap menghibur.

Trivias

Baik Emma Stone dan Bryce Dallas Howard berperan dalam film The Help, dan keduanya memerankan peran Gwen Stacy dalam film Spiderman.

Quote

Dr. Curt Connors              : There`s a rumour of a new species in New York. It can be aggresive if threatened.